Challenges
Datasets
Workspaces
Papers
Discussions
Leaderboard
Log inSign up
Challenges
Datasets
Workspaces
Papers
Discussions
Leaderboard
Blog
Job Board
Q3AS

© 2026 Aqora Quantum S.A.S.

TermsPrivacyLegal Notice

Mencerap bentuk interferens bunyi

Jia Hui Pang

Published Jan 1, 2007• 0 citations
OpenAlex

Abstract

Interferens bunyi merupakan suatu fenomena yang dihasilkan apabila gelombang daripada dua punca koheren bertindih. Tujuan kajian ini ialah untuk mencerap corak interferens gelombang bunyi dengan merujuk kepada konsep eksperimen Thomas Young. Objektifnya ialah untuk mengkaji dan menganalisis bentuk interferens gelombang bunyi. Ujikaji interferens gelombang bunyi akan dijalankan dalarn bilik tanpa gema yang terletak di SKTM. Dua pembesar suara akan berpisah dalarn jarak a dan disarnbungkan selari antara satu sarna lain. Penjana isyarat frekuensi tunggal akan digunakan untuk menjanakan bunyi pada frekuensi-frekuensi tertentu kepada pembesar suara. Audio berkenaan akan dirakamkan melalui empat mikrofon. Komen-komen Fail-M dalarn Matlab akan dilaksanakan untuk menganalisis corak interferens gelombang bunyi bagi fail audio tersebut secara graf. Hipotesis bagi kajian ini ialah graf yang berbentuk berselang antara interferens membina dan interferens memusnah dapat diperhatikan pada Matlab dan teori kuantum akan dikaitkan dengan interferens gelombang bunyi berkenaan. Kesimpulannya, frekuensi pada 1000Hz dan 2000Hz adalah sesuai digunakan untuk mencerap corak interferens bunyi. Kawasan yang mengalarni interferens membina mempunyai arnplitud yang lebih tinggi daripada interferens memusnah. Fungsi gelombang tipikal pada frekuensi 15000Hz mungkin menunjukkan ada kebarangkalian mencari zarah pada titik maksimum dan minimum.

Related papers

Kajian mengenai sifat partikel gelombang melalui gejala efek fotolistrik dan efek compton

F.X. Budi Rido Hendrawan

Dalam pengalaman hidup sehari - hari terasa tidak ada hal yang "aneh" mengenai konsep gelombang dan partikel. Fisika klasik yang mencerminkan "kenyataan fisis" dari kesan penginderaan, memperlakukan partikel dan gelombang sebagai komponen yang terpisah dari kenyataan tersebut. Mekanika partikel dan optika gelombang secara tradisional merupakan disiplin yang bebas, masing-masing dengan serangkaian eksperimen dan prinsip - prinsip yang didasarkan atas hasil eksperimen itu. \n Kenyataan fisis yang ada timbul dari gejala yang terjadi dalam dunia mikroskopis dari atom dan molekul elektron dan inti namun didalam dunia mikroskopis ini tidak terdapat partikel atau gelombang dalam arti yang telah dikenal. Dianggap electron memiliki muatan dan massa, dan berperilaku menurut hukum mekanika partikel dalam alat - alat tertentu, misalnya tabung gambar televisi. Namun demikian, akan ditemui bahwa banyak kenyataan yang memaksa manusia untuk menafsirkan elektron yang bergerak sebagai suatu manifestasi gelombang sebanyak kenyataan lain yang memaksa manusia untuk menafsirkanya sebagai manifestasi partikel. Hal seperti ini terjadi pula dalam gelombang elektromagnetik. Bersama-sama dengan relativitas khusus, dualitas partikel gelombang merupakan pengertian sentral dalam fisika modern, dan sedikit sekali penalaran tentang dualitas partikel gelombang yang tidak mengambil kedua gagasan pokok tersebut.

