Challenges
Datasets
Workspaces
Papers
Discussions
Leaderboard
Log inSign up
Challenges
Datasets
Workspaces
Papers
Discussions
Leaderboard
Blog
Job Board
Q3AS

© 2026 Aqora Quantum S.A.S.

TermsPrivacyLegal Notice

ABHATS Jurnal Islam Ulil Albab

Electron Interference as Experimental Verification of De Broglie Matter Waves in the Perspective of QS. Al-An’am Verse 95: Interferensi Elektron sebagai Verifikasi Eksperimental Gelombang Materi De Broglie dalam Perspektif QS. Al-An’am Ayat 95

Yusnira Rista Kurnia, Faninda Novika Pertiwi

Published Sep 21, 2026• 0 citations
OpenAlex

Abstract

As one of the fundamental concepts in the study of modern physics, the concept of wave-particle duality describes a phenomenon in which matter particles have the capability to exhibit wave properties under certain observation conditions. One of the most important experimental evidences of this concept is electron interference, which supports the de Broglie matter-wave hypothesis. Previous studies on electron interference have mainly focused on proving the wave nature of electrons, the development of interference observations, and the application of de Broglie matter waves, while studies on the integration of science and Islam have mainly discussed other natural phenomena in relation to the verses of kauniyah. No specific discussion has been found that connects electron interference with QS. Al-An’am verse 95 from a reflective perspective. This study aims to analyze electron interference as an experimental verification of the de Broglie matter-wave hypothesis and to examine its relationship with QS. Al-An’am verse 95 from the perspective of science and Islamic integration. This study uses a library research method with a descriptive qualitative approach, using Modern Physics, Tafsir Al-Qur’an Al-‘Adzim Lil Imamil Jalalain, and 23 relevant scientific journal articles as data sources. The results show that electron interference patterns are formed through the contribution of probability amplitudes from the two paths. The relationship with QS. Al-An’am verse 95 is reflective, in which the order observed in the interference pattern serves as a basis for understanding the order in Allah SWT’s creation, rather than as a direct explanation of quantum theory. This study strengthens the discussion of science and Islamic integration in understanding natural phenomena scientifically and reflectively. [Sebagai salah satu fundamen dalam kajian fisika modern, konsep dualisme gelombang-partikel memaparkan fenomena di mana partikel materi memiliki kapabilitas untuk memperlihatkan sifat-sifat gelombang di bawah kondisi pengamatan tertentu. Salah satu bukti eksperimental terpenting dari konsep tersebut adalah interferensi elektron yang mendukung hipotesis gelombang materi de Broglie. Kajian mengenai interferensi elektron lebih banyak berfokus pada pembuktian sifat gelombang, perkembangan pengamatan interferensi, dan penerapan gelombang materi de Broglie, sedangkan kajian integrasi sains dan Islam lebih banyak membahas fenomena alam lain dalam kaitannya dengan ayat kauniyah. Belum ditemukan pembahasan yang secara khusus menghubungkan interferensi elektron dengan QS. Al-An’am ayat 95 secara reflektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interferensi elektron sebagai verifikasi eksperimental gelombang materi de Broglie serta mengkaji keterkaitannya dengan QS. Al-An’am ayat 95 dalam perspektif integrasi sains dan Islam. Metode library research dengan pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan sumber data berupa buku Modern Physics, Tafsir Al-Qur’an Al-‘Adzim Lil Imamil Jalalain, dan 23 artikel jurnal ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pola interferensi elektron terbentuk akibat kontribusi amplitudo probabilitas dari kedua lintasan. Keterkaitan dengan QS. Al-An’am ayat 95 bersifat reflektif melalui keteraturan pola interferensi sebagai bahan untuk memahami keteraturan ciptaan Allah SWT, bukan sebagai penjelasan langsung mengenai teori kuantum. Kajian ini memperkuat pembahasan integrasi sains dan Islam dalam memahami fenomena alam secara ilmiah dan reflektif.]

