Challenges
Datasets
Workspaces
Papers
Discussions
Leaderboard
Log inSign up
Challenges
Datasets
Workspaces
Papers
Discussions
Leaderboard
Blog
Job Board
Q3AS

© 2026 Aqora Quantum S.A.S.

TermsPrivacyLegal Notice

Bisikan dari Kuantum: Saat Partikel Terkecil Mengajarkan Manusia Arti Kebersamaan

Hermanto Budi

Published May 29, 2026• 0 citations
Publisher

Abstract

Selama seabad, Mekanika Kuantum dianggap sebagai cabang fisika paling "aneh" karena menantang intuisi akal sehat. Tulisan ini menawarkan pembacaan ulang: bahwa keanehan kuantum bukanlah cacat, melainkan sebuah bahasa. Sebuah "wahyu saintifik" yang pesannya justru sangat jelas dan fundamental. Melalui fenomena entanglement dan perilaku partikel elementer, alam di level terdalam sedang mengajarkan prinsip peradaban tertinggi: kebenaran, kebaikan, dan keterhubungan. Artikel ini mengajak sains dan kemanusiaan untuk pulang ke fitrah yang sama: bahwa kita semua terhubung.

DOI
10.5281/zenodo.20448984

Related papers

Teori Kuantum Baru yang Sesuai Sains dan Teknologi dengan Kaidah Ilmu Islam

Sri Watini, Viola Tashya Devana

Dualitas gelombang-partikel merupakan salah satu dari banyaknya fenomena aneh yang telah diamati pada dunia kuantum, dan ini sangat membutuhkan teori baru. Teori ini diajukan melalui metode metafisik yang didasarkan pada Alquran dan prinsip-prinsip keilmuan Islam, dilengkapi dengan argumen filosofis yang rasional. Menjelaskan ayat-ayat Alquran yang relevan, serta hubungan satu-ke-satu antara konsep berpasangan dan prinsip orang yang diwawancarai, akan membantu menjelaskan dualitas gelombang-partikel elektron secara rinci. Analisis ilmiah menunjukkan bahwa elektron dapat terdiri dari muatan satuan dan magnet permanen, yang semuanya mencerminkan perilaku dualitas gelombang-partikel yang diamati dalam eksperimen. Meskipun fisikawan saat ini hanya mempertimbangkan keberadaan magnet yang diinduksi medan magnet, dan keberadaan medan magnet disebabkan oleh perputaran elektron, sebuah teori baru berspekulasi bahwa ada juga medan magnet permanen baru-baru ini. Selain itu, pilihan muatan gerbang dan magnet permanen dapat dipilih sebagai energi potensial, yang juga dianggap sebagai energi titik nol yang mungkin, yang telah diamati ada tetapi belum dijelaskan dengan baik. Berdasarkan teori baru ini, persamaan matematika telah diturunkan untuk menghitung energi potensial elektron yang diasumsikan. Dalam hal ini, sains dan teknolog Islam tampaknya telah menunjukkan pentingnya eksplorasi dunia kuantum yang misterius.

ADI Bisnis Digital Interdisiplin Jurnal•Jun 22, 2021•15 citations

Fisika Kuantum: Sejarah Dan Kisah Inspiratif Para Tokohnya

Okky Fajar Tri Maryana, Yuant Tiandho

Keberanian untuk mendobrak paradigma yang ada merupakan kunci dalam menciptakan perubahan. Sebagai seorang yang memiliki latar belakang dalam bidang teknik dan memilih terjun dalam dunia startup bisnis, saya sudah lama tidak menyentuh dunia fisika. Namun setelah membaca buku ini saya kembali menyadari bahwa perkembangan yang terjadi dalam dunia fisika sebenarnya ikut memberikan dampak dan dapat kita ambil hikmahnya dalam multidimensi keilmuan yang lain, termasuk dalam dunia bisnis starup. Dalam buku ini dijabarkan secara sangat lengkap dan menatik mengenai sejarah pendobrakan paham fisika klasik menuju fisika kuantum yang sangat panjang dan berliku. Setidaknya semangat para ilmuan fisika kuantum dalam mendobrak paradigmaklasik inilah yang bisa diadopsi secara langsung dalam bidang keilmuan lain. Perjalanan para ilmuan fisika kuantum dalam menggali rasa penasaran mereka dan kegigihan unuk tidak pernah puas pada akhirnya membuahkan hasil yang berdampak besar bagi manusia dijabarkan dengan sangat menarik dalam buku ini, dan di kemas agar dapat di pahami bukan hanya oleh para fisikawan, namun juga untuk orang umum seperti saya.