•Aug 5, 1999•0 citations

Analisis Kuantum pada Rangkaian LC dengan Pendekatan Fungsi Gelombang Radial Persamaan Schr?dinger Potensial Osilator Harmonik

Cecilia Yanuarief, Muhammad Nurul Huda

Telah dilakukan analisis teoritik pada rangkaian LC dengan kapasitor dan induktor penyusunnya memiliki dimensi yang sangat kecil serta nilai kapasitansi dan induktansi rangkaian dalam orde 10-18 satuan. Analisis secara teoritik ini dilakukan atas dasar hipotesis bahwa tidak hanya energi elektromagnetik yang tersimpan dalam rangkaian LC terkuantisasi dalam bentuk foton, namun rangkaian LC yang disusun dari kapasitor dan induktor berukuran atomik juga akan menampakkan sekumpulan fenomena probabilistik yang direpresentasi oleh fungsi gelombang dalam mekanika kuantum. Rangkaian LC memperlihatkan fenomena osilasi arus listrik rangkaian dan muatan kapasitor, sehingga rangkaian LC dianalogikan sebagai osilator harmonik kuantum. Pemilihan potensial sentral tiga dimensi sebagai potensial osilator harmonik yang realistik meniscayakan persamaan Schr?dinger potensial osilator harmonik dinyatakan menggunakan sistem koordinat bola dan mengalami separasi variabel sedemikian rupa sehingga diperoleh persamaan differensial orde dua bagian radial dan bagian angular dengan solusi masing-masing adalah fungsi gelombang radial dan fungsi gelombang angular. Persamaan energi osilator harmonik memiliki bentuk serupa dengan persamaan energi elektromagnetik rangkaian LC, sehingga sejumlah variabel dan observable operator dari persamaan energi osilator harmonik dapat dianalogikan dengan sejumlah variabel dan observable operator dari persamaan energi elektromagnetik rangkaian LC. Analogi tersebut digunakan ketika melakukan substitusi variabel pada fungsi gelombang radial persamaan Schr?dinger potensial osilator harmonik menjadi fungsi gelombang rangkaian LC. Hasil visualisasi fungsi gelombang rangkaian LC untuk enam level energi terendahnya menggambarkan sebaran rapat probabilitas dan probabilitas terbesar terjadinya induktansi pada kondisi tertentu muatan kapasitor, yang bervariasi seiring dengan variasi level energi dan bilangan kuantum orbital.

Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika•Jan 29, 2024•0 citations

DEKODING SINDROM KODE LINEAR GILBERT-VARSHAMOV BINER DENGAN JARAK MINIMUM 15

Asep Saepulrohman

Transmisi data merupakan proses untuk melakukan pengiriman data dari salah satu sumber data ke penerima menggunakan media tertentu. Dalam transimisi data, pesan dikirim melalui jaringan internet bisa terjadi perubahan yang mengakibatkan pesan tidak autentik. Pesan dalam bentuk kode linear biner dengan panjang yang merupakan subruang vektor yang merupakan kode biner. Kode tersebut dapat direpresentasikan dalam bentuk digital sebagai barisan simbol, umumnya digunakan blok simbol biner yang dikenal dengan bitstring. Kode linear biner didefinisikan sebagai operasi XOR (eXclusive OR) yang berguna untuk mendeteksi dan mengoreksi apabila terjadi kesalahan (error) informasi. Semakin besar sebuah data, semakin lama waktu yang diperlukan semakin besar kemungkinan data yang hilang. Oleh karena itu dibutuhkan cara metode untuk mengkontruksi sebuah kode yang lebih optimal tanpa merusak informasi. Metode yang digunakan menggunakan kode Gilbert-Vashamov biner yang merupakan salah satu cara penyandian (encoding) yang menggunakan tiga parameter yaitu, panjang kode, dimensi, jarak minimum. Mengkonstruksi suatu kode dengan panjang n yang berdimensi k dengan jarak dinyatakan sebagai kode yang memiliki beban komputasi cukup berat, dalam hal ini dekoder harus menyediakan memori untuk matrik berukuran . Untuk mengkontruksi kode optimal kuat dilakukan pemilihan kode dasar untuk submatriks generator atau cek paritas dengan menghapus beberapa matriks baris yang tidak sempurna dengan jarak minimum 15 dan dilakukan dengan digunakan paket program konstruksi dengan menggunakan software MAPLE.

