Challenges
Datasets
Workspaces
Papers
Discussions
Leaderboard
Log inSign up
Challenges
Datasets
Workspaces
Papers
Discussions
Leaderboard
Blog
Job Board
Q3AS

© 2026 Aqora Quantum S.A.S.

TermsPrivacyLegal Notice

Engineering and Technology International Journal

Komputer Kuantum: Paradigma Baru dalam Evolusi Teknologi Komputasi

Afrizal Zein

Published Mar 16, 2025• 0 citations
Publisher

Abstract

Perkembangan teknologi komputasi telah mengalami kemajuan pesat, namun keterbatasan komputer klasik dalam menangani perhitungan eksponensial mendorong lahirnya paradigma baru, yaitu komputer kuantum. Berbasis prinsip mekanika kuantum, komputer kuantum menggunakan qubit yang memungkinkan superposisi dan keterikatan kuantum, memberikan potensi komputasi yang jauh lebih cepat dibandingkan komputer klasik. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk menganalisis perkembangan, tantangan, dan implementasi komputer kuantum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat kemajuan dalam jumlah qubit, efisiensi algoritma kuantum, dan teknik koreksi kesalahan, masih terdapat tantangan signifikan dalam kestabilan qubit serta infrastruktur pendukungnya. Beberapa sektor industri, seperti farmasi, keuangan, dan keamanan siber, telah mulai memanfaatkan komputer kuantum untuk menyelesaikan permasalahan kompleks yang sulit diselesaikan oleh komputer klasik. Oleh karena itu, penelitian dan pengembangan lebih lanjut diperlukan untuk mewujudkan potensi penuh teknologi ini dalam berbagai bidang.

DOI
10.55642/eatij.v7i01.963

Related papers

DESAIN INOVATIF SISTEM KEAMANAN SIBER BERBASIS KECERDASAN BUATAN MENGHADAPI TANTANGAN KOMPUTASI KUANTUM

Maria Atik Sunarti Ekowati, Sri Wening

Perkembangan komputasi kuantum memberikan potensi besar dalam bidang teknologi informasi, namun juga menimbulkan ancaman signifikan terhadap sistem keamanan siber yang ada saat ini. Sebagai respons terhadap tantangan ini, penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem keamanan siber inovatif yang berbasis kecerdasan buatan (AI) guna melawan ancaman komputasi kuantum. Metode yang digunakan melibatkan penerapan algoritma AI untuk mendeteksi dan merespons serangan kuantum secara dinamis, serta integrasi kriptografi pasca-kuantum untuk meningkatkan ketahanan sistem terhadap potensi peretasan. Penelitian ini juga mengeksplorasi penggunaan pembelajaran mesin untuk mengidentifikasi pola ancaman dan memperkuat sistem secara otomatis seiring waktu. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu mendeteksi ancaman kuantum dengan tingkat akurasi yang tinggi dan menawarkan solusi yang dapat diimplementasikan pada berbagai platform siber. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah kemajuan signifikan dalam pengembangan sistem keamanan yang lebih tangguh dan adaptif terhadap evolusi komputasi kuantum, membuka jalan bagi terciptanya infrastruktur digital yang lebih aman di masa depan