Related papers

Electron Interference as Experimental Verification of De Broglie Matter Waves in the Perspective of QS. Al-An’am Verse 95

Yusnira Rista Kurnia, Faninda Novika Pertiwi

As one of the fundamental concepts in the study of modern physics, the concept of wave-particle duality describes a phenomenon in which matter particles have the capability to exhibit wave properties under certain observation conditions. One of the most important experimental evidences of this concept is electron interference, which supports the de Broglie matter-wave hypothesis. Previous studies on electron interference have mainly focused on proving the wave nature of electrons, the development of interference observations, and the application of de Broglie matter waves, while studies on the integration of science and Islam have mainly discussed other natural phenomena in relation to the verses of kauniyah. No specific discussion has been found that connects electron interference with QS. Al-An’am verse 95 from a reflective perspective. This study aims to analyze electron interference as an experimental verification of the de Broglie matter-wave hypothesis and to examine its relationship with QS. Al-An’am verse 95 from the perspective of science and Islamic integration. This study uses a library research method with a descriptive qualitative approach, using Modern Physics, Tafsir Al-Qur’an Al-‘Adzim Lil Imamil Jalalain, and 23 relevant scientific journal articles as data sources. The results show that electron interference patterns are formed through the contribution of probability amplitudes from the two paths. The relationship with QS. Al-An’am verse 95 is reflective, in which the order observed in the interference pattern serves as a basis for understanding the order in Allah SWT’s creation, rather than as a direct explanation of quantum theory. This study strengthens the discussion of science and Islamic integration in understanding natural phenomena scientifically and reflectively. [Sebagai salah satu fundamen dalam kajian fisika modern, konsep dualisme gelombang-partikel memaparkan fenomena di mana partikel materi memiliki kapabilitas untuk memperlihatkan sifat-sifat gelombang di bawah kondisi pengamatan tertentu. Salah satu bukti eksperimental terpenting dari konsep tersebut adalah interferensi elektron yang mendukung hipotesis gelombang materi de Broglie. Kajian mengenai interferensi elektron lebih banyak berfokus pada pembuktian sifat gelombang, perkembangan pengamatan interferensi, dan penerapan gelombang materi de Broglie, sedangkan kajian integrasi sains dan Islam lebih banyak membahas fenomena alam lain dalam kaitannya dengan ayat kauniyah. Belum ditemukan pembahasan yang secara khusus menghubungkan interferensi elektron dengan QS. Al-An’am ayat 95 secara reflektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interferensi elektron sebagai verifikasi eksperimental gelombang materi de Broglie serta mengkaji keterkaitannya dengan QS. Al-An’am ayat 95 dalam perspektif integrasi sains dan Islam. Metode library research dengan pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan sumber data berupa buku Modern Physics, Tafsir Al-Qur’an Al-‘Adzim Lil Imamil Jalalain, dan 23 artikel jurnal ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pola interferensi elektron terbentuk akibat kontribusi amplitudo probabilitas dari kedua lintasan. Keterkaitan dengan QS. Al-An’am ayat 95 bersifat reflektif melalui keteraturan pola interferensi sebagai bahan untuk memahami keteraturan ciptaan Allah SWT, bukan sebagai penjelasan langsung mengenai teori kuantum. Kajian ini memperkuat pembahasan integrasi sains dan Islam dalam memahami fenomena alam secara ilmiah dan reflektif.]

ABHATS Jurnal Islam Ulil Albab•Sep 21, 2026•0 citations

INTERPRETASI KAUSAL DE BROGLIE-BOHMKAJIAN FILOSOFIS TEORI KUANTUM;DE BROGLIE-BOHM CAUSAL INTERPRETATIONA PHILOSOPHICAL STUDY OF QUANTUM THEORY

Chandra Harymurti, Arief Hermanto

Telah dilakukan penelitian tentang interpretasi de Broglie-Bohm. Penelitian dimulai dengan penjelasan tentang ketidaklengkapan interpretasi standar (interpretasi Kopenhagen) yang kemudian memunculkan interpretasi alternatif yaitu interpretasi de Broglie-Bohm. Interpretasi de Broglie-Bohm disebut juga interpretasi kausal karena menyatakan posisi partikel secara determistik dan setiap partikel mempunyai gelombang pandu yang memandu partikel dengan lintasan yang jelas. Interpretasi de Broglie-Bohm juga memberikan penjelasan terhadap masalah pengukuran dan fenomena interferensi dalam percobaan celah ganda.