•Jan 1, 2019•0 citations

Memahami Peluang-peluang Quantum dalam Seni

Martinus Dwi Marianto

Tulisan ini merupakan tindak lanjut pelengkap dari tulisan penulis “Kajian QuantumUntuk Bidang Seni Rupa” yang dimuat di jurnal Ekspresi yang diterbitkan oleh LembagaPenelitian ISI Yogyakarta. Dalam tulisan sebelumnya penulis masih sebatas menawarkansuatu kajian yang didasarkan pada cara pandang atas realitas yang diadopsi dari temuantemuaneksperimental fisika quantum. Untuk melengkapi tulisan itu penulis menghadirkansatu cara pendekataa yang lebih praktikal dan opcrasional untuk memahami dan merefleksiseni. Pertama kali akan penulis kemukakan terlebih dahulu paradigma Fisika Klasik yangtelah berabad-abad pemikiran dan cara pandang masyarakat modern, lalu akan disusul dengancara pandang quantum yang mematahkan determinisme Fisika Klasik. Lalu akan penulispaparkan beberapa poin prinsipal dari Fisika Quantum yang penulis pandang layakdicermati. Poin-poin prinsipal ini kemudian akan dijelaskan dengan ilustrasi-ilustrasi yangdipetik dari kehidupan seni yangnyata. Dengan pemahaman quantum kita akan lebih mampusecara imajiner membayangkan potensi-potensi virtual seni atau peluang-peluang dalam karyaseni apapun, untuk selanjutnya dikaji, dan dipilih mana yang yang paling masuk akal danrealistik, bila ingin diaktualkan, baik secara lisan, tertulis, maupun grafis.

Ars Jurnal Seni Rupa dan Desain•Jan 1, 2004•1 citation

Kajian mengenai sifat partikel gelombang melalui gejala efek fotolistrik dan efek compton

F.X. Budi Rido Hendrawan

Dalam pengalaman hidup sehari - hari terasa tidak ada hal yang "aneh" mengenai konsep gelombang dan partikel. Fisika klasik yang mencerminkan "kenyataan fisis" dari kesan penginderaan, memperlakukan partikel dan gelombang sebagai komponen yang terpisah dari kenyataan tersebut. Mekanika partikel dan optika gelombang secara tradisional merupakan disiplin yang bebas, masing-masing dengan serangkaian eksperimen dan prinsip - prinsip yang didasarkan atas hasil eksperimen itu. \n Kenyataan fisis yang ada timbul dari gejala yang terjadi dalam dunia mikroskopis dari atom dan molekul elektron dan inti namun didalam dunia mikroskopis ini tidak terdapat partikel atau gelombang dalam arti yang telah dikenal. Dianggap electron memiliki muatan dan massa, dan berperilaku menurut hukum mekanika partikel dalam alat - alat tertentu, misalnya tabung gambar televisi. Namun demikian, akan ditemui bahwa banyak kenyataan yang memaksa manusia untuk menafsirkan elektron yang bergerak sebagai suatu manifestasi gelombang sebanyak kenyataan lain yang memaksa manusia untuk menafsirkanya sebagai manifestasi partikel. Hal seperti ini terjadi pula dalam gelombang elektromagnetik. Bersama-sama dengan relativitas khusus, dualitas partikel gelombang merupakan pengertian sentral dalam fisika modern, dan sedikit sekali penalaran tentang dualitas partikel gelombang yang tidak mengambil kedua gagasan pokok tersebut.

•Aug 5, 1999•0 citations

Fisika Kuantum, Edisi Revisi 2

Agus Purwanto

Fisika yang berkembang sampai akhir abad sembilan belas dikenal sebagai fisika klasik dan mempunyai dua cabang utama yaitu mekanika klasik Newtonian dan teori medan elektromagnetik Maxwellian. Mekanika klasik dicirikan oleh kehadiran partikel sebagai sesuatu yang terkurung di dalam ruang. Istilah terkurung secara sederhana dapat dikatakan sebagai adanya batas yang jelas antara materi dan sesuatu di luar dirinya atau lingkungannya. Sedangkan medan elektromagnetik dicirikan oleh kuantitas medan dari gelombang yang menyebar di dalam ruang. Medan tersebar di dalam ruang bagai kabut dengan ketebalan yang berbeda dan menipis sampai akhirnya benar-benar lenyap. Batas antara ruang bermedan dan ruang tanpa medan tidak jelas atau kabur