JURNAL ILMIAH SAINS TEKNOLOGI DAN INFORMASI•Apr 3, 2025•0 citations

TINJAUAN PERKEMBANGAN KOMPUTASI KUANTUM PADA PLATFORM CLOUD: PELUANG, TANTANGAN, DAN ARAH MASA DEPAN

Heru Triana, Arip Solehudin, Aditya Rizky Darmawan -

Komputasi kuantum berbasis cloud merupakan paradigma baru yang menggabungkan sumber daya kuantum dengan infrastruktur cloud klasik, memungkinkan akses luas tanpa kebutuhan investasi besar pada perangkat keras. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review (SLR) dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengidentifikasi dan mensintesis dua studi utama terkait integrasi dan perkembangan teknologi komputasi kuantum dalam lingkungan cloud computing. Analisis dilakukan melalui tiga tahap: analisis konten, perbandingan tematik, dan sintesis kritis dengan fokus pada arsitektur, kinerja, keamanan, serta arah masa depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur hibrida kuantum-klasik berbasis kontainer dan orkestrasi terdistribusi menjadi komponen kunci dalam pengembangan quantum cloud. Model Quantum-as-a-Service (QaaS) berpotensi menurunkan hambatan adopsi, terutama pada aplikasi seperti simulasi material, optimisasi kombinatorial, dan kriptografi kuantum. Namun, tantangan signifikan masih ada pada keterbatasan perangkat keras, kompleksitas integrasi sistem, serta kekurangan sumber daya manusia. Arah pengembangan ke depan mencakup standarisasi lintas vendor, co-design algoritma dan perangkat keras, serta transisi menuju kriptografi pasca-kuantum. Studi ini memberikan pemahaman menyeluruh tentang potensi, kendala, dan arah riset lanjutan dalam quantum cloud computing.

Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan•Jan 17, 2026•0 citations

Studi Komparasi Teknik Efisiensi Penggunaan Energi pada Komputasi Kuantum dan Pemanfaatan Teknologi AI

Jarwo

Paradigma komputasi saat ini menghadapi tantangan besar terkait keterbatasan skalabilitas daya dan efisiensi algoritma pada sistem klasik, di mana konsumsi energi superkomputer (HPC) meningkat secara eksponensial seiring kompleksitas masalah. Komputasi kuantum hadir sebagai solusi futuristik dengan efisiensi algoritma radikal, namun menghadapi paradoks inefisiensi termal pada sistem pendukung kriogenik. Penelitian ini merupakan studi komparasi yang mengevaluasi berbagai teknik efisiensi energi, mulai dari optimalisasi sistem pendingin hingga arsitektur perangkat keras. Hasil studi menunjukkan bahwa inovasi pada kabel koaksial superkonduktor dan kontrol optik dapat mengurangi beban panas secara drastis. Selain itu, penerapan algoritma hybrid seperti VQE dan QAOA serta peningkatan kesetiaan gerbang (gate fidelity) terbukti mampu menekan waktu operasional dan jumlah pengulangan komputasi, yang secara langsung meningkatkan efisiensi energi sistem. Studi ini menyimpulkan bahwa diversifikasi arsitektur berbasis fotonik dan ion terperangkap menawarkan jalur yang lebih berkelanjutan bagi integrasi teknologi kuantum dan AI di masa depan.

Jurnal Aplikasi Sistem dan Teknik Informatika Pomosda (JASTIP)•Apr 14, 2026•0 citations

Kajian Tentang Komputer Kuantum Sebagai Pengganti Komputer Konvensional Di Masa Depan

Herlambang Saputra

Peran teknologi dalam pengembangan teknologi informasi (IT,  information technology), sudah tidak diragukan lagi. Teknologi komputer merupakan salah satu teknologi yang paling cepat mengalami perkembangan dan kemajuan. Komputer yang nantinya layak untuk benar-benar disebut sebagai Komputer Super ini adalah Komputer Kuantum.  Quantum Computer atau komputer kuantum memanfaatkan fenomena ‘aneh’ yang disebut sebagai superposisi. Komputer kuantum tidak menggunakan Bits tetapi QUBITS (Quantum Bits) dan komputer digital melakukan perhitungan secara linier, sedangkan komputer kuantum melakukan semua perhitungan secarabersamaan (simultan). Pada komputer kuantum juga terdapat beberapa gate seperti yang terdapat pada komputer konvensional yang berfungsi dalam pengaturan  qubit. Saat ini perkembangan teknologi sudah menghasilkan komputer kuantum sampai 7 qubit, tetapi menurut penelitian dan analisa yang ada, dalam beberapa tahun mendatang teknologi komputer kuantum bisa mencapai 100 qubit.

