Challenges
Datasets
Workspaces
Papers
Discussions
Leaderboard
Log inSign up
Challenges
Datasets
Workspaces
Papers
Discussions
Leaderboard
Blog
Job Board
Q3AS

© 2026 Aqora Quantum S.A.S.

TermsPrivacyLegal Notice

Distribusi Intensitas Sinar-sinar Hasil Interferensi Young : Koreksi Lebar Celah Pada Interferensi Young Terhadap Pembentukan Pola Gelap-Terang Pada Layar

Taat Guswantoro

Published Nov 1, 2015• 1 citation
OpenAlex

Abstract

Perhitungan matematis untuk menentukan pola interferensi Young dilakukan dengan menganggap dua buah celah sebagai dua sumber cahaya berupa titik dan mengabaikan ukuran lebar celah. Pengamatan terhadap intensitas hasil interferensi dapat digunakan untuk menghitung panjang gelombang atau mengetahui karakteristik suatu material, hasil akan lebih akurat ketika celah tidak dianggap sebagai titik, karena ketika gelombang melewati sebuah celah akan terdapat fenomena difraksi. Sesuai prinsip Huygens setiap titik pada celah adalah merupakan sumber cahaya yang akan saling berinterferensi, penggambaran hasil integrasi dilakukan dengan menggunakan program autograph untuk mendapatkan syarat untuk intensitas maksimum. Letak titik dengan intensitas maksimum terhadap terang pusat untuk dua sumber titik memiliki perbandingan 1:2:3:4:5 dst, sedangkan ketika lebar celah 0,5 kali jarak celah (b/d=0,5) memiliki pola 1,28:2,54:3,63:4,35:5,38 dst; untuk b/d=0,4 memiliki pola 1,22:2,44:3,63:4,58:5,33 dst; untuk b/d=0,1 memiliki pola 1,05:2,10:3,16:4,21:5,26 dst; untuk b/d=0,01 memiliki pola 1,00:2,01:3,00:4,02:5,03 dst, untuk b/d=0,001 memiliki pola 1.00:2,00:3,00:4,00:5,01 dst, semakin kecil perbandingan antara b/d maka akan semakin mendekati pola sumber titik. Pada interferensi Young celah ganda dapat dianggap sebagai titik ketika b/d≤0,01.

Related papers

Mencerap bentuk interferens bunyi

Jia Hui Pang

Interferens bunyi merupakan suatu fenomena yang dihasilkan apabila gelombang daripada dua punca koheren bertindih. Tujuan kajian ini ialah untuk mencerap corak interferens gelombang bunyi dengan merujuk kepada konsep eksperimen Thomas Young. Objektifnya ialah untuk mengkaji dan menganalisis bentuk interferens gelombang bunyi. Ujikaji interferens gelombang bunyi akan dijalankan dalarn bilik tanpa gema yang terletak di SKTM. Dua pembesar suara akan berpisah dalarn jarak a dan disarnbungkan selari antara satu sarna lain. Penjana isyarat frekuensi tunggal akan digunakan untuk menjanakan bunyi pada frekuensi-frekuensi tertentu kepada pembesar suara. Audio berkenaan akan dirakamkan melalui empat mikrofon. Komen-komen Fail-M dalarn Matlab akan dilaksanakan untuk menganalisis corak interferens gelombang bunyi bagi fail audio tersebut secara graf. Hipotesis bagi kajian ini ialah graf yang berbentuk berselang antara interferens membina dan interferens memusnah dapat diperhatikan pada Matlab dan teori kuantum akan dikaitkan dengan interferens gelombang bunyi berkenaan. Kesimpulannya, frekuensi pada 1000Hz dan 2000Hz adalah sesuai digunakan untuk mencerap corak interferens bunyi. Kawasan yang mengalarni interferens membina mempunyai arnplitud yang lebih tinggi daripada interferens memusnah. Fungsi gelombang tipikal pada frekuensi 15000Hz mungkin menunjukkan ada kebarangkalian mencari zarah pada titik maksimum dan minimum.

