Challenges
Datasets
Workspaces
Papers
Discussions
Leaderboard
Log inSign up
Challenges
Datasets
Workspaces
Papers
Discussions
Leaderboard
Blog
Job Board
Q3AS

© 2026 Aqora Quantum S.A.S.

TermsPrivacyLegal Notice

Prinsip Ketidakpastian Heisenberg Pada Transformasi Fourier = Heisenberg's Uncertainty Principle in the Fourier Transform

Sitti Nuraini Rahmah

Published Jun 22, 2022• 0 citations
OpenAlex

Abstract

Pada tugas akhir ini akan dibahas pembuktian prinsip ketidakpastian Heisenberg pada transformasi Fourier. Prinsip ketidakpastian Heisenberg secara umum menjelaskan tentang ketidakpastian terhadap posisi dan momentum, sedangkan pada prinsip ketidakpastian Heisenberg pada transformai Fourier memiliki ketidakpastian terhadap fungsi dan transformasi Fouriernya. ketidakpastian Heisenberg menyatakan bahwa “fungsi dari domain waktu f(t) dan fungsi di domain frekuensinya atau transformasi Fourier dari f(t) yang disimbolkan dengan f ̂(ω) tidak mungkin terlokalisasi dengan baik secara bersamaan, jika f(t) terkonsentrasi disekitar suatu titik, maka f ̂(ω) tersebar pada R dan sebaliknya”. Artinya, jika kedua hal tersebut diukur secara bersamaan maka semakin besar suatu nilai fungsi maka akan semakin kecil nilai transformasi Fouriernya, dan sebaliknya. Pada tugas akhir ini, diperoleh bentuk dari prinsip ketidakpastian Heisenberg sebagai berikut: ∫_(-∞)^∞▒〖t^2 |f(t)|^2 dt〗 ∫_(-∞)^∞▒〖ω^2 〖|f ̂(ω)|〗^2 dω≥π/2 (∫_(-∞)^∞▒〖|f(t)|^2 dt〗)^2 〗. Dari persamaaan tersebut akan mencapai minimum di fungsi Gauss. Kata kunci: Transformasi Fourier, Prinsip Ketidakpastian Heisenberg, Parseval dan Plancherel.

Related papers

Prinsip Ketidakpastian Heisenberg pada Transformasi Fourier Fraksional

Irfa Anisa Pratami

Transformasi Fourier fraksional merupakan salah satu bentuk generalisasi dari transformasi Fourier. Pada tugas akhir ini, akan ditunjukkan relasi antara transformasi Fourier dengan transformasi Fourier fraksional. Selanjutnya, akan ditunjukkan beberapa sifat dari transformasi Fourier fraksional. Terakhir, akan dibuktikan prinsip ketidakpastian Heisenberg pada transformasi Fourier fraksional dengan menggunakan relasi antara transformasi Fourier dan transformasi Fourier fraksional.

•Feb 10, 2023•0 citations

PRINSIP KETIDAKPASTIAN HEISENBERG PADA TRANSFORMASI LINEAR KANONIK SPACE-TIME = The Heisenberg Uncertainty Inequalities for Linear Canonical Space-Time Transform

SRI WAHYUNI

SRI WAHYUNI. Prinsip Ketidakpastian Heisenberg pada Transformasi Linear Kanonik Space-time (dibimbing oleh Prof. Dr. Eng. Mawardi dan Dr. Firman, S.Si., M.Si) Penelitian ini membahas prinsip ketidakpastian Heisenberg dalam kerangka transformasi linear kanonik space-time (TLKST). Transformasi Fourier space-time dan transformasi linear kanonik merupakan alat penting dalam analisis matematis sinyal dan sistem fisika, khususnya dalam domain ruang dan waktu. Penelitian ini bertujuan mengkaji relasi antara transformasi Fourier space-time (TFST) dan TLKST, serta menggeneralisasi prinsip ketidakpastian Heisenberg dalam konteks transformasi tersebut. Dengan menggunakan pendekatan aljabar ruang-waktu Cl(3,1),dilakukan dekomposisi multivektor serta pembuktian rumus Parseval dan identitas ketidakpastian yang berkaitan. Hasilnya menunjukkan bahwa prinsip ketidakpastian Heisenberg dapat diperluas ke dalam domain TLKST dengan menyertakan struktur kernel transformasi dan identitas Fourier multivektor dalam ruang R(3,1).Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperluas pemahaman matematis prinsip ketidakpastian pada sistem dinamis berbasis space-time. Kata Kunci : Prinsip Ketidakpastian Heisenberg, Transformasi Linear Kanonik, Transformasi Fourier Space-Time, Aljabar Clifford, Multivektor.

