Challenges
Datasets
Workspaces
Papers
Discussions
Leaderboard
Log inSign up
Challenges
Datasets
Workspaces
Papers
Discussions
Leaderboard
Blog
Job Board
Q3AS

© 2026 Aqora Quantum S.A.S.

TermsPrivacyLegal Notice

Pengantar kriptografik kuantum : teknik enkripsi masa depan

Saludin Muis

Published Jan 1, 2013• 0 citations
OpenAlex

Abstract

Teknik kriptografik kuantum merupakan pengetahuan mengenai teknik enkripsi-dekripsi terkini yang diyakinkan akan menjadi andalan di masa mendatang yang sulit bahkan mustahil dipecahkan oleh pihak yang tidak berhak karena keadaan kuantum yang mendasari ide dibalik kriptografik kuantum adalah unik, ini berbeda dengan teknik klasik yang mana distribusikan kunci rahasianya masih rawan penyadapan. Karena itu buku ini dapat menjadi referensi sangat baik bagi kalangan pelajar, akademsi dan praktisi yang berkaitan dengan keamanan komunukasi data dan database. Isi buku ini memberikan gambaran detail mengenai penerapan pengetahuan kuantum dalam membangun teknik enkripsi-dekripsi canggih berdasarkan kondisi atomik. Ilmu kuantum sendiri merupakan bagian dari fisika modern yang meletakkan pengetahuan kokoh yang memungkinkan pemahaman lebih baik mengenai keadaan skala atomik.

Related papers

Fisika Kuantum: Sejarah Dan Kisah Inspiratif Para Tokohnya

Okky Fajar Tri Maryana, Yuant Tiandho

Keberanian untuk mendobrak paradigma yang ada merupakan kunci dalam menciptakan perubahan. Sebagai seorang yang memiliki latar belakang dalam bidang teknik dan memilih terjun dalam dunia startup bisnis, saya sudah lama tidak menyentuh dunia fisika. Namun setelah membaca buku ini saya kembali menyadari bahwa perkembangan yang terjadi dalam dunia fisika sebenarnya ikut memberikan dampak dan dapat kita ambil hikmahnya dalam multidimensi keilmuan yang lain, termasuk dalam dunia bisnis starup. Dalam buku ini dijabarkan secara sangat lengkap dan menatik mengenai sejarah pendobrakan paham fisika klasik menuju fisika kuantum yang sangat panjang dan berliku. Setidaknya semangat para ilmuan fisika kuantum dalam mendobrak paradigmaklasik inilah yang bisa diadopsi secara langsung dalam bidang keilmuan lain. Perjalanan para ilmuan fisika kuantum dalam menggali rasa penasaran mereka dan kegigihan unuk tidak pernah puas pada akhirnya membuahkan hasil yang berdampak besar bagi manusia dijabarkan dengan sangat menarik dalam buku ini, dan di kemas agar dapat di pahami bukan hanya oleh para fisikawan, namun juga untuk orang umum seperti saya.

•Jan 1, 2019•0 citations

Kerja Kriptografi Pasca-Kuantum untuk Jaringan Internet of Things (IoT)

Erlangga Ramadhan Fauzi, Fitria Nur Aulia

Era komputasi kuantum membawa ancaman signifikan terhadap sistem kriptografi konvensional yang saat ini banyak digunakan untuk mengamankan jaringan Internet of Things (IoT), seperti RSA dan ECC. Algoritma Shor memungkinkan komputer kuantum memecahkan permasalahan matematis yang mendasari algoritma tersebut dalam waktu singkat, sehingga kerahasiaan dan integritas data pada perangkat IoT menjadi rentan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi dan kinerja Kriptografi Pasca-Kuantum (PQC) sebagai solusi pengamanan untuk jaringan IoT yang memiliki keterbatasan sumber daya, seperti daya komputasi, memori, dan konsumsi energi.Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi studi literatur terhadap algoritma PQC yang menjadi finalis dalam kompetisi NIST, khususnya algoritma berbasis lattice-based cryptography (seperti CRYSTALS-Kyber dan CRYSTALS-Dilithium) yang dinilai efisien. Analisis dilakukan dengan membandingkan parameter keamanan, ukuran kunci, ukuran ciphertext, serta kecepatan komputasi dari algoritma PQC terhadap algoritma kriptografi konvensional dalam simulasi lingkungan IoT.Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun algoritma PQC memerlukan ukuran kunci dan overhead komunikasi yang lebih besar dibandingkan algoritma konvensional, beberapa kandidat seperti Kyber menunjukkan kinerja yang cukup kompetitif dan memungkinkan untuk diimplementasikan pada perangkat IoT dengan kelas menengah ke atas. Namun, untuk perangkat IoT dengan sumber daya sangat terbatas (constrained devices), masih diperlukan optimalisasi lebih lanjut, baik dari sisi perangkat keras maupun perangkat lunak.Penelitian ini menyimpulkan bahwa transisi menuju kriptografi pasca-kuantum untuk IoT adalah sebuah keniscayaan. Rekomendasi yang diberikan mencakup perlunya adopsi standar PQC secara bertahap serta pengembangan protokol hibrida yang menggabungkan kriptografi klasik dan PQC selama masa transisi, guna memastikan keberlanjutan keamanan jaringan IoT di masa depan.

