Challenges
Datasets
Workspaces
Papers
Discussions
Leaderboard
Log inSign up
Challenges
Datasets
Workspaces
Papers
Discussions
Leaderboard
Blog
Job Board
Q3AS

© 2026 Aqora Quantum S.A.S.

TermsPrivacyLegal Notice

Jurnal Ilmiah ILKOMINFO - Ilmu Komputer & Informatika

Integrasi Teknologi Kuantum dan fiber Optik untuk Meningkatkan Keamanan dan Efisiensi Jaringan Masa Depan

Fauzan Prasetyo Eka Putra, Suhdi, Ahmad Ramadhani, Marzuq

Published Jul 1, 2025• 0 citations
Publisher

Abstract

Abstrak: Kemajuan teknologi komunikasi yang cepat menuntut sistem jaringan yang lebih cepat, lebih andal, dan aman. Jaringan tradisional berbasis tembaga tidak lagi memadai, yang mengarah pada adopsi serat optik secara luas untuk transmisi berkecepatan tinggi dan latensi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evolusi jaringan masa depan, dengan fokus pada transisi dari serat optik ke potensi komunikasi kuantum. Dengan menggunakan tinjauan literatur kualitatif dan simulasi terbatas, penelitian ini mengeksplorasi kekuatan dan keterbatasan kedua teknologi tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa serat optik tetap lebih unggul dalam hal stabilitas dan jangkauan, sementara komunikasi kuantum-melalui prinsip-prinsip seperti keterikatan dan Quantum Key Distribution (QKD)-menawarkan keamanan yang tak tertandingi. Integrasi kedua sistem ini muncul sebagai model hibrida yang menjanjikan. Kesimpulannya, fiber akan terus berfungsi sebagai tulang punggung dalam waktu dekat, tetapi jaringan kuantum siap untuk mendefinisikan kembali konektivitas masa depan dengan keamanan dan kemampuan beradaptasi yang ditingkatkan.Kata kunci: Quantum, Fiber, Masa Depan, Konektivitas, InovasiAbstract: The rapid advancement of communication technology demands faster, more reliable, and secure network systems. Traditional copper-based networks are no longer sufficient, leading to the widespread adoption of optical fiber for its high-speed and low-latency transmission. This study aims to analyze the evolution of future networks, focusing on the transition from fiber optics to the potential of quantum communication. Using qualitative literature review and limited simulation, the research explores the strengths and limitations of both technologies. Results show that fiber optics remains superior in stability and coverage, while quantum communication—through principles like entanglement and Quantum Key Distribution (QKD)—offers unmatched security. The integration of both systems emerges as a promising hybrid model. In conclusion, fiber will continue to serve as a backbone in the near term, but quantum networks are poised to redefine future connectivity with enhanced security and adaptability.Keywords: Quantum, Fiber, Future, Connectivity, Innovation

DOI
10.47324/ilkominfo.v8i2.342

Related papers

IMPLEMENTASI TEKNOLOGI QUANTUM CRYPTOGRAPHY UNTUK MENINGKATKAN KEAMANAN DALAM JARINGAN KOMPUTER DAN KEAMANAN KOMPUTER

Chaidir Chalaf Islamy, Rahmadani Suryanto Dwi Putra

Perkembangan tekonologi komputasi kuantum membawa tantangan besar bagi sistem keamanan informasi konvensional yang selama ini mengandalkan kompleksitas matematis, seperti RSA dan ECC. Munculnya algoritma kuantum seperti Shor’s algorithm berpotensi mengancam eksistensi metode kriptografi klasik. Dalam konteks ini, kriptografi kuantum hadir sebagai solusi inovatif dengan memanfaatkan prinsip-prinsip mekanika kuantum untuk menjamin keamanan data secara teoritis, bahkan terhadap penyerang dengan daya komputasi tak terbatas. Penelitian ini membahas implementasi teknologi Quantum Cryptography, khususnya protokol BB84 yang telah ditingkatkan, sebagai metode distribusi kunci rahasia yang aman pada jaringan komputer. Fokus utama adalah pada keamanan pertukaran kunci Quantum Key Distribution (QKD) serta efisiensi algoritma dalam lingkungan jaringan dengan keterbatasan sumber daya. Selain itu, penelitian ini juga meninjau penerapan kriptografi kuantum dalam berbagai konteks jaringan masa depan, termasuk Wireless Body Sensor Networks (WBSN), jaringan 5G, dan post-quantum networks, serta potensi integrasinya dalam infrastruktur keamanan digital di masa depan. Hasil pengujian Avalanche Effect, Hash Generation Time, dan Hash Verification Time menunjukkan bahwa kriptografi kuantum mampu memberikan performa keamanan yang lebih baik dibandingkan dengan metode kriptografi populer seperti RSA dan AES