•Nov 21, 2013•4 citations

IMPLEMENTASI TEKNOLOGI QUANTUM CRYPTOGRAPHY UNTUK MENINGKATKAN KEAMANAN DALAM JARINGAN KOMPUTER DAN KEAMANAN KOMPUTER

Chaidir Chalaf Islamy, Rahmadani Suryanto Dwi Putra

Perkembangan tekonologi komputasi kuantum membawa tantangan besar bagi sistem keamanan informasi konvensional yang selama ini mengandalkan kompleksitas matematis, seperti RSA dan ECC. Munculnya algoritma kuantum seperti Shor’s algorithm berpotensi mengancam eksistensi metode kriptografi klasik. Dalam konteks ini, kriptografi kuantum hadir sebagai solusi inovatif dengan memanfaatkan prinsip-prinsip mekanika kuantum untuk menjamin keamanan data secara teoritis, bahkan terhadap penyerang dengan daya komputasi tak terbatas. Penelitian ini membahas implementasi teknologi Quantum Cryptography, khususnya protokol BB84 yang telah ditingkatkan, sebagai metode distribusi kunci rahasia yang aman pada jaringan komputer. Fokus utama adalah pada keamanan pertukaran kunci Quantum Key Distribution (QKD) serta efisiensi algoritma dalam lingkungan jaringan dengan keterbatasan sumber daya. Selain itu, penelitian ini juga meninjau penerapan kriptografi kuantum dalam berbagai konteks jaringan masa depan, termasuk Wireless Body Sensor Networks (WBSN), jaringan 5G, dan post-quantum networks, serta potensi integrasinya dalam infrastruktur keamanan digital di masa depan. Hasil pengujian Avalanche Effect, Hash Generation Time, dan Hash Verification Time menunjukkan bahwa kriptografi kuantum mampu memberikan performa keamanan yang lebih baik dibandingkan dengan metode kriptografi populer seperti RSA dan AES

Jurnal Mnemonic•Mar 16, 2026•0 citations

Inovasi Dompet Digital Berbasis Kriptografi Kuantum untuk Keamanan Optimal

Muharrom Fatihaturrizqi

Perkembangan dompet digital sebagai bagian dari transformasi ekonomi digital global menghadirkan tantangan serius dalam hal keamanan, terutama dengan kemunculan komputer kuantum yang berpotensi menembus sistem enkripsi tradisional. Artikel ini mengkaji inovasi dompet digital berbasis kriptografi kuantum sebagai solusi strategis untuk mengantisipasi ancaman siber di masa depan. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi pustaka, penelitian ini mengeksplorasi dua pilar utama kriptografi kuantum, yaitu Quantum Key Distribution (QKD) dan Post-Quantum Cryptography (PQC), serta bagaimana keduanya diterapkan dalam sistem dompet digital hybrid. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi ini mampu meningkatkan keamanan hingga 99,8% dibandingkan algoritma konvensional, serta memberikan jaminan perlindungan jangka panjang terhadap data pengguna. Meskipun demikian, adopsi teknologi ini menghadapi tantangan berupa biaya tinggi, keterbatasan regulasi, dan kekurangan sumber daya manusia yang terampil. Di sisi lain, implementasi dompet kuantum diperkirakan akan memperkuat stabilitas ekonomi digital global, mendorong pertumbuhan pasar teknologi kuantum, serta membuka jutaan lapangan kerja baru. Temuan ini menggaris bawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat integrasi kriptografi kuantum dalam sistem keuangan digital secara luas.