MUARA KOMPUTER Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer & Elektronika•Apr 30, 2026•0 citations

DESAIN INOVATIF SISTEM KEAMANAN SIBER BERBASIS KECERDASAN BUATAN MENGHADAPI TANTANGAN KOMPUTASI KUANTUM

Maria Atik Sunarti Ekowati, Sri Wening

Perkembangan komputasi kuantum memberikan potensi besar dalam bidang teknologi informasi, namun juga menimbulkan ancaman signifikan terhadap sistem keamanan siber yang ada saat ini. Sebagai respons terhadap tantangan ini, penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem keamanan siber inovatif yang berbasis kecerdasan buatan (AI) guna melawan ancaman komputasi kuantum. Metode yang digunakan melibatkan penerapan algoritma AI untuk mendeteksi dan merespons serangan kuantum secara dinamis, serta integrasi kriptografi pasca-kuantum untuk meningkatkan ketahanan sistem terhadap potensi peretasan. Penelitian ini juga mengeksplorasi penggunaan pembelajaran mesin untuk mengidentifikasi pola ancaman dan memperkuat sistem secara otomatis seiring waktu. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu mendeteksi ancaman kuantum dengan tingkat akurasi yang tinggi dan menawarkan solusi yang dapat diimplementasikan pada berbagai platform siber. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah kemajuan signifikan dalam pengembangan sistem keamanan yang lebih tangguh dan adaptif terhadap evolusi komputasi kuantum, membuka jalan bagi terciptanya infrastruktur digital yang lebih aman di masa depan

JURNAL ILMIAH SAINS TEKNOLOGI DAN INFORMASI•Apr 3, 2025•0 citations

Memahami Peluang-peluang Quantum dalam Seni

Martinus Dwi Marianto

Tulisan ini merupakan tindak lanjut pelengkap dari tulisan penulis “Kajian QuantumUntuk Bidang Seni Rupa” yang dimuat di jurnal Ekspresi yang diterbitkan oleh LembagaPenelitian ISI Yogyakarta. Dalam tulisan sebelumnya penulis masih sebatas menawarkansuatu kajian yang didasarkan pada cara pandang atas realitas yang diadopsi dari temuantemuaneksperimental fisika quantum. Untuk melengkapi tulisan itu penulis menghadirkansatu cara pendekataa yang lebih praktikal dan opcrasional untuk memahami dan merefleksiseni. Pertama kali akan penulis kemukakan terlebih dahulu paradigma Fisika Klasik yangtelah berabad-abad pemikiran dan cara pandang masyarakat modern, lalu akan disusul dengancara pandang quantum yang mematahkan determinisme Fisika Klasik. Lalu akan penulispaparkan beberapa poin prinsipal dari Fisika Quantum yang penulis pandang layakdicermati. Poin-poin prinsipal ini kemudian akan dijelaskan dengan ilustrasi-ilustrasi yangdipetik dari kehidupan seni yangnyata. Dengan pemahaman quantum kita akan lebih mampusecara imajiner membayangkan potensi-potensi virtual seni atau peluang-peluang dalam karyaseni apapun, untuk selanjutnya dikaji, dan dipilih mana yang yang paling masuk akal danrealistik, bila ingin diaktualkan, baik secara lisan, tertulis, maupun grafis.

