Challenges
Datasets
Workspaces
Papers
Discussions
Leaderboard
Log inSign up
Challenges
Datasets
Workspaces
Papers
Discussions
Leaderboard
Blog
Job Board
Q3AS

© 2026 Aqora Quantum S.A.S.

TermsPrivacyLegal Notice

Kajian mengenai sifat partikel gelombang melalui gejala efek fotolistrik dan efek compton

F.X. Budi Rido Hendrawan

Published Aug 5, 1999• 0 citations
OpenAlex

Abstract

Dalam pengalaman hidup sehari - hari terasa tidak ada hal yang "aneh" mengenai konsep gelombang dan partikel. Fisika klasik yang mencerminkan "kenyataan fisis" dari kesan penginderaan, memperlakukan partikel dan gelombang sebagai komponen yang terpisah dari kenyataan tersebut. Mekanika partikel dan optika gelombang secara tradisional merupakan disiplin yang bebas, masing-masing dengan serangkaian eksperimen dan prinsip - prinsip yang didasarkan atas hasil eksperimen itu. \n Kenyataan fisis yang ada timbul dari gejala yang terjadi dalam dunia mikroskopis dari atom dan molekul elektron dan inti namun didalam dunia mikroskopis ini tidak terdapat partikel atau gelombang dalam arti yang telah dikenal. Dianggap electron memiliki muatan dan massa, dan berperilaku menurut hukum mekanika partikel dalam alat - alat tertentu, misalnya tabung gambar televisi. Namun demikian, akan ditemui bahwa banyak kenyataan yang memaksa manusia untuk menafsirkan elektron yang bergerak sebagai suatu manifestasi gelombang sebanyak kenyataan lain yang memaksa manusia untuk menafsirkanya sebagai manifestasi partikel. Hal seperti ini terjadi pula dalam gelombang elektromagnetik. Bersama-sama dengan relativitas khusus, dualitas partikel gelombang merupakan pengertian sentral dalam fisika modern, dan sedikit sekali penalaran tentang dualitas partikel gelombang yang tidak mengambil kedua gagasan pokok tersebut.

Related papers

Teori Kuantum Baru yang Sesuai Sains dan Teknologi dengan Kaidah Ilmu Islam

Sri Watini, Viola Tashya Devana

Dualitas gelombang-partikel merupakan salah satu dari banyaknya fenomena aneh yang telah diamati pada dunia kuantum, dan ini sangat membutuhkan teori baru. Teori ini diajukan melalui metode metafisik yang didasarkan pada Alquran dan prinsip-prinsip keilmuan Islam, dilengkapi dengan argumen filosofis yang rasional. Menjelaskan ayat-ayat Alquran yang relevan, serta hubungan satu-ke-satu antara konsep berpasangan dan prinsip orang yang diwawancarai, akan membantu menjelaskan dualitas gelombang-partikel elektron secara rinci. Analisis ilmiah menunjukkan bahwa elektron dapat terdiri dari muatan satuan dan magnet permanen, yang semuanya mencerminkan perilaku dualitas gelombang-partikel yang diamati dalam eksperimen. Meskipun fisikawan saat ini hanya mempertimbangkan keberadaan magnet yang diinduksi medan magnet, dan keberadaan medan magnet disebabkan oleh perputaran elektron, sebuah teori baru berspekulasi bahwa ada juga medan magnet permanen baru-baru ini. Selain itu, pilihan muatan gerbang dan magnet permanen dapat dipilih sebagai energi potensial, yang juga dianggap sebagai energi titik nol yang mungkin, yang telah diamati ada tetapi belum dijelaskan dengan baik. Berdasarkan teori baru ini, persamaan matematika telah diturunkan untuk menghitung energi potensial elektron yang diasumsikan. Dalam hal ini, sains dan teknolog Islam tampaknya telah menunjukkan pentingnya eksplorasi dunia kuantum yang misterius.