Bersatu Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika•Aug 9, 2025•0 citations
Perkembangan teknologi komputasi telah mengalami kemajuan pesat, namun keterbatasan komputer klasik dalam menangani perhitungan eksponensial mendorong lahirnya paradigma baru, yaitu komputer kuantum. Berbasis prinsip mekanika kuantum, komputer kuantum menggunakan qubit yang memungkinkan superposisi dan keterikatan kuantum, memberikan potensi komputasi yang jauh lebih cepat dibandingkan komputer klasik. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk menganalisis perkembangan, tantangan, dan implementasi komputer kuantum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat kemajuan dalam jumlah qubit, efisiensi algoritma kuantum, dan teknik koreksi kesalahan, masih terdapat tantangan signifikan dalam kestabilan qubit serta infrastruktur pendukungnya. Beberapa sektor industri, seperti farmasi, keuangan, dan keamanan siber, telah mulai memanfaatkan komputer kuantum untuk menyelesaikan permasalahan kompleks yang sulit diselesaikan oleh komputer klasik. Oleh karena itu, penelitian dan pengembangan lebih lanjut diperlukan untuk mewujudkan potensi penuh teknologi ini dalam berbagai bidang.
Perkembangan komputasi kuantum memberikan potensi besar dalam bidang teknologi informasi, namun juga menimbulkan ancaman signifikan terhadap sistem keamanan siber yang ada saat ini. Sebagai respons terhadap tantangan ini, penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem keamanan siber inovatif yang berbasis kecerdasan buatan (AI) guna melawan ancaman komputasi kuantum. Metode yang digunakan melibatkan penerapan algoritma AI untuk mendeteksi dan merespons serangan kuantum secara dinamis, serta integrasi kriptografi pasca-kuantum untuk meningkatkan ketahanan sistem terhadap potensi peretasan. Penelitian ini juga mengeksplorasi penggunaan pembelajaran mesin untuk mengidentifikasi pola ancaman dan memperkuat sistem secara otomatis seiring waktu. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu mendeteksi ancaman kuantum dengan tingkat akurasi yang tinggi dan menawarkan solusi yang dapat diimplementasikan pada berbagai platform siber. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah kemajuan signifikan dalam pengembangan sistem keamanan yang lebih tangguh dan adaptif terhadap evolusi komputasi kuantum, membuka jalan bagi terciptanya infrastruktur digital yang lebih aman di masa depan
Komputasi kuantum berbasis cloud merupakan paradigma baru yang menggabungkan sumber daya kuantum dengan infrastruktur cloud klasik, memungkinkan akses luas tanpa kebutuhan investasi besar pada perangkat keras. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review (SLR) dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengidentifikasi dan mensintesis dua studi utama terkait integrasi dan perkembangan teknologi komputasi kuantum dalam lingkungan cloud computing. Analisis dilakukan melalui tiga tahap: analisis konten, perbandingan tematik, dan sintesis kritis dengan fokus pada arsitektur, kinerja, keamanan, serta arah masa depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur hibrida kuantum-klasik berbasis kontainer dan orkestrasi terdistribusi menjadi komponen kunci dalam pengembangan quantum cloud. Model Quantum-as-a-Service (QaaS) berpotensi menurunkan hambatan adopsi, terutama pada aplikasi seperti simulasi material, optimisasi kombinatorial, dan kriptografi kuantum. Namun, tantangan signifikan masih ada pada keterbatasan perangkat keras, kompleksitas integrasi sistem, serta kekurangan sumber daya manusia. Arah pengembangan ke depan mencakup standarisasi lintas vendor, co-design algoritma dan perangkat keras, serta transisi menuju kriptografi pasca-kuantum. Studi ini memberikan pemahaman menyeluruh tentang potensi, kendala, dan arah riset lanjutan dalam quantum cloud computing.