•Jun 4, 2025•0 citations

Prinsip Ketidakpastian Heisenberg pada Distribusi Fraksional Wigner-Ville Coupled

Andi Tenri Ajeng Nur

Distribusi fraksional Wigner-Ville coupled adalah versi yang lebih umum dari distribusi fraksional Wigner-Ville. Sifat-sifat utama termasuk keterbatasan, formula Moyal dan formula invers diuraikan secara rinci pada transformasi ini. Selain itu, hubungan distribusi fraksional Wigner-Ville coupled dengan transformasi Fourier dua dimensi dipelajari. Penulis juga menyajikan hubungan antara distribusi fraksional Wigner-Ville coupled dengan distribusi Wigner-Ville coupled. Dalam tugas akhir ini, penulis menunjukkan bagaimana sifat-sifat dan relasi memungkinkan penulis memperoleh prinsip ketidakpastian yang terkait dengan distribusi fraksional Wigner-Ville coupled.

•May 28, 2024•0 citations

Prinsip Ketidakpastian Heisenberg Pada Transformasi Kanonik Linier = Heisenberg's Uncertainty Principle for Linear Canonical Transform

Andi Tenri Ajeng Nur

Transformasi kanonik linier (TKL) merupakan generalisasi dari transformasi Fourier (TF). Pada tugas akhir ini, pertama akan ditinjau kembali terkait sifat-sifat TKL dan TF. Kemudian, akan ditunjukkan relasi antara TKL dan TF dan akan dibuktikan prinsip ketidakpastian Heisenberg pada TF. Terakhir, akan dibuktikan prinsip ketidakpastian Heisenberg pada TKL dengan menggunakan relasi antara TKL dan TF. Keywords : transformasi Fourier, transformasi kanonik linier, prinsip ketidakpastian Heisenberg.

•Jul 20, 2022•0 citations

Relasi Rekursi dan Ortogonalitas Polinom Hermite pada Fungsi Gelombang Osilator Harmonik Kuantum dalam Studi Kasus Ketidakpastian Heisenberg

Yuli Setianingsih, Hamdi Akhsan, Nely Andriani

Osilator harmonik terjadi jika suatu sistem jenis tertentu bergetar di sekitar konfigurasi kesetimbangannya. Secara kuantum, penyelesaian fungsi gelombang osilator harmonik dilakukan dengan mentransformasikan persamaan Schrodinger tak bergantung waktu dalam satu dimensi ke dalam bentuk persamaan diferensial Hermite untuk batas asimtotik dengan memperhatikan syarat ternormalisasinya fungsi gelombang. Dengan mengganti fungsi Hermite menjadi polinomial Hermite maka fungsi gelombang yang menggambarkan keadaan sistem tersebut dapat diketahui sehingga dapat ditentukan sifat statistik seperti nilai ekspektasi yang merupakan prinsip dari ketidakpastian Heisenberg. Jika biasanya dalam penentuan nilai ekspektasi setiap orde pada fungsi Hermite langsung dimasukkan nilainya, maka kali ini tetap dalam fungsi Hermite tanpa harus memasukkan ordenya sehingga penyelesaiannya dapat menggunakan relasi rekursi dan ortogonalitas polinom Hermite. Nilai ekspektasi dan prinsip ketidakpastian Heisenberg yang dihasilkan dari kedua metode akan memiliki hasil akhir yang sama

•Oct 1, 2017•2 citations

Pendekatan Ketidakpastian Heisenberg dalam Menentukan Momentum dan Spektrum Energi Atom Deutrium pada Bilangan Kuantum Utama n=4