•Jan 1, 2007•0 citations

Penerobosan potensial perintang persegi inti atom oleh partikel alfa

Lyna Lyna

Menurut mekanika klasik, apabila seberkas partikel dengan energi E menumbuk dinding yang mempunyai potensial V dan E < V; maka seluruh partikel akan dipantulkan. Hal ini kurang sesuai dengan pandangan mekanika kuantum yang menyatakan bahwa ada peluang yang meskipun kecil namun tidak: nol bagi partikel tersebut untuk menerobos potensial perintang. Bertitik tolak dari latar belakang masalah di atas, maka permasalahan yang dikemukakan sebagai sumber penelitian adalah "Bagaimana konsep mekanika kuantum dapat menjelaskan peristiwa penerobosan potensial perintang persegi inti atom oleh partikel alfa" \nTujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan peristiwa penerobosan potensial perintang persegi inti atom oleh partikel alfa dengan konsep mekanika kuantum. Beberapa asumsi yang disamakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. \n• Inti radioaktif dapat dianggap terdiri dari sebuah partikel alfa dan sisa proton \nserta. neutron. \n• Partikel alfa terperangkap dalam sumur potensial yang disebabkan oleh sisa proton dan neutron tersebut. \n• Potensial yang memerangkap partikel alfa secara efektif dapat dianggap sebagai potensial persegi yang ketebalannya ditentukan oleh ukuran inti radioaktif hasil eksperimen. \n• Energi partikel alfa dalam inti dianggap sama depgan energi partikel alfa yang \ndipancarkan oleh inti tersebut. Besar energi ini dapat diperoleh dari hasil eksperimen. \nDengan bersumber dari beberapa pustaka, akhirnya dapat disimpulkan bahwa \n1. Partikel alfa mempunyai probabilitas untuk menerobos potensial perintang persegi inti atom meskipun energi partikel alfa lebih kecil daripada potensial perintang persegi inti atom. \n2. Besar kecilnya probabilitas penerobosan potensial perintang dipengaruhi oleh tinggi potensial perintang, lebar dinding potensial, dan energi partikel alfa. \nHasil ini dapat dipergunakan untuk memperkirakan waktu paruh nuklida dengan ketelitian yang cukup baik.

•Feb 3, 1999•0 citations

DEKODING SINDROM KODE LINEAR GILBERT-VARSHAMOV BINER DENGAN JARAK MINIMUM 15

Asep Saepulrohman

Transmisi data merupakan proses untuk melakukan pengiriman data dari salah satu sumber data ke penerima menggunakan media tertentu. Dalam transimisi data, pesan dikirim melalui jaringan internet bisa terjadi perubahan yang mengakibatkan pesan tidak autentik. Pesan dalam bentuk kode linear biner dengan panjang yang merupakan subruang vektor yang merupakan kode biner. Kode tersebut dapat direpresentasikan dalam bentuk digital sebagai barisan simbol, umumnya digunakan blok simbol biner yang dikenal dengan bitstring. Kode linear biner didefinisikan sebagai operasi XOR (eXclusive OR) yang berguna untuk mendeteksi dan mengoreksi apabila terjadi kesalahan (error) informasi. Semakin besar sebuah data, semakin lama waktu yang diperlukan semakin besar kemungkinan data yang hilang. Oleh karena itu dibutuhkan cara metode untuk mengkontruksi sebuah kode yang lebih optimal tanpa merusak informasi. Metode yang digunakan menggunakan kode Gilbert-Vashamov biner yang merupakan salah satu cara penyandian (encoding) yang menggunakan tiga parameter yaitu, panjang kode, dimensi, jarak minimum. Mengkonstruksi suatu kode dengan panjang n yang berdimensi k dengan jarak dinyatakan sebagai kode yang memiliki beban komputasi cukup berat, dalam hal ini dekoder harus menyediakan memori untuk matrik berukuran . Untuk mengkontruksi kode optimal kuat dilakukan pemilihan kode dasar untuk submatriks generator atau cek paritas dengan menghapus beberapa matriks baris yang tidak sempurna dengan jarak minimum 15 dan dilakukan dengan digunakan paket program konstruksi dengan menggunakan software MAPLE.