ADI Bisnis Digital Interdisiplin Jurnal•Jun 22, 2021•15 citations

Fisika Kuantum: Sejarah Dan Kisah Inspiratif Para Tokohnya

Okky Fajar Tri Maryana, Yuant Tiandho

Keberanian untuk mendobrak paradigma yang ada merupakan kunci dalam menciptakan perubahan. Sebagai seorang yang memiliki latar belakang dalam bidang teknik dan memilih terjun dalam dunia startup bisnis, saya sudah lama tidak menyentuh dunia fisika. Namun setelah membaca buku ini saya kembali menyadari bahwa perkembangan yang terjadi dalam dunia fisika sebenarnya ikut memberikan dampak dan dapat kita ambil hikmahnya dalam multidimensi keilmuan yang lain, termasuk dalam dunia bisnis starup. Dalam buku ini dijabarkan secara sangat lengkap dan menatik mengenai sejarah pendobrakan paham fisika klasik menuju fisika kuantum yang sangat panjang dan berliku. Setidaknya semangat para ilmuan fisika kuantum dalam mendobrak paradigmaklasik inilah yang bisa diadopsi secara langsung dalam bidang keilmuan lain. Perjalanan para ilmuan fisika kuantum dalam menggali rasa penasaran mereka dan kegigihan unuk tidak pernah puas pada akhirnya membuahkan hasil yang berdampak besar bagi manusia dijabarkan dengan sangat menarik dalam buku ini, dan di kemas agar dapat di pahami bukan hanya oleh para fisikawan, namun juga untuk orang umum seperti saya.

•Jan 1, 2019•0 citations

Paradigma Teori Atom Lintas Waktu

Sujito Sujito, Sunardi Sunardi, Ma’ruf Ma’ruf +1 more

Teori atom merupakan teori yang dinamis dan terus berkembang sesuai dengan temuan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hasil penemuan dan pemikiran tentang membawa dampak yang cukup beragam bagi perkembangan manusia itu sendiri. Manusia dengan menggunakan nalarnya berusaha untuk menemukan hal-hal baru yang berpatokan filosofi. Pemikiran manusia tidak akan terlepas dari pandangan ontologis, epistemologis, aksiologis dan metodologis. Hasil pemikiran tersebut akan menimbulkan anomali atau penyimpangan dari umum. Akumulasi dari anomali-anomali tersebut akan menghasilkan revolusi sains. Sesuai dengan pemikiran Thomas Kun bahwa Sains (Ilmu Pengetahuan Alam) tidak selalu bersifat akumulatif, sehingga revolusi sains akan menyebabkan terjadinya perubahan paradigma baru. Perubahan paradigma tentang teori atom berangkat dari pemikiran yang dogmatis, kemudian terjadi terobosan-terobosan baru dalam revolusi sains. Ide-ide gila munculnya lagi dengan ditemukannya teori Mekanika Kuantum. Hal ini yang melatarbelakangi munculnya annihilasi materi yang berkembang menjadi teori penyusun atas materi dan segala sesuatu. Revolusi kuantum memberikan kesadaran pada umat manusia tentang kesesaran Tuhan yang luar biasa. Dengan kekuasaannya Tuhan menciptakan otak dan pikiran yang menyala menjadi berkah bagi manusia untuk meramal yang Ilahiyah menerobos misteri ciptaan-Nya sendiri. Kata Kunci: Atom, Klasik, Kuantum, Paradigma, Tuhan