Ars Jurnal Seni Rupa dan Desain•Jan 1, 2004•1 citation

TINJAUAN PERKEMBANGAN KOMPUTASI KUANTUM PADA PLATFORM CLOUD: PELUANG, TANTANGAN, DAN ARAH MASA DEPAN

Heru Triana, Arip Solehudin, Aditya Rizky Darmawan -

Komputasi kuantum berbasis cloud merupakan paradigma baru yang menggabungkan sumber daya kuantum dengan infrastruktur cloud klasik, memungkinkan akses luas tanpa kebutuhan investasi besar pada perangkat keras. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review (SLR) dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengidentifikasi dan mensintesis dua studi utama terkait integrasi dan perkembangan teknologi komputasi kuantum dalam lingkungan cloud computing. Analisis dilakukan melalui tiga tahap: analisis konten, perbandingan tematik, dan sintesis kritis dengan fokus pada arsitektur, kinerja, keamanan, serta arah masa depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur hibrida kuantum-klasik berbasis kontainer dan orkestrasi terdistribusi menjadi komponen kunci dalam pengembangan quantum cloud. Model Quantum-as-a-Service (QaaS) berpotensi menurunkan hambatan adopsi, terutama pada aplikasi seperti simulasi material, optimisasi kombinatorial, dan kriptografi kuantum. Namun, tantangan signifikan masih ada pada keterbatasan perangkat keras, kompleksitas integrasi sistem, serta kekurangan sumber daya manusia. Arah pengembangan ke depan mencakup standarisasi lintas vendor, co-design algoritma dan perangkat keras, serta transisi menuju kriptografi pasca-kuantum. Studi ini memberikan pemahaman menyeluruh tentang potensi, kendala, dan arah riset lanjutan dalam quantum cloud computing.

Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan•Jan 17, 2026•0 citations

Asas mekanik kuantum edisi kedua

Saridan Wan Hassan, Wan Muhammad

Buku teks ini bertujuan untuk menunjukkan struktur dan kaedah-kaedah mekanik kuantum bagi semua kursus fizik atom, fizik nukleus atau fizik zarah tahun pertama ijazah sarjana muda. Ia tidak memerlukan pengetahuan asas tentang mekanik kuantum dan cuba mengelakkan matematik yang sukar. Langkah-langkah dalam penghujahan matematik dikemukakan dengan lengkap dan teratur. Buku ini menggunakan pendekatan logik dan dalam bab pertama pembaca diberikan tujuh postulat. Tidak ada perubahan utama dilakukan terhadap konsep-konsep asas ini dalam perlakuan selanjutnya. Mekanik klasik yang lumrah itu ditunjukkan sebagai suatu kes menghad. Setiap keputusan mekanik kuantum yang penting ditunjukkan sekurang-kurangnya oleh satu contoh fizik. Di samping memperkenalkan konsep-konsep asas, perkara-perkara utama beberapa topik lanjutan juga dikemukakan, seperti penggabungan momentum sudut, hubungan di antara penyerakan resonans dengan pereputan melalui pemancaran zarah, dan pengkuantuman medan sinaran.