•Jan 1, 2012•0 citations

Alignment of Science and Technology With Islamic Principles Using Quantum Theory

Alwiyah Alwiyah, Syarief Nur Husin, Padeli Padeli +2 more

The wave-particle duality stranges and it is in dire need. This theory is put forward method based on the Koran and complemented by rational philosophical arguments. Explaining relevant Quranic verses, as well as the one-to-one relationship between the concept of pairing and the interviewee's principle, will help explain of the electron in detail. Shows that electrons all of which reflect the behavior of the wave-particle duality observed in experiments. Although physicists consider a magnet and the existence of a magnetic field caused by the rotation of electrons, a new theory speculates that there has also been a permanent magnetic field recently. In addition, the choice of gate charge and permanent magnets can be selected as potential energy which is also considered as possible which has been observed to exist but has not been well described. Equations have been derived electrons. In this respect, Islamic science and technology seems to have demonstrated the importance of exploring the mysterious quantum world.

International Journal of Cyber and IT Service Management•May 3, 2021•5 citations

Teori Kuantum Baru yang Sesuai Sains dan Teknologi dengan Kaidah Ilmu Islam

Sri Watini, Viola Tashya Devana

Dualitas gelombang-partikel merupakan salah satu dari banyaknya fenomena aneh yang telah diamati pada dunia kuantum, dan ini sangat membutuhkan teori baru. Teori ini diajukan melalui metode metafisik yang didasarkan pada Alquran dan prinsip-prinsip keilmuan Islam, dilengkapi dengan argumen filosofis yang rasional. Menjelaskan ayat-ayat Alquran yang relevan, serta hubungan satu-ke-satu antara konsep berpasangan dan prinsip orang yang diwawancarai, akan membantu menjelaskan dualitas gelombang-partikel elektron secara rinci. Analisis ilmiah menunjukkan bahwa elektron dapat terdiri dari muatan satuan dan magnet permanen, yang semuanya mencerminkan perilaku dualitas gelombang-partikel yang diamati dalam eksperimen. Meskipun fisikawan saat ini hanya mempertimbangkan keberadaan magnet yang diinduksi medan magnet, dan keberadaan medan magnet disebabkan oleh perputaran elektron, sebuah teori baru berspekulasi bahwa ada juga medan magnet permanen baru-baru ini. Selain itu, pilihan muatan gerbang dan magnet permanen dapat dipilih sebagai energi potensial, yang juga dianggap sebagai energi titik nol yang mungkin, yang telah diamati ada tetapi belum dijelaskan dengan baik. Berdasarkan teori baru ini, persamaan matematika telah diturunkan untuk menghitung energi potensial elektron yang diasumsikan. Dalam hal ini, sains dan teknolog Islam tampaknya telah menunjukkan pentingnya eksplorasi dunia kuantum yang misterius.

ADI Bisnis Digital Interdisiplin Jurnal•Jun 22, 2021•15 citations

Kajian mengenai sifat partikel gelombang melalui gejala efek fotolistrik dan efek compton

F.X. Budi Rido Hendrawan

Dalam pengalaman hidup sehari - hari terasa tidak ada hal yang "aneh" mengenai konsep gelombang dan partikel. Fisika klasik yang mencerminkan "kenyataan fisis" dari kesan penginderaan, memperlakukan partikel dan gelombang sebagai komponen yang terpisah dari kenyataan tersebut. Mekanika partikel dan optika gelombang secara tradisional merupakan disiplin yang bebas, masing-masing dengan serangkaian eksperimen dan prinsip - prinsip yang didasarkan atas hasil eksperimen itu. \n Kenyataan fisis yang ada timbul dari gejala yang terjadi dalam dunia mikroskopis dari atom dan molekul elektron dan inti namun didalam dunia mikroskopis ini tidak terdapat partikel atau gelombang dalam arti yang telah dikenal. Dianggap electron memiliki muatan dan massa, dan berperilaku menurut hukum mekanika partikel dalam alat - alat tertentu, misalnya tabung gambar televisi. Namun demikian, akan ditemui bahwa banyak kenyataan yang memaksa manusia untuk menafsirkan elektron yang bergerak sebagai suatu manifestasi gelombang sebanyak kenyataan lain yang memaksa manusia untuk menafsirkanya sebagai manifestasi partikel. Hal seperti ini terjadi pula dalam gelombang elektromagnetik. Bersama-sama dengan relativitas khusus, dualitas partikel gelombang merupakan pengertian sentral dalam fisika modern, dan sedikit sekali penalaran tentang dualitas partikel gelombang yang tidak mengambil kedua gagasan pokok tersebut.