Komputasi Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer dan Matematika•Oct 9, 2019•2 citations

Pengembangan program aplikasi MATHCAD dalam fisika kuantum pokok bahasan tanggul sederhana

Laurentia Ernawati

Telah diadakan penelitian dengan metode pengembangan program computer dalam fisika kuantum pokok bahasan tanggul sederhana. Program komputer yang digunakan adalah program aplikasi matematika mathcad plus 6.0 for windows. Materi tanggul sederhana yang dibahas adalah tanggul sederhana dengan tebal dan tinggi tak berhingga. \nPada tanggul sederhana dengan tebal tak berhingga ditampilkan dalam 3 kasus yaitu, energi partikel sangat atau lebih kecil daripada energi potensial tanggul, energi partikel sama dengan energi potensial tanggul, dan energi partikel sangat atau lebih besar daripada energi potensial tangguJ. Sedangkan untuk tanggul sederhana yang tingginya tak berhingga energi partikelnya amat kecil dibandingkan dengan tinggi tanggul Grafik probabilitas yang dihasilkan oleh program mathcad menunjukkan bila energi partikel sangat atau lebih kecil daripada energi potensial tanggul maka untuk daerah x < 0 partikel yang datang sebagian dipantulkan dan sebagian diteruskan menuju daerah x > 0 dan meluruh sepanjang x. Kemampuan partikel menembus tanggul bergantung pada besar kecilnya energi partikel dan energi \npotensial tangguL Semakin kecil energi partikel yang digunakan maka kemampuan menembus semakin kecil dan sebaliknya. Bila energi partikel sangat atau lebih besar terhadap energi potensial tanggul maka grafik probabilitas yang dihasilkan di daerah x < 0 partikel yang datang sebagian dipantulkan dan sebagian diteruskan melewati tanggul menuju daerah x > o. Semakin besar energi partikel yang digunakan maka probabilitas partikel untuk melewati tanggul semakin besar. Bila energi potensial tanggul tak berhingga terhadap energi partikel maka partikel tidak dapat menembus tanggul dan dipantulkan.

•Feb 3, 1999•0 citations

KAJIAN TEORETIK KARAKTERISTIK KEADAAN SQUEEZED DAN APLIKASINYA PADA FENOMENA MODULASI AMPLITUDO CAHAYA

Chonnaniyah Chonnaniyah

Telah dijabarkan karakteristik dan sifat statistik keadaan squeezed dengan menggunakan konsep dasar mekanika kuantum. Keadaan squeezed merupakan keadaan kuantum dari kelas yang lebih umum dari keadaan koheren yang memiliki ketidakpastian posisi dan momentum minimum. Keadaan squeezed adalah swafungsi dari operator pemusnah semu bˆ dengan swanilai  . Bentuk operator pemusnah semu bˆ  aˆ aˆ† dengan coshr dan ei sinhr.     Operator yang juga digunakan untuk menghasilkan keadaan squeezed adalah operator evolusi waktu dengan Hamiltonan yang merupakan fungsi kuadratik operator kreasi dan pemusnah yang kemudian disebut operator squeezing. Bukti karakteristik penting keadaan squeezed, yaitu ternormalisasi, non-ortogonal dan sangat komplit (overcomplete) telah dibuktikan. Distribusi probabilitas keadaan squeezed vakum terhadap keadaan cacah berbentuk sub-Poisson dan hanya mendeteksi foton genap (2n), dan untuk distribusi probabilitas keadaan squeezed koheren terhadap keadaan cacah juga berbentuk sub-Poisson yang mendeteksi semua foton. Salah satu aplikasi keadaan squeezed adalah cahaya squeezed. Cahaya squeezed dapat digunakan pada beberapa bidang karena memungkinkan pengukuran secara presisi dengan mengurangi ketidakpastian derau kuantum. Salah satu contoh penggunaan cahaya squeezed dalam eksperimen adalah deteksi sinyal pada fenomena modulasi amplitudo dengan mengganti gelombang informasi menggunakan gelombang cahaya pada keadaan vakum koheren dan keadaan squeezed. Dengan adanya kombinasi keadaan squeezed, terbukti adanya peningkatan presisi yang melebihi batas yang ditetapkan oleh fluktuasi keadaan vakum atau titik nol medan elektromagnetik