Jurnal Filsafat Indonesia•May 16, 2019•5 citations

Memahami Peluang-peluang Quantum dalam Seni

Martinus Dwi Marianto

Tulisan ini merupakan tindak lanjut pelengkap dari tulisan penulis “Kajian QuantumUntuk Bidang Seni Rupa” yang dimuat di jurnal Ekspresi yang diterbitkan oleh LembagaPenelitian ISI Yogyakarta. Dalam tulisan sebelumnya penulis masih sebatas menawarkansuatu kajian yang didasarkan pada cara pandang atas realitas yang diadopsi dari temuantemuaneksperimental fisika quantum. Untuk melengkapi tulisan itu penulis menghadirkansatu cara pendekataa yang lebih praktikal dan opcrasional untuk memahami dan merefleksiseni. Pertama kali akan penulis kemukakan terlebih dahulu paradigma Fisika Klasik yangtelah berabad-abad pemikiran dan cara pandang masyarakat modern, lalu akan disusul dengancara pandang quantum yang mematahkan determinisme Fisika Klasik. Lalu akan penulispaparkan beberapa poin prinsipal dari Fisika Quantum yang penulis pandang layakdicermati. Poin-poin prinsipal ini kemudian akan dijelaskan dengan ilustrasi-ilustrasi yangdipetik dari kehidupan seni yangnyata. Dengan pemahaman quantum kita akan lebih mampusecara imajiner membayangkan potensi-potensi virtual seni atau peluang-peluang dalam karyaseni apapun, untuk selanjutnya dikaji, dan dipilih mana yang yang paling masuk akal danrealistik, bila ingin diaktualkan, baik secara lisan, tertulis, maupun grafis.

Ars Jurnal Seni Rupa dan Desain•Jan 1, 2004•1 citation

Penerobosan potensial perintang persegi inti atom oleh partikel alfa

Lyna Lyna

Menurut mekanika klasik, apabila seberkas partikel dengan energi E menumbuk dinding yang mempunyai potensial V dan E < V; maka seluruh partikel akan dipantulkan. Hal ini kurang sesuai dengan pandangan mekanika kuantum yang menyatakan bahwa ada peluang yang meskipun kecil namun tidak: nol bagi partikel tersebut untuk menerobos potensial perintang. Bertitik tolak dari latar belakang masalah di atas, maka permasalahan yang dikemukakan sebagai sumber penelitian adalah "Bagaimana konsep mekanika kuantum dapat menjelaskan peristiwa penerobosan potensial perintang persegi inti atom oleh partikel alfa" \nTujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan peristiwa penerobosan potensial perintang persegi inti atom oleh partikel alfa dengan konsep mekanika kuantum. Beberapa asumsi yang disamakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. \n• Inti radioaktif dapat dianggap terdiri dari sebuah partikel alfa dan sisa proton \nserta. neutron. \n• Partikel alfa terperangkap dalam sumur potensial yang disebabkan oleh sisa proton dan neutron tersebut. \n• Potensial yang memerangkap partikel alfa secara efektif dapat dianggap sebagai potensial persegi yang ketebalannya ditentukan oleh ukuran inti radioaktif hasil eksperimen. \n• Energi partikel alfa dalam inti dianggap sama depgan energi partikel alfa yang \ndipancarkan oleh inti tersebut. Besar energi ini dapat diperoleh dari hasil eksperimen. \nDengan bersumber dari beberapa pustaka, akhirnya dapat disimpulkan bahwa \n1. Partikel alfa mempunyai probabilitas untuk menerobos potensial perintang persegi inti atom meskipun energi partikel alfa lebih kecil daripada potensial perintang persegi inti atom. \n2. Besar kecilnya probabilitas penerobosan potensial perintang dipengaruhi oleh tinggi potensial perintang, lebar dinding potensial, dan energi partikel alfa. \nHasil ini dapat dipergunakan untuk memperkirakan waktu paruh nuklida dengan ketelitian yang cukup baik.