Penerbit UTM eBooks•Jan 1, 1989•0 citations
Teknik kriptografik kuantum merupakan pengetahuan mengenai teknik enkripsi-dekripsi terkini yang diyakinkan akan menjadi andalan di masa mendatang yang sulit bahkan mustahil dipecahkan oleh pihak yang tidak berhak karena keadaan kuantum yang mendasari ide dibalik kriptografik kuantum adalah unik, ini berbeda dengan teknik klasik yang mana distribusikan kunci rahasianya masih rawan penyadapan. Karena itu buku ini dapat menjadi referensi sangat baik bagi kalangan pelajar, akademsi dan praktisi yang berkaitan dengan keamanan komunukasi data dan database.
Isi buku ini memberikan gambaran detail mengenai penerapan pengetahuan kuantum dalam membangun teknik enkripsi-dekripsi canggih berdasarkan kondisi atomik. Ilmu kuantum sendiri merupakan bagian dari fisika modern yang meletakkan pengetahuan kokoh yang memungkinkan pemahaman lebih baik mengenai keadaan skala atomik.
Keberanian untuk mendobrak paradigma yang ada merupakan kunci dalam menciptakan perubahan. Sebagai seorang yang memiliki latar belakang dalam bidang teknik dan memilih terjun dalam dunia startup bisnis, saya sudah lama tidak menyentuh dunia fisika. Namun setelah membaca buku ini saya kembali menyadari bahwa perkembangan yang terjadi dalam dunia fisika sebenarnya ikut memberikan dampak dan dapat kita ambil hikmahnya dalam multidimensi keilmuan yang lain, termasuk dalam dunia bisnis starup. Dalam buku ini dijabarkan secara sangat lengkap dan menatik mengenai sejarah pendobrakan paham fisika klasik menuju fisika kuantum yang sangat panjang dan berliku. Setidaknya semangat para ilmuan fisika kuantum dalam mendobrak paradigmaklasik inilah yang bisa diadopsi secara langsung dalam bidang keilmuan lain. Perjalanan para ilmuan fisika kuantum dalam menggali rasa penasaran mereka dan kegigihan unuk tidak pernah puas pada akhirnya membuahkan hasil yang berdampak besar bagi manusia dijabarkan dengan sangat menarik dalam buku ini, dan di kemas agar dapat di pahami bukan hanya oleh para fisikawan, namun juga untuk orang umum seperti saya.
Era komputasi kuantum membawa ancaman signifikan terhadap sistem kriptografi konvensional yang saat ini banyak digunakan untuk mengamankan jaringan Internet of Things (IoT), seperti RSA dan ECC. Algoritma Shor memungkinkan komputer kuantum memecahkan permasalahan matematis yang mendasari algoritma tersebut dalam waktu singkat, sehingga kerahasiaan dan integritas data pada perangkat IoT menjadi rentan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi dan kinerja Kriptografi Pasca-Kuantum (PQC) sebagai solusi pengamanan untuk jaringan IoT yang memiliki keterbatasan sumber daya, seperti daya komputasi, memori, dan konsumsi energi.Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi studi literatur terhadap algoritma PQC yang menjadi finalis dalam kompetisi NIST, khususnya algoritma berbasis lattice-based cryptography (seperti CRYSTALS-Kyber dan CRYSTALS-Dilithium) yang dinilai efisien. Analisis dilakukan dengan membandingkan parameter keamanan, ukuran kunci, ukuran ciphertext, serta kecepatan komputasi dari algoritma PQC terhadap algoritma kriptografi konvensional dalam simulasi lingkungan IoT.Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun algoritma PQC memerlukan ukuran kunci dan overhead komunikasi yang lebih besar dibandingkan algoritma konvensional, beberapa kandidat seperti Kyber menunjukkan kinerja yang cukup kompetitif dan memungkinkan untuk diimplementasikan pada perangkat IoT dengan kelas menengah ke atas. Namun, untuk perangkat IoT dengan sumber daya sangat terbatas (constrained devices), masih diperlukan optimalisasi lebih lanjut, baik dari sisi perangkat keras maupun perangkat lunak.Penelitian ini menyimpulkan bahwa transisi menuju kriptografi pasca-kuantum untuk IoT adalah sebuah keniscayaan. Rekomendasi yang diberikan mencakup perlunya adopsi standar PQC secara bertahap serta pengembangan protokol hibrida yang menggabungkan kriptografi klasik dan PQC selama masa transisi, guna memastikan keberlanjutan keamanan jaringan IoT di masa depan.