•Sep 20, 2019•0 citations

Pengantar Fisika Kuantum

Pendidikan Fisika, Universitas Syiah Kuala, A. Halim

Buku ini diharapkan dapat membantu mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Fisika Kuantum memiliki pengetahuan dan pemahaman yang sama tentang konsep-konsep kuantum serta mengatasi kekurangan buku teks Fisika Kuantum berbahasa Indonesia. Isi buku Fisika Kuantum ini mencakup; keterbatasan mekanika klasik, fenomena kuantum, persamaan Schrodinger, aljabar operator dan prinsip simetris bola. Secara khusus buku ini diperuntukkan bagi mahasiswa Jurusan Fisika dan atau Jurusan Pendidikan Fisika semester V dan sedang mengambil mata kuliah Fisika Kuantum. Buku ini juga dapat digunakan oleh mahasiswa teknik elektron yang mengambil mata kuliah pengantar elektronika digital. Untuk kemudahan memahami konsep-konsep kuantum yang diuraikan dalam buku ini, diharapkan mahasiswa atau pengguna lainnya telah mempelajari buku Fisika Modern.

Syiah Kuala University Press eBooks•Jan 1, 2014•8 citations
Selama seabad, Mekanika Kuantum dianggap sebagai cabang fisika paling "aneh" karena menantang intuisi akal sehat. Tulisan ini menawarkan pembacaan ulang: bahwa keanehan kuantum bukanlah cacat, melainkan sebuah bahasa. Sebuah "wahyu saintifik" yang pesannya justru sangat jelas dan fundamental. Melalui fenomena entanglement dan perilaku partikel elementer, alam di level terdalam sedang mengajarkan prinsip peradaban tertinggi: kebenaran, kebaikan, dan keterhubungan. Artikel ini mengajak sains dan kemanusiaan untuk pulang ke fitrah yang sama: bahwa kita semua terhubung.
Dualitas gelombang-partikel merupakan salah satu dari banyaknya fenomena aneh yang telah diamati pada dunia kuantum, dan ini sangat membutuhkan teori baru. Teori ini diajukan melalui metode metafisik yang didasarkan pada Alquran dan prinsip-prinsip keilmuan Islam, dilengkapi dengan argumen filosofis yang rasional. Menjelaskan ayat-ayat Alquran yang relevan, serta hubungan satu-ke-satu antara konsep berpasangan dan prinsip orang yang diwawancarai, akan membantu menjelaskan dualitas gelombang-partikel elektron secara rinci. Analisis ilmiah menunjukkan bahwa elektron dapat terdiri dari muatan satuan dan magnet permanen, yang semuanya mencerminkan perilaku dualitas gelombang-partikel yang diamati dalam eksperimen. Meskipun fisikawan saat ini hanya mempertimbangkan keberadaan magnet yang diinduksi medan magnet, dan keberadaan medan magnet disebabkan oleh perputaran elektron, sebuah teori baru berspekulasi bahwa ada juga medan magnet permanen baru-baru ini. Selain itu, pilihan muatan gerbang dan magnet permanen dapat dipilih sebagai energi potensial, yang juga dianggap sebagai energi titik nol yang mungkin, yang telah diamati ada tetapi belum dijelaskan dengan baik. Berdasarkan teori baru ini, persamaan matematika telah diturunkan untuk menghitung energi potensial elektron yang diasumsikan. Dalam hal ini, sains dan teknolog Islam tampaknya telah menunjukkan pentingnya eksplorasi dunia kuantum yang misterius.
Keberanian untuk mendobrak paradigma yang ada merupakan kunci dalam menciptakan perubahan. Sebagai seorang yang memiliki latar belakang dalam bidang teknik dan memilih terjun dalam dunia startup bisnis, saya sudah lama tidak menyentuh dunia fisika. Namun setelah membaca buku ini saya kembali menyadari bahwa perkembangan yang terjadi dalam dunia fisika sebenarnya ikut memberikan dampak dan dapat kita ambil hikmahnya dalam multidimensi keilmuan yang lain, termasuk dalam dunia bisnis starup. Dalam buku ini dijabarkan secara sangat lengkap dan menatik mengenai sejarah pendobrakan paham fisika klasik menuju fisika kuantum yang sangat panjang dan berliku. Setidaknya semangat para ilmuan fisika kuantum dalam mendobrak paradigmaklasik inilah yang bisa diadopsi secara langsung dalam bidang keilmuan lain. Perjalanan para ilmuan fisika kuantum dalam menggali rasa penasaran mereka dan kegigihan unuk tidak pernah puas pada akhirnya membuahkan hasil yang berdampak besar bagi manusia dijabarkan dengan sangat menarik dalam buku ini, dan di kemas agar dapat di pahami bukan hanya oleh para fisikawan, namun juga untuk orang umum seperti saya.