•Feb 3, 1999•0 citations

Asas mekanik kuantum edisi kedua

Saridan Wan Hassan, Wan Muhammad

Buku teks ini bertujuan untuk menunjukkan struktur dan kaedah-kaedah mekanik kuantum bagi semua kursus fizik atom, fizik nukleus atau fizik zarah tahun pertama ijazah sarjana muda. Ia tidak memerlukan pengetahuan asas tentang mekanik kuantum dan cuba mengelakkan matematik yang sukar. Langkah-langkah dalam penghujahan matematik dikemukakan dengan lengkap dan teratur. Buku ini menggunakan pendekatan logik dan dalam bab pertama pembaca diberikan tujuh postulat. Tidak ada perubahan utama dilakukan terhadap konsep-konsep asas ini dalam perlakuan selanjutnya. Mekanik klasik yang lumrah itu ditunjukkan sebagai suatu kes menghad. Setiap keputusan mekanik kuantum yang penting ditunjukkan sekurang-kurangnya oleh satu contoh fizik. Di samping memperkenalkan konsep-konsep asas, perkara-perkara utama beberapa topik lanjutan juga dikemukakan, seperti penggabungan momentum sudut, hubungan di antara penyerakan resonans dengan pereputan melalui pemancaran zarah, dan pengkuantuman medan sinaran.