Jurnal Mnemonic•Mar 16, 2026•0 citations

DESAIN INOVATIF SISTEM KEAMANAN SIBER BERBASIS KECERDASAN BUATAN MENGHADAPI TANTANGAN KOMPUTASI KUANTUM

Maria Atik Sunarti Ekowati, Sri Wening

Perkembangan komputasi kuantum memberikan potensi besar dalam bidang teknologi informasi, namun juga menimbulkan ancaman signifikan terhadap sistem keamanan siber yang ada saat ini. Sebagai respons terhadap tantangan ini, penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem keamanan siber inovatif yang berbasis kecerdasan buatan (AI) guna melawan ancaman komputasi kuantum. Metode yang digunakan melibatkan penerapan algoritma AI untuk mendeteksi dan merespons serangan kuantum secara dinamis, serta integrasi kriptografi pasca-kuantum untuk meningkatkan ketahanan sistem terhadap potensi peretasan. Penelitian ini juga mengeksplorasi penggunaan pembelajaran mesin untuk mengidentifikasi pola ancaman dan memperkuat sistem secara otomatis seiring waktu. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu mendeteksi ancaman kuantum dengan tingkat akurasi yang tinggi dan menawarkan solusi yang dapat diimplementasikan pada berbagai platform siber. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah kemajuan signifikan dalam pengembangan sistem keamanan yang lebih tangguh dan adaptif terhadap evolusi komputasi kuantum, membuka jalan bagi terciptanya infrastruktur digital yang lebih aman di masa depan

JURNAL ILMIAH SAINS TEKNOLOGI DAN INFORMASI•Apr 3, 2025•0 citations

Inovasi Dompet Digital Berbasis Kriptografi Kuantum untuk Keamanan Optimal

Muharrom Fatihaturrizqi

Perkembangan dompet digital sebagai bagian dari transformasi ekonomi digital global menghadirkan tantangan serius dalam hal keamanan, terutama dengan kemunculan komputer kuantum yang berpotensi menembus sistem enkripsi tradisional. Artikel ini mengkaji inovasi dompet digital berbasis kriptografi kuantum sebagai solusi strategis untuk mengantisipasi ancaman siber di masa depan. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi pustaka, penelitian ini mengeksplorasi dua pilar utama kriptografi kuantum, yaitu Quantum Key Distribution (QKD) dan Post-Quantum Cryptography (PQC), serta bagaimana keduanya diterapkan dalam sistem dompet digital hybrid. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi ini mampu meningkatkan keamanan hingga 99,8% dibandingkan algoritma konvensional, serta memberikan jaminan perlindungan jangka panjang terhadap data pengguna. Meskipun demikian, adopsi teknologi ini menghadapi tantangan berupa biaya tinggi, keterbatasan regulasi, dan kekurangan sumber daya manusia yang terampil. Di sisi lain, implementasi dompet kuantum diperkirakan akan memperkuat stabilitas ekonomi digital global, mendorong pertumbuhan pasar teknologi kuantum, serta membuka jutaan lapangan kerja baru. Temuan ini menggaris bawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat integrasi kriptografi kuantum dalam sistem keuangan digital secara luas.

Bersatu Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika•Aug 9, 2025•0 citations

TINJAUAN PERKEMBANGAN KOMPUTASI KUANTUM PADA PLATFORM CLOUD: PELUANG, TANTANGAN, DAN ARAH MASA DEPAN

Heru Triana, Arip Solehudin, Aditya Rizky Darmawan -

Komputasi kuantum berbasis cloud merupakan paradigma baru yang menggabungkan sumber daya kuantum dengan infrastruktur cloud klasik, memungkinkan akses luas tanpa kebutuhan investasi besar pada perangkat keras. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review (SLR) dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengidentifikasi dan mensintesis dua studi utama terkait integrasi dan perkembangan teknologi komputasi kuantum dalam lingkungan cloud computing. Analisis dilakukan melalui tiga tahap: analisis konten, perbandingan tematik, dan sintesis kritis dengan fokus pada arsitektur, kinerja, keamanan, serta arah masa depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur hibrida kuantum-klasik berbasis kontainer dan orkestrasi terdistribusi menjadi komponen kunci dalam pengembangan quantum cloud. Model Quantum-as-a-Service (QaaS) berpotensi menurunkan hambatan adopsi, terutama pada aplikasi seperti simulasi material, optimisasi kombinatorial, dan kriptografi kuantum. Namun, tantangan signifikan masih ada pada keterbatasan perangkat keras, kompleksitas integrasi sistem, serta kekurangan sumber daya manusia. Arah pengembangan ke depan mencakup standarisasi lintas vendor, co-design algoritma dan perangkat keras, serta transisi menuju kriptografi pasca-kuantum. Studi ini memberikan pemahaman menyeluruh tentang potensi, kendala, dan arah riset lanjutan dalam quantum cloud computing.

Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan•Jan 17, 2026•0 citations

Komputer Kuantum: Paradigma Baru dalam Evolusi Teknologi Komputasi

Afrizal Zein

Perkembangan teknologi komputasi telah mengalami kemajuan pesat, namun keterbatasan komputer klasik dalam menangani perhitungan eksponensial mendorong lahirnya paradigma baru, yaitu komputer kuantum. Berbasis prinsip mekanika kuantum, komputer kuantum menggunakan qubit yang memungkinkan superposisi dan keterikatan kuantum, memberikan potensi komputasi yang jauh lebih cepat dibandingkan komputer klasik. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk menganalisis perkembangan, tantangan, dan implementasi komputer kuantum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat kemajuan dalam jumlah qubit, efisiensi algoritma kuantum, dan teknik koreksi kesalahan, masih terdapat tantangan signifikan dalam kestabilan qubit serta infrastruktur pendukungnya. Beberapa sektor industri, seperti farmasi, keuangan, dan keamanan siber, telah mulai memanfaatkan komputer kuantum untuk menyelesaikan permasalahan kompleks yang sulit diselesaikan oleh komputer klasik. Oleh karena itu, penelitian dan pengembangan lebih lanjut diperlukan untuk mewujudkan potensi penuh teknologi ini dalam berbagai bidang.

Engineering and Technology International Journal•Mar 16, 2025•0 citations

Studi Komparasi Teknik Efisiensi Penggunaan Energi pada Komputasi Kuantum dan Pemanfaatan Teknologi AI

Jarwo

Paradigma komputasi saat ini menghadapi tantangan besar terkait keterbatasan skalabilitas daya dan efisiensi algoritma pada sistem klasik, di mana konsumsi energi superkomputer (HPC) meningkat secara eksponensial seiring kompleksitas masalah. Komputasi kuantum hadir sebagai solusi futuristik dengan efisiensi algoritma radikal, namun menghadapi paradoks inefisiensi termal pada sistem pendukung kriogenik. Penelitian ini merupakan studi komparasi yang mengevaluasi berbagai teknik efisiensi energi, mulai dari optimalisasi sistem pendingin hingga arsitektur perangkat keras. Hasil studi menunjukkan bahwa inovasi pada kabel koaksial superkonduktor dan kontrol optik dapat mengurangi beban panas secara drastis. Selain itu, penerapan algoritma hybrid seperti VQE dan QAOA serta peningkatan kesetiaan gerbang (gate fidelity) terbukti mampu menekan waktu operasional dan jumlah pengulangan komputasi, yang secara langsung meningkatkan efisiensi energi sistem. Studi ini menyimpulkan bahwa diversifikasi arsitektur berbasis fotonik dan ion terperangkap menawarkan jalur yang lebih berkelanjutan bagi integrasi teknologi kuantum dan AI di masa depan.