•Jan 2, 2013•0 citations

Analisis Kuantum pada Rangkaian LC dengan Pendekatan Fungsi Gelombang Radial Persamaan Schr?dinger Potensial Osilator Harmonik

Cecilia Yanuarief, Muhammad Nurul Huda

Telah dilakukan analisis teoritik pada rangkaian LC dengan kapasitor dan induktor penyusunnya memiliki dimensi yang sangat kecil serta nilai kapasitansi dan induktansi rangkaian dalam orde 10-18 satuan. Analisis secara teoritik ini dilakukan atas dasar hipotesis bahwa tidak hanya energi elektromagnetik yang tersimpan dalam rangkaian LC terkuantisasi dalam bentuk foton, namun rangkaian LC yang disusun dari kapasitor dan induktor berukuran atomik juga akan menampakkan sekumpulan fenomena probabilistik yang direpresentasi oleh fungsi gelombang dalam mekanika kuantum. Rangkaian LC memperlihatkan fenomena osilasi arus listrik rangkaian dan muatan kapasitor, sehingga rangkaian LC dianalogikan sebagai osilator harmonik kuantum. Pemilihan potensial sentral tiga dimensi sebagai potensial osilator harmonik yang realistik meniscayakan persamaan Schr?dinger potensial osilator harmonik dinyatakan menggunakan sistem koordinat bola dan mengalami separasi variabel sedemikian rupa sehingga diperoleh persamaan differensial orde dua bagian radial dan bagian angular dengan solusi masing-masing adalah fungsi gelombang radial dan fungsi gelombang angular. Persamaan energi osilator harmonik memiliki bentuk serupa dengan persamaan energi elektromagnetik rangkaian LC, sehingga sejumlah variabel dan observable operator dari persamaan energi osilator harmonik dapat dianalogikan dengan sejumlah variabel dan observable operator dari persamaan energi elektromagnetik rangkaian LC. Analogi tersebut digunakan ketika melakukan substitusi variabel pada fungsi gelombang radial persamaan Schr?dinger potensial osilator harmonik menjadi fungsi gelombang rangkaian LC. Hasil visualisasi fungsi gelombang rangkaian LC untuk enam level energi terendahnya menggambarkan sebaran rapat probabilitas dan probabilitas terbesar terjadinya induktansi pada kondisi tertentu muatan kapasitor, yang bervariasi seiring dengan variasi level energi dan bilangan kuantum orbital.

Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika•Jan 29, 2024•0 citations
Perhitungan matematis untuk menentukan pola interferensi Young dilakukan dengan menganggap dua buah celah sebagai dua sumber cahaya berupa titik dan mengabaikan ukuran lebar celah. Pengamatan terhadap intensitas hasil interferensi dapat digunakan untuk menghitung panjang gelombang atau mengetahui karakteristik suatu material, hasil akan lebih akurat ketika celah tidak dianggap sebagai titik, karena ketika gelombang melewati sebuah celah akan terdapat fenomena difraksi. Sesuai prinsip Huygens setiap titik pada celah adalah merupakan sumber cahaya yang akan saling berinterferensi, penggambaran hasil integrasi dilakukan dengan menggunakan program autograph untuk mendapatkan syarat untuk intensitas maksimum. Letak titik dengan intensitas maksimum terhadap terang pusat untuk dua sumber titik memiliki perbandingan 1:2:3:4:5 dst, sedangkan ketika lebar celah 0,5 kali jarak celah (b/d=0,5) memiliki pola 1,28:2,54:3,63:4,35:5,38 dst; untuk b/d=0,4 memiliki pola 1,22:2,44:3,63:4,58:5,33 dst; untuk b/d=0,1 memiliki pola 1,05:2,10:3,16:4,21:5,26 dst; untuk b/d=0,01 memiliki pola 1,00:2,01:3,00:4,02:5,03 dst, untuk b/d=0,001 memiliki pola 1.00:2,00:3,00:4,00:5,01 dst, semakin kecil perbandingan antara b/d maka akan semakin mendekati pola sumber titik. Pada interferensi Young celah ganda dapat dianggap sebagai titik ketika b/d≤0,01.
Interferens bunyi merupakan suatu fenomena yang dihasilkan apabila gelombang daripada dua punca koheren bertindih. Tujuan kajian ini ialah untuk mencerap corak interferens gelombang bunyi dengan merujuk kepada konsep eksperimen Thomas Young. Objektifnya ialah untuk mengkaji dan menganalisis bentuk interferens gelombang bunyi. Ujikaji interferens gelombang bunyi akan dijalankan dalarn bilik tanpa gema yang terletak di SKTM. Dua pembesar suara akan berpisah dalarn jarak a dan disarnbungkan selari antara satu sarna lain. Penjana isyarat frekuensi tunggal akan digunakan untuk menjanakan bunyi pada frekuensi-frekuensi tertentu kepada pembesar suara. Audio berkenaan akan dirakamkan melalui empat mikrofon. Komen-komen Fail-M dalarn Matlab akan dilaksanakan untuk menganalisis corak interferens gelombang bunyi bagi fail audio tersebut secara graf. Hipotesis bagi kajian ini ialah graf yang berbentuk berselang antara interferens membina dan interferens memusnah dapat diperhatikan pada Matlab dan teori kuantum akan dikaitkan dengan interferens gelombang bunyi berkenaan. Kesimpulannya, frekuensi pada 1000Hz dan 2000Hz adalah sesuai digunakan untuk mencerap corak interferens bunyi. Kawasan yang mengalarni interferens membina mempunyai arnplitud yang lebih tinggi daripada interferens memusnah. Fungsi gelombang tipikal pada frekuensi 15000Hz mungkin menunjukkan ada kebarangkalian mencari zarah pada titik maksimum dan minimum.
Menurut mekanika klasik, apabila seberkas partikel dengan energi E menumbuk dinding yang mempunyai potensial V dan E < V; maka seluruh partikel akan dipantulkan. Hal ini kurang sesuai dengan pandangan mekanika kuantum yang menyatakan bahwa ada peluang yang meskipun kecil namun tidak: nol bagi partikel tersebut untuk menerobos potensial perintang. Bertitik tolak dari latar belakang masalah di atas, maka permasalahan yang dikemukakan sebagai sumber penelitian adalah "Bagaimana konsep mekanika kuantum dapat menjelaskan peristiwa penerobosan potensial perintang persegi inti atom oleh partikel alfa" \nTujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan peristiwa penerobosan potensial perintang persegi inti atom oleh partikel alfa dengan konsep mekanika kuantum. Beberapa asumsi yang disamakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. \n• Inti radioaktif dapat dianggap terdiri dari sebuah partikel alfa dan sisa proton \nserta. neutron. \n• Partikel alfa terperangkap dalam sumur potensial yang disebabkan oleh sisa proton dan