Penerbit UTM eBooks•Jan 1, 1989•0 citations
Dalam pengalaman hidup sehari - hari terasa tidak ada hal yang "aneh" mengenai konsep gelombang dan partikel. Fisika klasik yang mencerminkan "kenyataan fisis" dari kesan penginderaan, memperlakukan partikel dan gelombang sebagai komponen yang terpisah dari kenyataan tersebut. Mekanika partikel dan optika gelombang secara tradisional merupakan disiplin yang bebas, masing-masing dengan serangkaian eksperimen dan prinsip - prinsip yang didasarkan atas hasil eksperimen itu. \n Kenyataan fisis yang ada timbul dari gejala yang terjadi dalam dunia mikroskopis dari atom dan molekul elektron dan inti namun didalam dunia mikroskopis ini tidak terdapat partikel atau gelombang dalam arti yang telah dikenal. Dianggap electron memiliki muatan dan massa, dan berperilaku menurut hukum mekanika partikel dalam alat - alat tertentu, misalnya tabung gambar televisi. Namun demikian, akan ditemui bahwa banyak kenyataan yang memaksa manusia untuk menafsirkan elektron yang bergerak sebagai suatu manifestasi gelombang sebanyak kenyataan lain yang memaksa manusia untuk menafsirkanya sebagai manifestasi partikel. Hal seperti ini terjadi pula dalam gelombang elektromagnetik. Bersama-sama dengan relativitas khusus, dualitas partikel gelombang merupakan pengertian sentral dalam fisika modern, dan sedikit sekali penalaran tentang dualitas partikel gelombang yang tidak mengambil kedua gagasan pokok tersebut.
Dualitas gelombang-partikel merupakan salah satu dari banyaknya fenomena aneh yang telah diamati pada dunia kuantum, dan ini sangat membutuhkan teori baru. Teori ini diajukan melalui metode metafisik yang didasarkan pada Alquran dan prinsip-prinsip keilmuan Islam, dilengkapi dengan argumen filosofis yang rasional. Menjelaskan ayat-ayat Alquran yang relevan, serta hubungan satu-ke-satu antara konsep berpasangan dan prinsip orang yang diwawancarai, akan membantu menjelaskan dualitas gelombang-partikel elektron secara rinci. Analisis ilmiah menunjukkan bahwa elektron dapat terdiri dari muatan satuan dan magnet permanen, yang semuanya mencerminkan perilaku dualitas gelombang-partikel yang diamati dalam eksperimen. Meskipun fisikawan saat ini hanya mempertimbangkan keberadaan magnet yang diinduksi medan magnet, dan keberadaan medan magnet disebabkan oleh perputaran elektron, sebuah teori baru berspekulasi bahwa ada juga medan magnet permanen baru-baru ini. Selain itu, pilihan muatan gerbang dan magnet permanen dapat dipilih sebagai energi potensial, yang juga dianggap sebagai energi titik nol yang mungkin, yang telah diamati ada tetapi belum dijelaskan dengan baik. Berdasarkan teori baru ini, persamaan matematika telah diturunkan untuk menghitung energi potensial elektron yang diasumsikan. Dalam hal ini, sains dan teknolog Islam tampaknya telah menunjukkan pentingnya eksplorasi dunia kuantum yang misterius.
Keberanian untuk mendobrak paradigma yang ada merupakan kunci dalam menciptakan perubahan. Sebagai seorang yang memiliki latar belakang dalam bidang teknik dan memilih terjun dalam dunia startup bisnis, saya sudah lama tidak menyentuh dunia fisika. Namun setelah membaca buku ini saya kembali menyadari bahwa perkembangan yang terjadi dalam dunia fisika sebenarnya ikut memberikan dampak dan dapat kita ambil hikmahnya dalam multidimensi keilmuan yang lain, termasuk dalam dunia bisnis starup. Dalam buku ini dijabarkan secara sangat lengkap dan menatik mengenai sejarah pendobrakan paham fisika klasik menuju fisika kuantum yang sangat panjang dan berliku. Setidaknya semangat para ilmuan fisika kuantum dalam mendobrak paradigmaklasik inilah yang bisa diadopsi secara langsung dalam bidang keilmuan lain. Perjalanan para ilmuan fisika kuantum dalam menggali rasa penasaran mereka dan kegigihan unuk tidak pernah puas pada akhirnya membuahkan hasil yang berdampak besar bagi manusia dijabarkan dengan sangat menarik dalam buku ini, dan di kemas agar dapat di pahami bukan hanya oleh para fisikawan, namun juga untuk orang umum seperti saya.
Teori atom merupakan teori yang dinamis dan terus berkembang sesuai dengan temuan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hasil penemuan dan pemikiran tentang membawa dampak yang cukup beragam bagi perkembangan manusia itu sendiri. Manusia dengan menggunakan nalarnya berusaha untuk menemukan hal-hal baru yang berpatokan filosofi. Pemikiran manusia tidak akan terlepas dari pandangan ontologis, epistemologis, aksiologis dan metodologis. Hasil pemikiran tersebut akan menimbulkan anomali atau penyimpangan dari umum. Akumulasi dari anomali-anomali tersebut akan menghasilkan revolusi sains. Sesuai dengan pemikiran Thomas Kun bahwa Sains (Ilmu Pengetahuan Alam) tidak selalu bersifat akumulatif, sehingga revolusi sains akan menyebabkan terjadinya perubahan paradigma baru. Perubahan paradigma tentang teori atom berangkat dari pemikiran yang dogmatis, kemudian terjadi terobosan-terobosan baru dalam revolusi sains. Ide-ide gila munculnya lagi dengan ditemukannya teori Mekanika Kuantum. Hal ini yang melatarbelakangi munculnya annihilasi materi yang berkembang menjadi teori penyusun atas materi dan segala sesuatu. Revolusi kuantum memberikan kesadaran pada umat manusia tentang kesesaran Tuhan yang luar biasa. Dengan kekuasaannya Tuhan menciptakan otak dan pikiran yang menyala menjadi berkah bagi manusia untuk meramal yang Ilahiyah menerobos misteri ciptaan-Nya sendiri. Kata Kunci: Atom, Klasik, Kuantum, Paradigma, Tuhan