Perkembangan komputasi kuantum memberikan potensi besar dalam bidang teknologi informasi, namun juga menimbulkan ancaman signifikan terhadap sistem keamanan siber yang ada saat ini. Sebagai respons terhadap tantangan ini, penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem keamanan siber inovatif yang berbasis kecerdasan buatan (AI) guna melawan ancaman komputasi kuantum. Metode yang digunakan melibatkan penerapan algoritma AI untuk mendeteksi dan merespons serangan kuantum secara dinamis, serta integrasi kriptografi pasca-kuantum untuk meningkatkan ketahanan sistem terhadap potensi peretasan. Penelitian ini juga mengeksplorasi penggunaan pembelajaran mesin untuk mengidentifikasi pola ancaman dan memperkuat sistem secara otomatis seiring waktu. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu mendeteksi ancaman kuantum dengan tingkat akurasi yang tinggi dan menawarkan solusi yang dapat diimplementasikan pada berbagai platform siber. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah kemajuan signifikan dalam pengembangan sistem keamanan yang lebih tangguh dan adaptif terhadap evolusi komputasi kuantum, membuka jalan bagi terciptanya infrastruktur digital yang lebih aman di masa depan
Tulisan ini merupakan tindak lanjut pelengkap dari tulisan penulis “Kajian QuantumUntuk Bidang Seni Rupa” yang dimuat di jurnal Ekspresi yang diterbitkan oleh LembagaPenelitian ISI Yogyakarta. Dalam tulisan sebelumnya penulis masih sebatas menawarkansuatu kajian yang didasarkan pada cara pandang atas realitas yang diadopsi dari temuantemuaneksperimental fisika quantum. Untuk melengkapi tulisan itu penulis menghadirkansatu cara pendekataa yang lebih praktikal dan opcrasional untuk memahami dan merefleksiseni. Pertama kali akan penulis kemukakan terlebih dahulu paradigma Fisika Klasik yangtelah berabad-abad pemikiran dan cara pandang masyarakat modern, lalu akan disusul dengancara pandang quantum yang mematahkan determinisme Fisika Klasik. Lalu akan penulispaparkan beberapa poin prinsipal dari Fisika Quantum yang penulis pandang layakdicermati. Poin-poin prinsipal ini kemudian akan dijelaskan dengan ilustrasi-ilustrasi yangdipetik dari kehidupan seni yangnyata. Dengan pemahaman quantum kita akan lebih mampusecara imajiner membayangkan potensi-potensi virtual seni atau peluang-peluang dalam karyaseni apapun, untuk selanjutnya dikaji, dan dipilih mana yang yang paling masuk akal danrealistik, bila ingin diaktualkan, baik secara lisan, tertulis, maupun grafis.
Komputasi kuantum berbasis cloud merupakan paradigma baru yang menggabungkan sumber daya kuantum dengan infrastruktur cloud klasik, memungkinkan akses luas tanpa kebutuhan investasi besar pada perangkat keras. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review (SLR) dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengidentifikasi dan mensintesis dua studi utama terkait integrasi dan perkembangan teknologi komputasi kuantum dalam lingkungan cloud computing. Analisis dilakukan melalui tiga tahap: analisis konten, perbandingan tematik, dan sintesis kritis dengan fokus pada arsitektur, kinerja, keamanan, serta arah masa depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur hibrida kuantum-klasik berbasis kontainer dan orkestrasi terdistribusi menjadi komponen kunci dalam pengembangan quantum cloud. Model Quantum-as-a-Service (QaaS) berpotensi menurunkan hambatan adopsi, terutama pada aplikasi seperti simulasi material, optimisasi kombinatorial, dan kriptografi kuantum. Namun, tantangan signifikan masih ada pada keterbatasan perangkat keras, kompleksitas integrasi sistem, serta kekurangan sumber daya manusia. Arah pengembangan ke depan mencakup standarisasi lintas vendor, co-design algoritma dan perangkat keras, serta transisi menuju kriptografi pasca-kuantum. Studi ini memberikan pemahaman menyeluruh tentang potensi, kendala, dan arah riset lanjutan dalam quantum cloud computing.
Buku teks ini bertujuan untuk menunjukkan struktur dan kaedah-kaedah mekanik kuantum bagi semua kursus fizik atom, fizik nukleus atau fizik zarah tahun pertama ijazah sarjana muda. Ia tidak memerlukan pengetahuan asas tentang mekanik kuantum dan cuba mengelakkan matematik yang sukar. Langkah-langkah dalam penghujahan matematik dikemukakan dengan lengkap dan teratur. Buku ini menggunakan pendekatan logik dan dalam bab pertama pembaca diberikan tujuh postulat. Tidak ada perubahan utama dilakukan terhadap konsep-konsep asas ini dalam perlakuan selanjutnya. Mekanik klasik yang lumrah itu ditunjukkan sebagai suatu kes menghad. Setiap keputusan mekanik kuantum yang penting ditunjukkan sekurang-kurangnya oleh satu contoh fizik. Di samping memperkenalkan konsep-konsep asas, perkara-perkara utama beberapa topik lanjutan juga dikemukakan, seperti penggabungan momentum sudut, hubungan di antara penyerakan resonans dengan pereputan melalui pemancaran zarah, dan pengkuantuman medan sinaran.