Jurnal Aplikasi Sistem dan Teknik Informatika Pomosda (JASTIP)•Apr 14, 2026•0 citations
Abstrak: Kemajuan teknologi komunikasi yang cepat menuntut sistem jaringan yang lebih cepat, lebih andal, dan aman. Jaringan tradisional berbasis tembaga tidak lagi memadai, yang mengarah pada adopsi serat optik secara luas untuk transmisi berkecepatan tinggi dan latensi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evolusi jaringan masa depan, dengan fokus pada transisi dari serat optik ke potensi komunikasi kuantum. Dengan menggunakan tinjauan literatur kualitatif dan simulasi terbatas, penelitian ini mengeksplorasi kekuatan dan keterbatasan kedua teknologi tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa serat optik tetap lebih unggul dalam hal stabilitas dan jangkauan, sementara komunikasi kuantum-melalui prinsip-prinsip seperti keterikatan dan Quantum Key Distribution (QKD)-menawarkan keamanan yang tak tertandingi. Integrasi kedua sistem ini muncul sebagai model hibrida yang menjanjikan. Kesimpulannya, fiber akan terus berfungsi sebagai tulang punggung dalam waktu dekat, tetapi jaringan kuantum siap untuk mendefinisikan kembali konektivitas masa depan dengan keamanan dan kemampuan beradaptasi yang ditingkatkan.Kata kunci: Quantum, Fiber, Masa Depan, Konektivitas, InovasiAbstract: The rapid advancement of communication technology demands faster, more reliable, and secure network systems. Traditional copper-based networks are no longer sufficient, leading to the widespread adoption of optical fiber for its high-speed and low-latency transmission. This study aims to analyze the evolution of future networks, focusing on the transition from fiber optics to the potential of quantum communication. Using qualitative literature review and limited simulation, the research explores the strengths and limitations of both technologies. Results show that fiber optics remains superior in stability and coverage, while quantum communication—through principles like entanglement and Quantum Key Distribution (QKD)—offers unmatched security. The integration of both systems emerges as a promising hybrid model. In conclusion, fiber will continue to serve as a backbone in the near term, but quantum networks are poised to redefine future connectivity with enhanced security and adaptability.Keywords: Quantum, Fiber, Future, Connectivity, Innovation
Perkembangan tekonologi komputasi kuantum membawa tantangan besar bagi sistem keamanan informasi konvensional yang selama ini mengandalkan kompleksitas matematis, seperti RSA dan ECC. Munculnya algoritma kuantum seperti Shor’s algorithm berpotensi mengancam eksistensi metode kriptografi klasik. Dalam konteks ini, kriptografi kuantum hadir sebagai solusi inovatif dengan memanfaatkan prinsip-prinsip mekanika kuantum untuk menjamin keamanan data secara teoritis, bahkan terhadap penyerang dengan daya komputasi tak terbatas. Penelitian ini membahas implementasi teknologi Quantum Cryptography, khususnya protokol BB84 yang telah ditingkatkan, sebagai metode distribusi kunci rahasia yang aman pada jaringan komputer. Fokus utama adalah pada keamanan pertukaran kunci Quantum Key Distribution (QKD) serta efisiensi algoritma dalam lingkungan jaringan dengan keterbatasan sumber daya. Selain itu, penelitian ini juga meninjau penerapan kriptografi kuantum dalam berbagai konteks jaringan masa depan, termasuk Wireless Body Sensor Networks (WBSN), jaringan 5G, dan post-quantum networks, serta potensi integrasinya dalam infrastruktur keamanan digital di masa depan. Hasil pengujian Avalanche Effect, Hash Generation Time, dan Hash Verification Time menunjukkan bahwa kriptografi kuantum mampu memberikan performa keamanan yang lebih baik dibandingkan dengan metode kriptografi populer seperti RSA dan AES
Perkembangan komputasi kuantum memberikan potensi besar dalam bidang teknologi informasi, namun juga menimbulkan ancaman signifikan terhadap sistem keamanan siber yang ada saat ini. Sebagai respons terhadap tantangan ini, penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem keamanan siber inovatif yang berbasis kecerdasan buatan (AI) guna melawan ancaman komputasi kuantum. Metode yang digunakan melibatkan penerapan algoritma AI untuk mendeteksi dan merespons serangan kuantum secara dinamis, serta integrasi kriptografi pasca-kuantum untuk meningkatkan ketahanan sistem terhadap potensi peretasan. Penelitian ini juga mengeksplorasi penggunaan pembelajaran mesin untuk mengidentifikasi pola ancaman dan memperkuat sistem secara otomatis seiring waktu. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu mendeteksi ancaman kuantum dengan tingkat akurasi yang tinggi dan menawarkan solusi yang dapat diimplementasikan pada berbagai platform siber. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah kemajuan signifikan dalam pengembangan sistem keamanan yang lebih tangguh dan adaptif terhadap evolusi komputasi kuantum, membuka jalan bagi terciptanya infrastruktur digital yang lebih aman di masa depan