Komputasi Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer dan Matematika•Oct 9, 2019•2 citations

DESAIN INOVATIF SISTEM KEAMANAN SIBER BERBASIS KECERDASAN BUATAN MENGHADAPI TANTANGAN KOMPUTASI KUANTUM

Maria Atik Sunarti Ekowati, Sri Wening

Perkembangan komputasi kuantum memberikan potensi besar dalam bidang teknologi informasi, namun juga menimbulkan ancaman signifikan terhadap sistem keamanan siber yang ada saat ini. Sebagai respons terhadap tantangan ini, penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem keamanan siber inovatif yang berbasis kecerdasan buatan (AI) guna melawan ancaman komputasi kuantum. Metode yang digunakan melibatkan penerapan algoritma AI untuk mendeteksi dan merespons serangan kuantum secara dinamis, serta integrasi kriptografi pasca-kuantum untuk meningkatkan ketahanan sistem terhadap potensi peretasan. Penelitian ini juga mengeksplorasi penggunaan pembelajaran mesin untuk mengidentifikasi pola ancaman dan memperkuat sistem secara otomatis seiring waktu. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu mendeteksi ancaman kuantum dengan tingkat akurasi yang tinggi dan menawarkan solusi yang dapat diimplementasikan pada berbagai platform siber. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah kemajuan signifikan dalam pengembangan sistem keamanan yang lebih tangguh dan adaptif terhadap evolusi komputasi kuantum, membuka jalan bagi terciptanya infrastruktur digital yang lebih aman di masa depan

JURNAL ILMIAH SAINS TEKNOLOGI DAN INFORMASI•Apr 3, 2025•0 citations

Asas mekanik kuantum edisi kedua

Saridan Wan Hassan, Wan Muhammad

Buku teks ini bertujuan untuk menunjukkan struktur dan kaedah-kaedah mekanik kuantum bagi semua kursus fizik atom, fizik nukleus atau fizik zarah tahun pertama ijazah sarjana muda. Ia tidak memerlukan pengetahuan asas tentang mekanik kuantum dan cuba mengelakkan matematik yang sukar. Langkah-langkah dalam penghujahan matematik dikemukakan dengan lengkap dan teratur. Buku ini menggunakan pendekatan logik dan dalam bab pertama pembaca diberikan tujuh postulat. Tidak ada perubahan utama dilakukan terhadap konsep-konsep asas ini dalam perlakuan selanjutnya. Mekanik klasik yang lumrah itu ditunjukkan sebagai suatu kes menghad. Setiap keputusan mekanik kuantum yang penting ditunjukkan sekurang-kurangnya oleh satu contoh fizik. Di samping memperkenalkan konsep-konsep asas, perkara-perkara utama beberapa topik lanjutan juga dikemukakan, seperti penggabungan momentum sudut, hubungan di antara penyerakan resonans dengan pereputan melalui pemancaran zarah, dan pengkuantuman medan sinaran.