neutron tersebut. \n• Potensial yang memerangkap partikel alfa secara efektif dapat dianggap sebagai potensial persegi yang ketebalannya ditentukan oleh ukuran inti radioaktif hasil eksperimen. \n• Energi partikel alfa dalam inti dianggap sama depgan energi partikel alfa yang \ndipancarkan oleh inti tersebut. Besar energi ini dapat diperoleh dari hasil eksperimen. \nDengan bersumber dari beberapa pustaka, akhirnya dapat disimpulkan bahwa \n1. Partikel alfa mempunyai probabilitas untuk menerobos potensial perintang persegi inti atom meskipun energi partikel alfa lebih kecil daripada potensial perintang persegi inti atom. \n2. Besar kecilnya probabilitas penerobosan potensial perintang dipengaruhi oleh tinggi potensial perintang, lebar dinding potensial, dan energi partikel alfa. \nHasil ini dapat dipergunakan untuk memperkirakan waktu paruh nuklida dengan ketelitian yang cukup baik.
Transmisi data merupakan proses untuk melakukan pengiriman data dari salah satu sumber data ke penerima menggunakan media tertentu. Dalam transimisi data, pesan dikirim melalui jaringan internet bisa terjadi perubahan yang mengakibatkan pesan tidak autentik. Pesan dalam bentuk kode linear biner dengan panjang yang merupakan subruang vektor yang merupakan kode biner. Kode tersebut dapat direpresentasikan dalam bentuk digital sebagai barisan simbol, umumnya digunakan blok simbol biner yang dikenal dengan bitstring. Kode linear biner didefinisikan sebagai operasi XOR (eXclusive OR) yang berguna untuk mendeteksi dan mengoreksi apabila terjadi kesalahan (error) informasi. Semakin besar sebuah data, semakin lama waktu yang diperlukan semakin besar kemungkinan data yang hilang. Oleh karena itu dibutuhkan cara metode untuk mengkontruksi sebuah kode yang lebih optimal tanpa merusak informasi. Metode yang digunakan menggunakan kode Gilbert-Vashamov biner yang merupakan salah satu cara penyandian (encoding) yang menggunakan tiga parameter yaitu, panjang kode, dimensi, jarak minimum. Mengkonstruksi suatu kode dengan panjang n yang berdimensi k dengan jarak dinyatakan sebagai kode yang memiliki beban komputasi cukup berat, dalam hal ini dekoder harus menyediakan memori untuk matrik berukuran . Untuk mengkontruksi kode optimal kuat dilakukan pemilihan kode dasar untuk submatriks generator atau cek paritas dengan menghapus beberapa matriks baris yang tidak sempurna dengan jarak minimum 15 dan dilakukan dengan digunakan paket program konstruksi dengan menggunakan software MAPLE.
Telah diadakan penelitian dengan metode pengembangan program computer dalam fisika kuantum pokok bahasan tanggul sederhana. Program komputer yang digunakan adalah program aplikasi matematika mathcad plus 6.0 for windows. Materi tanggul sederhana yang dibahas adalah tanggul sederhana dengan tebal dan tinggi tak berhingga. \nPada tanggul sederhana dengan tebal tak berhingga ditampilkan dalam 3 kasus yaitu, energi partikel sangat atau lebih kecil daripada energi potensial tanggul, energi partikel sama dengan energi potensial tanggul, dan energi partikel sangat atau lebih besar daripada energi potensial tangguJ. Sedangkan untuk tanggul sederhana yang tingginya tak berhingga energi partikelnya amat kecil dibandingkan dengan tinggi tanggul Grafik probabilitas yang dihasilkan oleh program mathcad menunjukkan bila energi partikel sangat atau lebih kecil daripada energi potensial tanggul maka untuk daerah x < 0 partikel yang datang sebagian dipantulkan dan sebagian diteruskan menuju daerah x > 0 dan meluruh sepanjang x. Kemampuan partikel menembus tanggul bergantung pada besar kecilnya energi partikel dan energi \npotensial tangguL Semakin kecil energi partikel yang digunakan maka kemampuan menembus semakin kecil dan sebaliknya. Bila energi partikel sangat atau lebih besar terhadap energi potensial tanggul maka grafik probabilitas yang dihasilkan di daerah x < 0 partikel yang datang sebagian dipantulkan dan sebagian diteruskan melewati tanggul menuju daerah x > o. Semakin besar energi partikel yang digunakan maka probabilitas partikel untuk melewati tanggul semakin besar. Bila energi potensial tanggul tak berhingga terhadap energi partikel maka partikel tidak dapat menembus tanggul dan dipantulkan.