•Aug 5, 1999•0 citations

Electron interferometry: Interferences between two electrons and a precision method of measuring decoherence

FRANZ HASSELBACH, Harald Kiesel, Peter Sonnentag

Louis de Broglie's discovery of the wave nature of matter 80 years ago and the subsequent development of quantum mechanics by Erwin Schrodinger, Werner Heisenberg and Paul Dirac solved many riddles of those days and determined physics of the whole 20th century. Yet, after this long time, matter wave interferometry is as up to date as it was in 1927 when Louis de Broglie's hypothesis was verified, e.g., by Davisson and Germer. Atom interferometry, ion interferometry and Bose-Einstein condensates are today's fascinating applications based on de Broglie's discovery. The focus of the present contribution are Hanbury Brown-Twiss anti-correlations (i.e. interferences between two fermions (electrons)) and the quantitative observation of decoherence by electron biprism interferometry.

Annales de la fondation Louis de Broglie/Annales de la Fondation Louis de Broglie•Jan 1, 2004•3 citations
As one of the fundamental concepts in the study of modern physics, the concept of wave-particle duality describes a phenomenon in which matter particles have the capability to exhibit wave properties under certain observation conditions. One of the most important experimental evidences of this concept is electron interference, which supports the de Broglie matter-wave hypothesis. Previous studies on electron interference have mainly focused on proving the wave nature of electrons, the development of interference observations, and the application of de Broglie matter waves, while studies on the integration of science and Islam have mainly discussed other natural phenomena in relation to the verses of kauniyah. No specific discussion has been found that connects electron interference with QS. Al-An’am verse 95 from a reflective perspective. This study aims to analyze electron interference as an experimental verification of the de Broglie matter-wave hypothesis and to examine its relationship with QS. Al-An’am verse 95 from the perspective of science and Islamic integration. This study uses a library research method with a descriptive qualitative approach, using Modern Physics, Tafsir Al-Qur’an Al-‘Adzim Lil Imamil Jalalain, and 23 relevant scientific journal articles as data sources. The results show that electron interference patterns are formed through the contribution of probability amplitudes from the two paths. The relationship with QS. Al-An’am verse 95 is reflective, in which the order observed in the interference pattern serves as a basis for understanding the order in Allah SWT’s creation, rather than as a direct explanation of quantum theory. This study strengthens the discussion of science and Islamic integration in understanding natural phenomena scientifically and reflectively. [Sebagai salah satu fundamen dalam kajian fisika modern, konsep dualisme gelombang-partikel memaparkan fenomena di mana partikel materi memiliki kapabilitas untuk memperlihatkan sifat-sifat gelombang di bawah kondisi pengamatan tertentu. Salah satu bukti eksperimental terpenting dari konsep tersebut adalah interferensi elektron yang mendukung hipotesis gelombang materi de Broglie. Kajian mengenai interferensi elektron lebih banyak berfokus pada pembuktian sifat gelombang, perkembangan pengamatan interferensi, dan penerapan gelombang materi de Broglie, sedangkan kajian integrasi sains dan Islam lebih banyak membahas fenomena alam lain dalam kaitannya dengan ayat kauniyah. Belum ditemukan pembahasan yang secara khusus menghubungkan interferensi elektron dengan QS. Al-An’am ayat 95 secara reflektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interferensi elektron sebagai verifikasi eksperimental gelombang materi de Broglie serta mengkaji keterkaitannya dengan QS. Al-An’am ayat 95 dalam perspektif integrasi sains dan Islam. Metode library research dengan pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan sumber data berupa buku Modern Physics, Tafsir Al-Qur’an Al-‘Adzim Lil Imamil Jalalain, dan 23 artikel jurnal ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pola interferensi elektron terbentuk akibat kontribusi amplitudo probabilitas dari kedua lintasan. Keterkaitan dengan QS. Al-An’am ayat 95 bersifat reflektif melalui keteraturan pola interferensi sebagai bahan untuk memahami keteraturan ciptaan Allah SWT, bukan sebagai penjelasan langsung mengenai teori kuantum. Kajian ini memperkuat pembahasan integrasi sains dan Islam dalam memahami fenomena alam secara ilmiah dan reflektif.]