Paradigma komputasi saat ini menghadapi tantangan besar terkait keterbatasan skalabilitas daya dan efisiensi algoritma pada sistem klasik, di mana konsumsi energi superkomputer (HPC) meningkat secara eksponensial seiring kompleksitas masalah. Komputasi kuantum hadir sebagai solusi futuristik dengan efisiensi algoritma radikal, namun menghadapi paradoks inefisiensi termal pada sistem pendukung kriogenik. Penelitian ini merupakan studi komparasi yang mengevaluasi berbagai teknik efisiensi energi, mulai dari optimalisasi sistem pendingin hingga arsitektur perangkat keras. Hasil studi menunjukkan bahwa inovasi pada kabel koaksial superkonduktor dan kontrol optik dapat mengurangi beban panas secara drastis. Selain itu, penerapan algoritma hybrid seperti VQE dan QAOA serta peningkatan kesetiaan gerbang (gate fidelity) terbukti mampu menekan waktu operasional dan jumlah pengulangan komputasi, yang secara langsung meningkatkan efisiensi energi sistem. Studi ini menyimpulkan bahwa diversifikasi arsitektur berbasis fotonik dan ion terperangkap menawarkan jalur yang lebih berkelanjutan bagi integrasi teknologi kuantum dan AI di masa depan.
Peran teknologi dalam pengembangan teknologi informasi (IT,  information technology), sudah tidak diragukan lagi. Teknologi komputer merupakan salah satu teknologi yang paling cepat mengalami perkembangan dan kemajuan. Komputer yang nantinya layak untuk benar-benar disebut sebagai Komputer Super ini adalah Komputer Kuantum.  Quantum Computer atau komputer kuantum memanfaatkan fenomena ‘aneh’ yang disebut sebagai superposisi. Komputer kuantum tidak menggunakan Bits tetapi QUBITS (Quantum Bits) dan komputer digital melakukan perhitungan secara linier, sedangkan komputer kuantum melakukan semua perhitungan secarabersamaan (simultan). Pada komputer kuantum juga terdapat beberapa gate seperti yang terdapat pada komputer konvensional yang berfungsi dalam pengaturan  qubit. Saat ini perkembangan teknologi sudah menghasilkan komputer kuantum sampai 7 qubit, tetapi menurut penelitian dan analisa yang ada, dalam beberapa tahun mendatang teknologi komputer kuantum bisa mencapai 100 qubit.
Perkembangan tekonologi komputasi kuantum membawa tantangan besar bagi sistem keamanan informasi konvensional yang selama ini mengandalkan kompleksitas matematis, seperti RSA dan ECC. Munculnya algoritma kuantum seperti Shor’s algorithm berpotensi mengancam eksistensi metode kriptografi klasik. Dalam konteks ini, kriptografi kuantum hadir sebagai solusi inovatif dengan memanfaatkan prinsip-prinsip mekanika kuantum untuk menjamin keamanan data secara teoritis, bahkan terhadap penyerang dengan daya komputasi tak terbatas. Penelitian ini membahas implementasi teknologi Quantum Cryptography, khususnya protokol BB84 yang telah ditingkatkan, sebagai metode distribusi kunci rahasia yang aman pada jaringan komputer. Fokus utama adalah pada keamanan pertukaran kunci Quantum Key Distribution (QKD) serta efisiensi algoritma dalam lingkungan jaringan dengan keterbatasan sumber daya. Selain itu, penelitian ini juga meninjau penerapan kriptografi kuantum dalam berbagai konteks jaringan masa depan, termasuk Wireless Body Sensor Networks (WBSN), jaringan 5G, dan post-quantum networks, serta potensi integrasinya dalam infrastruktur keamanan digital di masa depan. Hasil pengujian Avalanche Effect, Hash Generation Time, dan Hash Verification Time menunjukkan bahwa kriptografi kuantum mampu memberikan performa keamanan yang lebih baik dibandingkan dengan metode kriptografi populer seperti RSA dan AES
Perkembangan dompet digital sebagai bagian dari transformasi ekonomi digital global menghadirkan tantangan serius dalam hal keamanan, terutama dengan kemunculan komputer kuantum yang berpotensi menembus sistem enkripsi tradisional. Artikel ini mengkaji inovasi dompet digital berbasis kriptografi kuantum sebagai solusi strategis untuk mengantisipasi ancaman siber di masa depan. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi pustaka, penelitian ini mengeksplorasi dua pilar utama kriptografi kuantum, yaitu Quantum Key Distribution (QKD) dan Post-Quantum Cryptography (PQC), serta bagaimana keduanya diterapkan dalam sistem dompet digital hybrid. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi ini mampu meningkatkan keamanan hingga 99,8% dibandingkan algoritma konvensional, serta memberikan jaminan perlindungan jangka panjang terhadap data pengguna. Meskipun demikian, adopsi teknologi ini menghadapi tantangan berupa biaya tinggi, keterbatasan regulasi, dan kekurangan sumber daya manusia yang terampil. Di sisi lain, implementasi dompet kuantum diperkirakan akan memperkuat stabilitas ekonomi digital global, mendorong pertumbuhan pasar teknologi kuantum, serta membuka jutaan lapangan kerja baru. Temuan ini menggaris bawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat integrasi kriptografi kuantum dalam sistem keuangan digital secara luas.