Telah dijabarkan karakteristik dan sifat statistik keadaan squeezed dengan menggunakan konsep dasar mekanika kuantum. Keadaan squeezed merupakan keadaan kuantum dari kelas yang lebih umum dari keadaan koheren yang memiliki ketidakpastian posisi dan momentum minimum. Keadaan squeezed adalah swafungsi dari operator pemusnah semu bˆ dengan swanilai  . Bentuk operator pemusnah semu bˆ  aˆ aˆ† dengan coshr dan ei sinhr.     Operator yang juga digunakan untuk menghasilkan keadaan squeezed adalah operator evolusi waktu dengan Hamiltonan yang merupakan fungsi kuadratik operator kreasi dan pemusnah yang kemudian disebut operator squeezing. Bukti karakteristik penting keadaan squeezed, yaitu ternormalisasi, non-ortogonal dan sangat komplit (overcomplete) telah dibuktikan. Distribusi probabilitas keadaan squeezed vakum terhadap keadaan cacah berbentuk sub-Poisson dan hanya mendeteksi foton genap (2n), dan untuk distribusi probabilitas keadaan squeezed koheren terhadap keadaan cacah juga berbentuk sub-Poisson yang mendeteksi semua foton. Salah satu aplikasi keadaan squeezed adalah cahaya squeezed. Cahaya squeezed dapat digunakan pada beberapa bidang karena memungkinkan pengukuran secara presisi dengan mengurangi ketidakpastian derau kuantum. Salah satu contoh penggunaan cahaya squeezed dalam eksperimen adalah deteksi sinyal pada fenomena modulasi amplitudo dengan mengganti gelombang informasi menggunakan gelombang cahaya pada keadaan vakum koheren dan keadaan squeezed. Dengan adanya kombinasi keadaan squeezed, terbukti adanya peningkatan presisi yang melebihi batas yang ditetapkan oleh fluktuasi keadaan vakum atau titik nol medan elektromagnetik
Telah dilakukan analisis teoritik pada rangkaian LC dengan kapasitor dan induktor penyusunnya memiliki dimensi yang sangat kecil serta nilai kapasitansi dan induktansi rangkaian dalam orde 10-18 satuan. Analisis secara teoritik ini dilakukan atas dasar hipotesis bahwa tidak hanya energi elektromagnetik yang tersimpan dalam rangkaian LC terkuantisasi dalam bentuk foton, namun rangkaian LC yang disusun dari kapasitor dan induktor berukuran atomik juga akan menampakkan sekumpulan fenomena probabilistik yang direpresentasi oleh fungsi gelombang dalam mekanika kuantum. Rangkaian LC memperlihatkan fenomena osilasi arus listrik rangkaian dan muatan kapasitor, sehingga rangkaian LC dianalogikan sebagai osilator harmonik kuantum. Pemilihan potensial sentral tiga dimensi sebagai potensial osilator harmonik yang realistik meniscayakan persamaan Schr?dinger potensial osilator harmonik dinyatakan menggunakan sistem koordinat bola dan mengalami separasi variabel sedemikian rupa sehingga diperoleh persamaan differensial orde dua bagian radial dan bagian angular dengan solusi masing-masing adalah fungsi gelombang radial dan fungsi gelombang angular. Persamaan energi osilator harmonik memiliki bentuk serupa dengan persamaan energi elektromagnetik rangkaian LC, sehingga sejumlah variabel dan observable operator dari persamaan energi osilator harmonik dapat dianalogikan dengan sejumlah variabel dan observable operator dari persamaan energi elektromagnetik rangkaian LC. Analogi tersebut digunakan ketika melakukan substitusi variabel pada fungsi gelombang radial persamaan Schr?dinger potensial osilator harmonik menjadi fungsi gelombang rangkaian LC. Hasil visualisasi fungsi gelombang rangkaian LC untuk enam level energi terendahnya menggambarkan sebaran rapat probabilitas dan probabilitas terbesar terjadinya induktansi pada kondisi tertentu muatan kapasitor, yang bervariasi seiring dengan variasi level energi dan bilangan kuantum orbital.