Perkembangan dompet digital sebagai bagian dari transformasi ekonomi digital global menghadirkan tantangan serius dalam hal keamanan, terutama dengan kemunculan komputer kuantum yang berpotensi menembus sistem enkripsi tradisional. Artikel ini mengkaji inovasi dompet digital berbasis kriptografi kuantum sebagai solusi strategis untuk mengantisipasi ancaman siber di masa depan. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi pustaka, penelitian ini mengeksplorasi dua pilar utama kriptografi kuantum, yaitu Quantum Key Distribution (QKD) dan Post-Quantum Cryptography (PQC), serta bagaimana keduanya diterapkan dalam sistem dompet digital hybrid. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi ini mampu meningkatkan keamanan hingga 99,8% dibandingkan algoritma konvensional, serta memberikan jaminan perlindungan jangka panjang terhadap data pengguna. Meskipun demikian, adopsi teknologi ini menghadapi tantangan berupa biaya tinggi, keterbatasan regulasi, dan kekurangan sumber daya manusia yang terampil. Di sisi lain, implementasi dompet kuantum diperkirakan akan memperkuat stabilitas ekonomi digital global, mendorong pertumbuhan pasar teknologi kuantum, serta membuka jutaan lapangan kerja baru. Temuan ini menggaris bawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat integrasi kriptografi kuantum dalam sistem keuangan digital secara luas.
Komputasi kuantum berbasis cloud merupakan paradigma baru yang menggabungkan sumber daya kuantum dengan infrastruktur cloud klasik, memungkinkan akses luas tanpa kebutuhan investasi besar pada perangkat keras. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review (SLR) dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengidentifikasi dan mensintesis dua studi utama terkait integrasi dan perkembangan teknologi komputasi kuantum dalam lingkungan cloud computing. Analisis dilakukan melalui tiga tahap: analisis konten, perbandingan tematik, dan sintesis kritis dengan fokus pada arsitektur, kinerja, keamanan, serta arah masa depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur hibrida kuantum-klasik berbasis kontainer dan orkestrasi terdistribusi menjadi komponen kunci dalam pengembangan quantum cloud. Model Quantum-as-a-Service (QaaS) berpotensi menurunkan hambatan adopsi, terutama pada aplikasi seperti simulasi material, optimisasi kombinatorial, dan kriptografi kuantum. Namun, tantangan signifikan masih ada pada keterbatasan perangkat keras, kompleksitas integrasi sistem, serta kekurangan sumber daya manusia. Arah pengembangan ke depan mencakup standarisasi lintas vendor, co-design algoritma dan perangkat keras, serta transisi menuju kriptografi pasca-kuantum. Studi ini memberikan pemahaman menyeluruh tentang potensi, kendala, dan arah riset lanjutan dalam quantum cloud computing.
Perkembangan teknologi komputasi telah mengalami kemajuan pesat, namun keterbatasan komputer klasik dalam menangani perhitungan eksponensial mendorong lahirnya paradigma baru, yaitu komputer kuantum. Berbasis prinsip mekanika kuantum, komputer kuantum menggunakan qubit yang memungkinkan superposisi dan keterikatan kuantum, memberikan potensi komputasi yang jauh lebih cepat dibandingkan komputer klasik. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk menganalisis perkembangan, tantangan, dan implementasi komputer kuantum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat kemajuan dalam jumlah qubit, efisiensi algoritma kuantum, dan teknik koreksi kesalahan, masih terdapat tantangan signifikan dalam kestabilan qubit serta infrastruktur pendukungnya. Beberapa sektor industri, seperti farmasi, keuangan, dan keamanan siber, telah mulai memanfaatkan komputer kuantum untuk menyelesaikan permasalahan kompleks yang sulit diselesaikan oleh komputer klasik. Oleh karena itu, penelitian dan pengembangan lebih lanjut diperlukan untuk mewujudkan potensi penuh teknologi ini dalam berbagai bidang.
Paradigma komputasi saat ini menghadapi tantangan besar terkait keterbatasan skalabilitas daya dan efisiensi algoritma pada sistem klasik, di mana konsumsi energi superkomputer (HPC) meningkat secara eksponensial seiring kompleksitas masalah. Komputasi kuantum hadir sebagai solusi futuristik dengan efisiensi algoritma radikal, namun menghadapi paradoks inefisiensi termal pada sistem pendukung kriogenik. Penelitian ini merupakan studi komparasi yang mengevaluasi berbagai teknik efisiensi energi, mulai dari optimalisasi sistem pendingin hingga arsitektur perangkat keras. Hasil studi menunjukkan bahwa inovasi pada kabel koaksial superkonduktor dan kontrol optik dapat mengurangi beban panas secara drastis. Selain itu, penerapan algoritma hybrid seperti VQE dan QAOA serta peningkatan kesetiaan gerbang (gate fidelity) terbukti mampu menekan waktu operasional dan jumlah pengulangan komputasi, yang secara langsung meningkatkan efisiensi energi sistem. Studi ini menyimpulkan bahwa diversifikasi arsitektur berbasis fotonik dan ion terperangkap menawarkan jalur yang lebih berkelanjutan bagi integrasi teknologi kuantum dan AI di masa depan.