As one of the fundamental concepts in the study of modern physics, the concept of wave-particle duality describes a phenomenon in which matter particles have the capability to exhibit wave properties under certain observation conditions. One of the most important experimental evidences of this concept is electron interference, which supports the de Broglie matter-wave hypothesis. Previous studies on electron interference have mainly focused on proving the wave nature of electrons, the development of interference observations, and the application of de Broglie matter waves, while studies on the integration of science and Islam have mainly discussed other natural phenomena in relation to the verses of kauniyah. No specific discussion has been found that connects electron interference with QS. Al-An’am verse 95 from a reflective perspective. This study aims to analyze electron interference as an experimental verification of the de Broglie matter-wave hypothesis and to examine its relationship with QS. Al-An’am verse 95 from the perspective of science and Islamic integration. This study uses a library research method with a descriptive qualitative approach, using Modern Physics, Tafsir Al-Qur’an Al-‘Adzim Lil Imamil Jalalain, and 23 relevant scientific journal articles as data sources. The results show that electron interference patterns are formed through the contribution of probability amplitudes from the two paths. The relationship with QS. Al-An’am verse 95 is reflective, in which the order observed in the interference pattern serves as a basis for understanding the order in Allah SWT’s creation, rather than as a direct explanation of quantum theory. This study strengthens the discussion of science and Islamic integration in understanding natural phenomena scientifically and reflectively. [Sebagai salah satu fundamen dalam kajian fisika modern, konsep dualisme gelombang-partikel memaparkan fenomena di mana partikel materi memiliki kapabilitas untuk memperlihatkan sifat-sifat gelombang di bawah kondisi pengamatan tertentu. Salah satu bukti eksperimental terpenting dari konsep tersebut adalah interferensi elektron yang mendukung hipotesis gelombang materi de Broglie. Kajian mengenai interferensi elektron lebih banyak berfokus pada pembuktian sifat gelombang, perkembangan pengamatan interferensi, dan penerapan gelombang materi de Broglie, sedangkan kajian integrasi sains dan Islam lebih banyak membahas fenomena alam lain dalam kaitannya dengan ayat kauniyah. Belum ditemukan pembahasan yang secara khusus menghubungkan interferensi elektron dengan QS. Al-An’am ayat 95 secara reflektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interferensi elektron sebagai verifikasi eksperimental gelombang materi de Broglie serta mengkaji keterkaitannya dengan QS. Al-An’am ayat 95 dalam perspektif integrasi sains dan Islam. Metode library research dengan pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan sumber data berupa buku Modern Physics, Tafsir Al-Qur’an Al-‘Adzim Lil Imamil Jalalain, dan 23 artikel jurnal ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pola interferensi elektron terbentuk akibat kontribusi amplitudo probabilitas dari kedua lintasan. Keterkaitan dengan QS. Al-An’am ayat 95 bersifat reflektif melalui keteraturan pola interferensi sebagai bahan untuk memahami keteraturan ciptaan Allah SWT, bukan sebagai penjelasan langsung mengenai teori kuantum. Kajian ini memperkuat pembahasan integrasi sains dan Islam dalam memahami fenomena alam secara ilmiah dan reflektif.]
Telah dilakukan penelitian tentang interpretasi de Broglie-Bohm. Penelitian dimulai dengan penjelasan tentang ketidaklengkapan interpretasi standar (interpretasi Kopenhagen) yang kemudian memunculkan interpretasi alternatif yaitu interpretasi de Broglie-Bohm. Interpretasi de Broglie-Bohm disebut juga interpretasi kausal karena menyatakan posisi partikel secara determistik dan setiap partikel mempunyai gelombang pandu yang memandu partikel dengan lintasan yang jelas. Interpretasi de Broglie-Bohm juga memberikan penjelasan terhadap masalah pengukuran dan fenomena interferensi dalam percobaan celah ganda.