Penerbit UTM eBooks•Jan 1, 1989•0 citations

Kajian Teoritis Dinamika Sistem Kuantum Terbuka Menggunakan Persamaan Lindblad

Sunarti, Muh. Anas, La Ode Safiuddin +5 more

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teoritis dinamika sistem kuantum terbuka menggunakan persamaan Lindblad sebagai kerangka utama dalam mendeskripsikan evolusi non-uniter. Latar belakang penelitian didasarkan pada keterbatasan pendekatan sistem kuantum tertutup yang tidak mampu merepresentasikan interaksi sistem dengan lingkungan secara realistis. Metode yang digunakan adalah pendekatan analitik matematis dengan memanfaatkan operator densitas (density matrix) dalam kerangka teori open quantum systems, serta mengadopsi asumsi Born dan Markov untuk menyederhanakan interaksi sistem-lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa persamaan Lindblad mampu menggambarkan fenomena dekoherensi dan dissipasi secara sistematis melalui kontribusi operator Lindblad yang mempengaruhi koherensi dan populasi keadaan sistem. Studi kasus pada sistem dua-level (qubit) memperlihatkan bahwa interaksi dengan lingkungan menyebabkan peluruhan koherensi serta perubahan populasi menuju keadaan kesetimbangan. Secara fisik, hal ini mengindikasikan adanya kehilangan informasi kuantum akibat interaksi eksternal, yang berdampak pada stabilitas sistem. Selain itu, model Lindblad terbukti memiliki konsistensi matematis yang kuat serta relevansi luas dalam berbagai aplikasi fisika kuantum modern. Namun demikian, keterbatasannya dalam menggambarkan sistem non-Markovian menunjukkan perlunya pengembangan model yang lebih umum. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam memahami dinamika sistem kuantum terbuka serta menjadi dasar bagi pengembangan studi lanjutan dalam bidang teknologi kuantum.