Nurul Irfan, Bambang Supriadi, Lailatul Nuraini

Deuterium adalah isotop atom hidrogen yang memiliki struktur sederhana dan memiliki sifat kuantum yang sama dengan atom hidrogen. Dalam hal ini solusi persamaan yang akan digunakan sebagai solusi adalah persamaan Schrodinger dari koordinat bola. Posisi elektron dalam atom tidak dapat ditentukan dengan pasti, tetapi kita dapat menentukan probabilitas dengan menggunakan fungsi radial atom deuterium. Tujuan dari penelitian ini adalah pendekatan ketidakpastian Hesenberg dalam menentukan momentum dan spektrum energi atom deuterium n=4. Jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimen berupa pengembangan teori yang ada. Hasil penelitian ini meliputi (1) data distribusi probabilitas, ekspektasi, ketidakpastian momentum, dan simulasi keluaran grafik ketidakpastian momentum atom deuterium tergantung pada bilangan kuantum utama dan azimuth-nya, (2) data distribusi spektrum energi n≤4. Semakin besar nilai bilangan kuantum utama dan azimuth-nya akan mengakibatkan peningkatan nilai ketidakpastian momentumnya dan mengakibatkan penurunan nilai ketidakpastian posisinya, sehingga semakin akurat pengukuran posisi akan menghasilkan pengukuran momentum yang lebih tidak akurat. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa semakin besar tingkat energinya, maka energi atom Deutrium yang diperoleh akan semakin kecil. Ini karena semakin banyak lintasan kulit atom akan menghasilkan lebih sedikit energi.