Tulisan ini merupakan tindak lanjut pelengkap dari tulisan penulis “Kajian QuantumUntuk Bidang Seni Rupa” yang dimuat di jurnal Ekspresi yang diterbitkan oleh LembagaPenelitian ISI Yogyakarta. Dalam tulisan sebelumnya penulis masih sebatas menawarkansuatu kajian yang didasarkan pada cara pandang atas realitas yang diadopsi dari temuantemuaneksperimental fisika quantum. Untuk melengkapi tulisan itu penulis menghadirkansatu cara pendekataa yang lebih praktikal dan opcrasional untuk memahami dan merefleksiseni. Pertama kali akan penulis kemukakan terlebih dahulu paradigma Fisika Klasik yangtelah berabad-abad pemikiran dan cara pandang masyarakat modern, lalu akan disusul dengancara pandang quantum yang mematahkan determinisme Fisika Klasik. Lalu akan penulispaparkan beberapa poin prinsipal dari Fisika Quantum yang penulis pandang layakdicermati. Poin-poin prinsipal ini kemudian akan dijelaskan dengan ilustrasi-ilustrasi yangdipetik dari kehidupan seni yangnyata. Dengan pemahaman quantum kita akan lebih mampusecara imajiner membayangkan potensi-potensi virtual seni atau peluang-peluang dalam karyaseni apapun, untuk selanjutnya dikaji, dan dipilih mana yang yang paling masuk akal danrealistik, bila ingin diaktualkan, baik secara lisan, tertulis, maupun grafis.
Menurut mekanika klasik, apabila seberkas partikel dengan energi E menumbuk dinding yang mempunyai potensial V dan E < V; maka seluruh partikel akan dipantulkan. Hal ini kurang sesuai dengan pandangan mekanika kuantum yang menyatakan bahwa ada peluang yang meskipun kecil namun tidak: nol bagi partikel tersebut untuk menerobos potensial perintang. Bertitik tolak dari latar belakang masalah di atas, maka permasalahan yang dikemukakan sebagai sumber penelitian adalah "Bagaimana konsep mekanika kuantum dapat menjelaskan peristiwa penerobosan potensial perintang persegi inti atom oleh partikel alfa" \nTujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan peristiwa penerobosan potensial perintang persegi inti atom oleh partikel alfa dengan konsep mekanika kuantum. Beberapa asumsi yang disamakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. \n• Inti radioaktif dapat dianggap terdiri dari sebuah partikel alfa dan sisa proton \nserta. neutron. \n• Partikel alfa terperangkap dalam sumur potensial yang disebabkan oleh sisa proton dan neutron tersebut. \n• Potensial yang memerangkap partikel alfa secara efektif dapat dianggap sebagai potensial persegi yang ketebalannya ditentukan oleh ukuran inti radioaktif hasil eksperimen. \n• Energi partikel alfa dalam inti dianggap sama depgan energi partikel alfa yang \ndipancarkan oleh inti tersebut. Besar energi ini dapat diperoleh dari hasil eksperimen. \nDengan bersumber dari beberapa pustaka, akhirnya dapat disimpulkan bahwa \n1. Partikel alfa mempunyai probabilitas untuk menerobos potensial perintang persegi inti atom meskipun energi partikel alfa lebih kecil daripada potensial perintang persegi inti atom. \n2. Besar kecilnya probabilitas penerobosan potensial perintang dipengaruhi oleh tinggi potensial perintang, lebar dinding potensial, dan energi partikel alfa. \nHasil ini dapat dipergunakan untuk memperkirakan waktu paruh nuklida dengan ketelitian yang cukup baik.
Buku teks ini bertujuan untuk menunjukkan struktur dan kaedah-kaedah mekanik kuantum bagi semua kursus fizik atom, fizik nukleus atau fizik zarah tahun pertama ijazah sarjana muda. Ia tidak memerlukan pengetahuan asas tentang mekanik kuantum dan cuba mengelakkan matematik yang sukar. Langkah-langkah dalam penghujahan matematik dikemukakan dengan lengkap dan teratur. Buku ini menggunakan pendekatan logik dan dalam bab pertama pembaca diberikan tujuh postulat. Tidak ada perubahan utama dilakukan terhadap konsep-konsep asas ini dalam perlakuan selanjutnya. Mekanik klasik yang lumrah itu ditunjukkan sebagai suatu kes menghad. Setiap keputusan mekanik kuantum yang penting ditunjukkan sekurang-kurangnya oleh satu contoh fizik. Di samping memperkenalkan konsep-konsep asas, perkara-perkara utama beberapa topik lanjutan juga dikemukakan, seperti penggabungan momentum sudut, hubungan di antara penyerakan resonans dengan pereputan melalui pemancaran zarah, dan pengkuantuman medan sinaran.