Einstein's.•Apr 28, 2026•0 citations
Interferens bunyi merupakan suatu fenomena yang dihasilkan apabila gelombang daripada dua punca koheren bertindih. Tujuan kajian ini ialah untuk mencerap corak interferens gelombang bunyi dengan merujuk kepada konsep
eksperimen Thomas Young. Objektifnya ialah untuk mengkaji dan menganalisis bentuk interferens gelombang bunyi. Ujikaji interferens gelombang bunyi akan dijalankan dalarn bilik tanpa gema yang terletak di SKTM. Dua pembesar suara akan
berpisah dalarn jarak a dan disarnbungkan selari antara satu sarna lain. Penjana isyarat frekuensi tunggal akan digunakan untuk menjanakan bunyi pada frekuensi-frekuensi
tertentu kepada pembesar suara. Audio berkenaan akan dirakamkan melalui empat mikrofon. Komen-komen Fail-M dalarn Matlab akan dilaksanakan untuk menganalisis corak interferens gelombang bunyi bagi fail audio tersebut secara graf. Hipotesis bagi kajian ini ialah graf yang berbentuk berselang antara interferens membina dan interferens memusnah dapat diperhatikan pada Matlab dan teori kuantum akan dikaitkan dengan interferens gelombang bunyi berkenaan. Kesimpulannya, frekuensi pada 1000Hz dan 2000Hz adalah sesuai digunakan untuk mencerap corak interferens bunyi. Kawasan yang mengalarni interferens membina mempunyai arnplitud yang lebih tinggi daripada interferens memusnah. Fungsi gelombang tipikal pada frekuensi 15000Hz mungkin menunjukkan ada kebarangkalian mencari zarah pada titik
maksimum dan minimum.
Dalam pengalaman hidup sehari - hari terasa tidak ada hal yang "aneh" mengenai konsep gelombang dan partikel. Fisika klasik yang mencerminkan "kenyataan fisis" dari kesan penginderaan, memperlakukan partikel dan gelombang sebagai komponen yang terpisah dari kenyataan tersebut. Mekanika partikel dan optika gelombang secara tradisional merupakan disiplin yang bebas, masing-masing dengan serangkaian eksperimen dan prinsip - prinsip yang didasarkan atas hasil eksperimen itu. \n Kenyataan fisis yang ada timbul dari gejala yang terjadi dalam dunia mikroskopis dari atom dan molekul elektron dan inti namun didalam dunia mikroskopis ini tidak terdapat partikel atau gelombang dalam arti yang telah dikenal. Dianggap electron memiliki muatan dan massa, dan berperilaku menurut hukum mekanika partikel dalam alat - alat tertentu, misalnya tabung gambar televisi. Namun demikian, akan ditemui bahwa banyak kenyataan yang memaksa manusia untuk menafsirkan elektron yang bergerak sebagai suatu manifestasi gelombang sebanyak kenyataan lain yang memaksa manusia untuk menafsirkanya sebagai manifestasi partikel. Hal seperti ini terjadi pula dalam gelombang elektromagnetik. Bersama-sama dengan relativitas khusus, dualitas partikel gelombang merupakan pengertian sentral dalam fisika modern, dan sedikit sekali penalaran tentang dualitas partikel gelombang yang tidak mengambil kedua gagasan pokok tersebut.
Telah dilakukan analisis teoritik pada rangkaian LC dengan kapasitor dan induktor penyusunnya memiliki dimensi yang sangat kecil serta nilai kapasitansi dan induktansi rangkaian dalam orde 10-18 satuan. Analisis secara teoritik ini dilakukan atas dasar hipotesis bahwa tidak hanya energi elektromagnetik yang tersimpan dalam rangkaian LC terkuantisasi dalam bentuk foton, namun rangkaian LC yang disusun dari kapasitor dan induktor berukuran atomik juga akan menampakkan sekumpulan fenomena probabilistik yang direpresentasi oleh fungsi gelombang dalam mekanika kuantum. Rangkaian LC memperlihatkan fenomena osilasi arus listrik rangkaian dan muatan kapasitor, sehingga rangkaian LC dianalogikan sebagai osilator harmonik kuantum. Pemilihan potensial sentral tiga dimensi sebagai potensial osilator harmonik yang realistik meniscayakan persamaan Schr?dinger potensial osilator harmonik dinyatakan menggunakan sistem koordinat bola dan mengalami separasi variabel sedemikian rupa sehingga diperoleh persamaan differensial orde dua bagian radial dan bagian angular dengan solusi masing-masing adalah fungsi gelombang radial dan fungsi gelombang angular. Persamaan energi osilator harmonik memiliki bentuk serupa dengan persamaan energi elektromagnetik rangkaian LC, sehingga sejumlah variabel dan observable operator dari persamaan energi osilator harmonik dapat dianalogikan dengan sejumlah variabel dan observable operator dari persamaan energi elektromagnetik rangkaian LC. Analogi tersebut digunakan ketika melakukan substitusi variabel pada fungsi gelombang radial persamaan Schr?dinger potensial osilator harmonik menjadi fungsi gelombang rangkaian LC. Hasil visualisasi fungsi gelombang rangkaian LC untuk enam level energi terendahnya menggambarkan sebaran rapat probabilitas dan probabilitas terbesar terjadinya induktansi pada kondisi tertentu muatan kapasitor, yang bervariasi seiring dengan variasi level energi dan bilangan kuantum orbital.