JURNAL PEMBELAJARAN FISIKA•Sep 30, 2023•1 citation
Pada tugas akhir ini akan dibahas pembuktian prinsip ketidakpastian Heisenberg pada transformasi Fourier. Prinsip ketidakpastian Heisenberg secara umum menjelaskan tentang ketidakpastian terhadap posisi dan momentum, sedangkan pada prinsip ketidakpastian Heisenberg pada transformai Fourier memiliki ketidakpastian terhadap fungsi dan transformasi Fouriernya. ketidakpastian Heisenberg menyatakan bahwa “fungsi dari domain waktu f(t) dan fungsi di domain frekuensinya atau transformasi Fourier dari f(t) yang disimbolkan dengan f ̂(ω) tidak mungkin terlokalisasi dengan baik secara bersamaan, jika f(t) terkonsentrasi disekitar suatu titik, maka f ̂(ω) tersebar pada R dan sebaliknya”. Artinya, jika kedua hal tersebut diukur secara bersamaan maka semakin besar suatu nilai fungsi maka akan semakin kecil nilai transformasi Fouriernya, dan sebaliknya. Pada tugas akhir ini, diperoleh bentuk dari prinsip ketidakpastian Heisenberg sebagai berikut: ∫(-∞)^∞▒〖t^2 |f(t)|^2 dt〗 ∫(-∞)^∞▒〖ω^2 〖|f ̂(ω)|〗^2 dω≥π/2 (∫_(-∞)^∞▒〖|f(t)|^2 dt〗)^2 〗. Dari persamaaan tersebut akan mencapai minimum di fungsi Gauss. Kata kunci: Transformasi Fourier, Prinsip Ketidakpastian Heisenberg, Parseval dan Plancherel.
SRI WAHYUNI. Prinsip Ketidakpastian Heisenberg pada Transformasi Linear Kanonik Space-time (dibimbing oleh Prof. Dr. Eng. Mawardi dan Dr. Firman, S.Si., M.Si) Penelitian ini membahas prinsip ketidakpastian Heisenberg dalam kerangka transformasi linear kanonik space-time (TLKST). Transformasi Fourier space-time dan transformasi linear kanonik merupakan alat penting dalam analisis matematis sinyal dan sistem fisika, khususnya dalam domain ruang dan waktu. Penelitian ini bertujuan mengkaji relasi antara transformasi Fourier space-time (TFST) dan TLKST, serta menggeneralisasi prinsip ketidakpastian Heisenberg dalam konteks transformasi tersebut. Dengan menggunakan pendekatan aljabar ruang-waktu Cl(3,1),dilakukan dekomposisi multivektor serta pembuktian rumus Parseval dan identitas ketidakpastian yang berkaitan. Hasilnya menunjukkan bahwa prinsip ketidakpastian Heisenberg dapat diperluas ke dalam domain TLKST dengan menyertakan struktur kernel transformasi dan identitas Fourier multivektor dalam ruang R(3,1).Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperluas pemahaman matematis prinsip ketidakpastian pada sistem dinamis berbasis space-time. Kata Kunci : Prinsip Ketidakpastian Heisenberg, Transformasi Linear Kanonik, Transformasi Fourier Space-Time, Aljabar Clifford, Multivektor.
Distribusi fraksional Wigner-Ville coupled adalah versi yang lebih umum dari distribusi fraksional Wigner-Ville. Sifat-sifat utama termasuk keterbatasan, formula Moyal dan formula invers diuraikan secara rinci pada transformasi ini. Selain itu, hubungan distribusi fraksional Wigner-Ville coupled dengan transformasi Fourier dua dimensi dipelajari. Penulis juga menyajikan hubungan antara distribusi fraksional Wigner-Ville coupled dengan distribusi Wigner-Ville coupled. Dalam tugas akhir ini, penulis menunjukkan bagaimana sifat-sifat dan relasi memungkinkan penulis memperoleh prinsip ketidakpastian yang terkait dengan distribusi fraksional Wigner-Ville coupled.
Osilator harmonik terjadi jika suatu sistem jenis tertentu bergetar di sekitar konfigurasi kesetimbangannya. Secara kuantum, penyelesaian fungsi gelombang osilator harmonik dilakukan dengan mentransformasikan persamaan Schrodinger tak bergantung waktu dalam satu dimensi ke dalam bentuk persamaan diferensial Hermite untuk batas asimtotik dengan memperhatikan syarat ternormalisasinya fungsi gelombang. Dengan mengganti fungsi Hermite menjadi polinomial Hermite maka fungsi gelombang yang menggambarkan keadaan sistem tersebut dapat diketahui sehingga dapat ditentukan sifat statistik seperti nilai ekspektasi yang merupakan prinsip dari ketidakpastian Heisenberg. Jika biasanya dalam penentuan nilai ekspektasi setiap orde pada fungsi Hermite langsung dimasukkan nilainya, maka kali ini tetap dalam fungsi Hermite tanpa harus memasukkan ordenya sehingga penyelesaiannya dapat menggunakan relasi rekursi dan ortogonalitas polinom Hermite. Nilai ekspektasi dan prinsip ketidakpastian Heisenberg yang dihasilkan dari kedua metode akan memiliki hasil akhir yang sama
Deuterium adalah isotop atom hidrogen yang memiliki struktur sederhana dan memiliki sifat kuantum yang sama dengan atom hidrogen. Dalam hal ini solusi persamaan yang akan digunakan sebagai solusi adalah persamaan Schrodinger dari koordinat bola. Posisi elektron dalam atom tidak dapat ditentukan dengan pasti, tetapi kita dapat menentukan probabilitas dengan menggunakan fungsi radial atom deuterium. Tujuan dari penelitian ini adalah pendekatan ketidakpastian Hesenberg dalam menentukan momentum dan spektrum energi atom deuterium n=4. Jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimen berupa pengembangan teori yang ada. Hasil penelitian ini meliputi (1) data distribusi probabilitas, ekspektasi, ketidakpastian momentum, dan simulasi keluaran grafik ketidakpastian momentum atom deuterium tergantung pada bilangan kuantum utama dan azimuth-nya, (2) data distribusi spektrum energi n≤4. Semakin besar nilai bilangan kuantum utama dan azimuth-nya akan mengakibatkan peningkatan nilai ketidakpastian momentumnya dan mengakibatkan penurunan nilai ketidakpastian posisinya, sehingga semakin akurat pengukuran posisi akan menghasilkan pengukuran momentum yang lebih tidak akurat. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa semakin besar tingkat energinya, maka energi atom Deutrium yang diperoleh akan semakin kecil. Ini karena semakin banyak lintasan kulit atom akan menghasilkan lebih sedikit energi.