The wave-particle duality stranges and it is in dire need. This theory is put forward method based on the Koran and complemented by rational philosophical arguments. Explaining relevant Quranic verses, as well as the one-to-one relationship between the concept of pairing and the interviewee's principle, will help explain of the electron in detail. Shows that electrons all of which reflect the behavior of the wave-particle duality observed in experiments. Although physicists consider a magnet and the existence of a magnetic field caused by the rotation of electrons, a new theory speculates that there has also been a permanent magnetic field recently. In addition, the choice of gate charge and permanent magnets can be selected as potential energy which is also considered as possible which has been observed to exist but has not been well described. Equations have been derived electrons. In this respect, Islamic science and technology seems to have demonstrated the importance of exploring the mysterious quantum world.
Dualitas gelombang-partikel merupakan salah satu dari banyaknya fenomena aneh yang telah diamati pada dunia kuantum, dan ini sangat membutuhkan teori baru. Teori ini diajukan melalui metode metafisik yang didasarkan pada Alquran dan prinsip-prinsip keilmuan Islam, dilengkapi dengan argumen filosofis yang rasional. Menjelaskan ayat-ayat Alquran yang relevan, serta hubungan satu-ke-satu antara konsep berpasangan dan prinsip orang yang diwawancarai, akan membantu menjelaskan dualitas gelombang-partikel elektron secara rinci. Analisis ilmiah menunjukkan bahwa elektron dapat terdiri dari muatan satuan dan magnet permanen, yang semuanya mencerminkan perilaku dualitas gelombang-partikel yang diamati dalam eksperimen. Meskipun fisikawan saat ini hanya mempertimbangkan keberadaan magnet yang diinduksi medan magnet, dan keberadaan medan magnet disebabkan oleh perputaran elektron, sebuah teori baru berspekulasi bahwa ada juga medan magnet permanen baru-baru ini. Selain itu, pilihan muatan gerbang dan magnet permanen dapat dipilih sebagai energi potensial, yang juga dianggap sebagai energi titik nol yang mungkin, yang telah diamati ada tetapi belum dijelaskan dengan baik. Berdasarkan teori baru ini, persamaan matematika telah diturunkan untuk menghitung energi potensial elektron yang diasumsikan. Dalam hal ini, sains dan teknolog Islam tampaknya telah menunjukkan pentingnya eksplorasi dunia kuantum yang misterius.
Dalam pengalaman hidup sehari - hari terasa tidak ada hal yang "aneh" mengenai konsep gelombang dan partikel. Fisika klasik yang mencerminkan "kenyataan fisis" dari kesan penginderaan, memperlakukan partikel dan gelombang sebagai komponen yang terpisah dari kenyataan tersebut. Mekanika partikel dan optika gelombang secara tradisional merupakan disiplin yang bebas, masing-masing dengan serangkaian eksperimen dan prinsip - prinsip yang didasarkan atas hasil eksperimen itu. \n Kenyataan fisis yang ada timbul dari gejala yang terjadi dalam dunia mikroskopis dari atom dan molekul elektron dan inti namun didalam dunia mikroskopis ini tidak terdapat partikel atau gelombang dalam arti yang telah dikenal. Dianggap electron memiliki muatan dan massa, dan berperilaku menurut hukum mekanika partikel dalam alat - alat tertentu, misalnya tabung gambar televisi. Namun demikian, akan ditemui bahwa banyak kenyataan yang memaksa manusia untuk menafsirkan elektron yang bergerak sebagai suatu manifestasi gelombang sebanyak kenyataan lain yang memaksa manusia untuk menafsirkanya sebagai manifestasi partikel. Hal seperti ini terjadi pula dalam gelombang elektromagnetik. Bersama-sama dengan relativitas khusus, dualitas partikel gelombang merupakan pengertian sentral dalam fisika modern, dan sedikit sekali penalaran tentang dualitas partikel gelombang yang tidak mengambil kedua gagasan pokok tersebut.
Louis de Broglie's discovery of the wave nature of matter 80 years ago and the subsequent development of quantum mechanics by Erwin Schrodinger, Werner Heisenberg and Paul Dirac solved many riddles of those days and determined physics of the whole 20th century. Yet, after this long time, matter wave interferometry is as up to date as it was in 1927 when Louis de Broglie's hypothesis was verified, e.g., by Davisson and Germer. Atom interferometry, ion interferometry and Bose-Einstein condensates are today's fascinating applications based on de Broglie's discovery. The focus of the present contribution are Hanbury Brown-Twiss anti-correlations (i.e. interferences between two fermions (electrons)) and the quantitative observation of decoherence by electron biprism interferometry.