Tulisan ini merupakan tindak lanjut pelengkap dari tulisan penulis “Kajian QuantumUntuk Bidang Seni Rupa” yang dimuat di jurnal Ekspresi yang diterbitkan oleh LembagaPenelitian ISI Yogyakarta. Dalam tulisan sebelumnya penulis masih sebatas menawarkansuatu kajian yang didasarkan pada cara pandang atas realitas yang diadopsi dari temuantemuaneksperimental fisika quantum. Untuk melengkapi tulisan itu penulis menghadirkansatu cara pendekataa yang lebih praktikal dan opcrasional untuk memahami dan merefleksiseni. Pertama kali akan penulis kemukakan terlebih dahulu paradigma Fisika Klasik yangtelah berabad-abad pemikiran dan cara pandang masyarakat modern, lalu akan disusul dengancara pandang quantum yang mematahkan determinisme Fisika Klasik. Lalu akan penulispaparkan beberapa poin prinsipal dari Fisika Quantum yang penulis pandang layakdicermati. Poin-poin prinsipal ini kemudian akan dijelaskan dengan ilustrasi-ilustrasi yangdipetik dari kehidupan seni yangnyata. Dengan pemahaman quantum kita akan lebih mampusecara imajiner membayangkan potensi-potensi virtual seni atau peluang-peluang dalam karyaseni apapun, untuk selanjutnya dikaji, dan dipilih mana yang yang paling masuk akal danrealistik, bila ingin diaktualkan, baik secara lisan, tertulis, maupun grafis.
Dalam pengalaman hidup sehari - hari terasa tidak ada hal yang "aneh" mengenai konsep gelombang dan partikel. Fisika klasik yang mencerminkan "kenyataan fisis" dari kesan penginderaan, memperlakukan partikel dan gelombang sebagai komponen yang terpisah dari kenyataan tersebut. Mekanika partikel dan optika gelombang secara tradisional merupakan disiplin yang bebas, masing-masing dengan serangkaian eksperimen dan prinsip - prinsip yang didasarkan atas hasil eksperimen itu. \n Kenyataan fisis yang ada timbul dari gejala yang terjadi dalam dunia mikroskopis dari atom dan molekul elektron dan inti namun didalam dunia mikroskopis ini tidak terdapat partikel atau gelombang dalam arti yang telah dikenal. Dianggap electron memiliki muatan dan massa, dan berperilaku menurut hukum mekanika partikel dalam alat - alat tertentu, misalnya tabung gambar televisi. Namun demikian, akan ditemui bahwa banyak kenyataan yang memaksa manusia untuk menafsirkan elektron yang bergerak sebagai suatu manifestasi gelombang sebanyak kenyataan lain yang memaksa manusia untuk menafsirkanya sebagai manifestasi partikel. Hal seperti ini terjadi pula dalam gelombang elektromagnetik. Bersama-sama dengan relativitas khusus, dualitas partikel gelombang merupakan pengertian sentral dalam fisika modern, dan sedikit sekali penalaran tentang dualitas partikel gelombang yang tidak mengambil kedua gagasan pokok tersebut.
Fisika yang berkembang sampai akhir abad sembilan belas dikenal sebagai fisika klasik dan mempunyai dua cabang utama yaitu mekanika klasik Newtonian dan teori medan elektromagnetik Maxwellian. Mekanika klasik dicirikan oleh kehadiran partikel sebagai sesuatu yang terkurung di dalam ruang. Istilah terkurung secara sederhana dapat dikatakan sebagai adanya batas yang jelas antara materi dan sesuatu di luar dirinya atau lingkungannya. Sedangkan medan elektromagnetik dicirikan oleh kuantitas medan dari gelombang yang menyebar di dalam ruang. Medan tersebar di dalam ruang bagai kabut dengan ketebalan yang berbeda dan menipis sampai akhirnya benar-benar lenyap. Batas antara ruang bermedan dan ruang tanpa medan tidak jelas atau kabur
Buku ini diharapkan dapat membantu mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Fisika Kuantum memiliki pengetahuan dan pemahaman yang sama tentang konsep-konsep kuantum serta mengatasi kekurangan buku teks Fisika Kuantum berbahasa Indonesia. Isi buku Fisika Kuantum ini mencakup; keterbatasan mekanika klasik, fenomena kuantum, persamaan Schrodinger, aljabar operator dan prinsip simetris bola. Secara khusus buku ini diperuntukkan bagi mahasiswa Jurusan Fisika dan atau Jurusan Pendidikan Fisika semester V dan sedang mengambil mata kuliah Fisika Kuantum. Buku ini juga dapat digunakan oleh mahasiswa teknik elektron yang mengambil mata kuliah pengantar elektronika digital. Untuk kemudahan memahami konsep-konsep kuantum yang diuraikan dalam buku ini, diharapkan mahasiswa atau pengguna lainnya telah mempelajari buku Fisika Modern.