Transmisi data merupakan proses untuk melakukan pengiriman data dari salah satu sumber data ke penerima menggunakan media tertentu. Dalam transimisi data, pesan dikirim melalui jaringan internet bisa terjadi perubahan yang mengakibatkan pesan tidak autentik. Pesan dalam bentuk kode linear biner dengan panjang yang merupakan subruang vektor yang merupakan kode biner. Kode tersebut dapat direpresentasikan dalam bentuk digital sebagai barisan simbol, umumnya digunakan blok simbol biner yang dikenal dengan bitstring. Kode linear biner didefinisikan sebagai operasi XOR (eXclusive OR) yang berguna untuk mendeteksi dan mengoreksi apabila terjadi kesalahan (error) informasi. Semakin besar sebuah data, semakin lama waktu yang diperlukan semakin besar kemungkinan data yang hilang. Oleh karena itu dibutuhkan cara metode untuk mengkontruksi sebuah kode yang lebih optimal tanpa merusak informasi. Metode yang digunakan menggunakan kode Gilbert-Vashamov biner yang merupakan salah satu cara penyandian (encoding) yang menggunakan tiga parameter yaitu, panjang kode, dimensi, jarak minimum. Mengkonstruksi suatu kode dengan panjang n yang berdimensi k dengan jarak dinyatakan sebagai kode yang memiliki beban komputasi cukup berat, dalam hal ini dekoder harus menyediakan memori untuk matrik berukuran . Untuk mengkontruksi kode optimal kuat dilakukan pemilihan kode dasar untuk submatriks generator atau cek paritas dengan menghapus beberapa matriks baris yang tidak sempurna dengan jarak minimum 15 dan dilakukan dengan digunakan paket program konstruksi dengan menggunakan software MAPLE.
Perkembangan komputasi kuantum memberikan potensi besar dalam bidang teknologi informasi, namun juga menimbulkan ancaman signifikan terhadap sistem keamanan siber yang ada saat ini. Sebagai respons terhadap tantangan ini, penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem keamanan siber inovatif yang berbasis kecerdasan buatan (AI) guna melawan ancaman komputasi kuantum. Metode yang digunakan melibatkan penerapan algoritma AI untuk mendeteksi dan merespons serangan kuantum secara dinamis, serta integrasi kriptografi pasca-kuantum untuk meningkatkan ketahanan sistem terhadap potensi peretasan. Penelitian ini juga mengeksplorasi penggunaan pembelajaran mesin untuk mengidentifikasi pola ancaman dan memperkuat sistem secara otomatis seiring waktu. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu mendeteksi ancaman kuantum dengan tingkat akurasi yang tinggi dan menawarkan solusi yang dapat diimplementasikan pada berbagai platform siber. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah kemajuan signifikan dalam pengembangan sistem keamanan yang lebih tangguh dan adaptif terhadap evolusi komputasi kuantum, membuka jalan bagi terciptanya infrastruktur digital yang lebih aman di masa depan
Buku teks ini bertujuan untuk menunjukkan struktur dan kaedah-kaedah mekanik kuantum bagi semua kursus fizik atom, fizik nukleus atau fizik zarah tahun pertama ijazah sarjana muda. Ia tidak memerlukan pengetahuan asas tentang mekanik kuantum dan cuba mengelakkan matematik yang sukar. Langkah-langkah dalam penghujahan matematik dikemukakan dengan lengkap dan teratur. Buku ini menggunakan pendekatan logik dan dalam bab pertama pembaca diberikan tujuh postulat. Tidak ada perubahan utama dilakukan terhadap konsep-konsep asas ini dalam perlakuan selanjutnya. Mekanik klasik yang lumrah itu ditunjukkan sebagai suatu kes menghad. Setiap keputusan mekanik kuantum yang penting ditunjukkan sekurang-kurangnya oleh satu contoh fizik. Di samping memperkenalkan konsep-konsep asas, perkara-perkara utama beberapa topik lanjutan juga dikemukakan, seperti penggabungan momentum sudut, hubungan di antara penyerakan resonans dengan pereputan melalui pemancaran zarah, dan pengkuantuman medan sinaran.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teoritis dinamika sistem kuantum terbuka menggunakan persamaan Lindblad sebagai kerangka utama dalam mendeskripsikan evolusi non-uniter. Latar belakang penelitian didasarkan pada keterbatasan pendekatan sistem kuantum tertutup yang tidak mampu merepresentasikan interaksi sistem dengan lingkungan secara realistis. Metode yang digunakan adalah pendekatan analitik matematis dengan memanfaatkan operator densitas (density matrix) dalam kerangka teori open quantum systems, serta mengadopsi asumsi Born dan Markov untuk menyederhanakan interaksi sistem-lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa persamaan Lindblad mampu menggambarkan fenomena dekoherensi dan dissipasi secara sistematis melalui kontribusi operator Lindblad yang mempengaruhi koherensi dan populasi keadaan sistem. Studi kasus pada sistem dua-level (qubit) memperlihatkan bahwa interaksi dengan lingkungan menyebabkan peluruhan koherensi serta perubahan populasi menuju keadaan kesetimbangan. Secara fisik, hal ini mengindikasikan adanya kehilangan informasi kuantum akibat interaksi eksternal, yang berdampak pada stabilitas sistem. Selain itu, model Lindblad terbukti memiliki konsistensi matematis yang kuat serta relevansi luas dalam berbagai aplikasi fisika kuantum modern. Namun demikian, keterbatasannya dalam menggambarkan sistem non-Markovian menunjukkan perlunya pengembangan model yang lebih umum. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam memahami dinamika sistem kuantum terbuka serta menjadi dasar bagi pengembangan studi lanjutan dalam bidang teknologi kuantum.