Challenges
Datasets
Workspaces
Papers
Discussions
Leaderboard
Log inSign up
Challenges
Datasets
Workspaces
Papers
Discussions
Leaderboard
Blog
Job Board
Q3AS

© 2026 Aqora Quantum S.A.S.

TermsPrivacyLegal Notice

Algoritma Kuantum untuk Faktorisasi Bilangan

David Parulian Hutasoit, Schoolof Physics

Published Jan 1, 2000• 0 citations
OpenAlex

Abstract

Abstrak : Dibahas algoritma Shor untuk faktorisasi bilangan pada sebuah komputer kuantum hipotesis. Algoritma kuantum ini adalah efisien, yaitu membutuhkan waktu sebanding dengan polinomial dari jumlah rnasukan, sedangkan algoritma klasik membutuhkan waktu sebanding dengan eksponensial dari jumlah masukan, walaupun kenyataan ini belum dibuktikan secara formal.

Related papers

Implementasi Algoritma Kuantum Shor untuk Pemfaktoran Perkallian Bilangan Prima

Adjie Wahyu Wicaksono

Komputasi kuantum adalah penggunaan fenomena kuantum untuk melakukan komputasi. Salah satu kegunaan dari komputasi kuantum adalah pemfaktoran perkalian bilangan prima. Algoritma pemfaktoran Shor dapat memfaktorkan bilangan prima dengan kecepatan polinomial, dimana pada komputer klasik hanya dapat mencapai kecepatan super-polinomial. Implementasi dari algoritma ini ditujukan untuk menunjukkan kemampuan komputer kuantum menggunakan simulator dan library Python milik ProjectQ. Evaluasi user time dilakukan dengan membandingkan implementasi algoritma kuantum Shor pada penelitian ini dengan implementasi di Quantum Computing Playground dan ProjectQ menggunakan dua perangkat keras berbeda. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan waktu eksekusi sebesar 19% dari perangkat 1 ke perangkat 2 untuk kasus pemfaktoran perkalian bilangan berukuran 10-bit. Dalam hal penggunaan qubit, penelitian ini juga menunjukkan bahwa penggunaan qubit pada algoritma kuantum Shor dapat dikurangi sebesar 50% untuk membantu mempercepat waktu eksekusi program.

•Jan 1, 2019•0 citations

Studi Komparasi Teknik Efisiensi Penggunaan Energi pada Komputasi Kuantum dan Pemanfaatan Teknologi AI

Jarwo

Paradigma komputasi saat ini menghadapi tantangan besar terkait keterbatasan skalabilitas daya dan efisiensi algoritma pada sistem klasik, di mana konsumsi energi superkomputer (HPC) meningkat secara eksponensial seiring kompleksitas masalah. Komputasi kuantum hadir sebagai solusi futuristik dengan efisiensi algoritma radikal, namun menghadapi paradoks inefisiensi termal pada sistem pendukung kriogenik. Penelitian ini merupakan studi komparasi yang mengevaluasi berbagai teknik efisiensi energi, mulai dari optimalisasi sistem pendingin hingga arsitektur perangkat keras. Hasil studi menunjukkan bahwa inovasi pada kabel koaksial superkonduktor dan kontrol optik dapat mengurangi beban panas secara drastis. Selain itu, penerapan algoritma hybrid seperti VQE dan QAOA serta peningkatan kesetiaan gerbang (gate fidelity) terbukti mampu menekan waktu operasional dan jumlah pengulangan komputasi, yang secara langsung meningkatkan efisiensi energi sistem. Studi ini menyimpulkan bahwa diversifikasi arsitektur berbasis fotonik dan ion terperangkap menawarkan jalur yang lebih berkelanjutan bagi integrasi teknologi kuantum dan AI di masa depan.

Jurnal Aplikasi Sistem dan Teknik Informatika Pomosda (JASTIP)•Apr 14, 2026•0 citations

DESAIN INOVATIF SISTEM KEAMANAN SIBER BERBASIS KECERDASAN BUATAN MENGHADAPI TANTANGAN KOMPUTASI KUANTUM

Maria Atik Sunarti Ekowati, Sri Wening

Perkembangan komputasi kuantum memberikan potensi besar dalam bidang teknologi informasi, namun juga menimbulkan ancaman signifikan terhadap sistem keamanan siber yang ada saat ini. Sebagai respons terhadap tantangan ini, penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem keamanan siber inovatif yang berbasis kecerdasan buatan (AI) guna melawan ancaman komputasi kuantum. Metode yang digunakan melibatkan penerapan algoritma AI untuk mendeteksi dan merespons serangan kuantum secara dinamis, serta integrasi kriptografi pasca-kuantum untuk meningkatkan ketahanan sistem terhadap potensi peretasan. Penelitian ini juga mengeksplorasi penggunaan pembelajaran mesin untuk mengidentifikasi pola ancaman dan memperkuat sistem secara otomatis seiring waktu. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu mendeteksi ancaman kuantum dengan tingkat akurasi yang tinggi dan menawarkan solusi yang dapat diimplementasikan pada berbagai platform siber. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah kemajuan signifikan dalam pengembangan sistem keamanan yang lebih tangguh dan adaptif terhadap evolusi komputasi kuantum, membuka jalan bagi terciptanya infrastruktur digital yang lebih aman di masa depan

JURNAL ILMIAH SAINS TEKNOLOGI DAN INFORMASI•Apr 3, 2025•0 citations

Sebuah Algoritma Sederhana untuk MenentukanValiditas Argumentasi dalam Logika Kuantum

Arief Hermanto

Logika kuantum merupakan salah satu interpretasi mekanika kuantum. Sampai saat ini belum ada interpretasi yang dapat memuaskan semua pihak sehingga setiap interpretasi perlu untuk dipelajari. Dalam makalah ini kami ingin memperkenalkan logika kuantum dan kemudian mengajukan sebuah algoritma sederhana untuk menentukan validitas argumentasi dalam logika kuantum ini. Kata kunci : logika kuantum, algoritma.

•Aug 1, 2007•0 citations

Membangun Komputer Kuantum dengan Foton: Algoritma Simulasi Sistem Kuantum Optik Linier

Ramadian Ridho Illahi, I Wayan Sudiarta, Marzuki Marzuki +2 more

Evolusi keadaan kuantum pada foton di dalam sistem optik linier memiliki aplikasi yang beragam, mulai dari eksperimen kuantum optik mendasar hingga tingkat lanjut untuk pemrosesan informasi kuantum. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun algoritma simulasi yang berfokus pada pemodelan elemen optik sebagai salah satu cara untuk mempelajari perilaku keadaan kuantum pada foton. Implementasi perhitungan komputasi kuantum dengan optik linier telah dikembangkan sebagai bagian dari simulasi dalam penelitian ini. Konfigurasi jaringan kuantum dilakukan dengan memodelkan komponen optik, seperti pembagi sinar, pemindah fase, dan hubungan antar komponennya melalui sejumlah wakilan matriks. Hasil pengukuran dinyatakan dalam distribusi kebolehjadian, dengan mempertimbangkan efek elemen optik yang dilewati oleh foton. Simulasi ini mampu melakukan perhitungan untuk jaringan kuantum dasar dengan keadaan kuantum awal tertentu. Melalui simulasi ini, kita dapat mendefinisikan jaringan kuantum dan mengimplementasikan algoritma kuantum melalui cara yang intuitif dengan menggunakan instruksi sederhana.

BULETIN FISIKA•Sep 4, 2024•0 citations

Implementasi Algoritma Kuantum Grover Menggunakan Rigetti Forest SDK

Anthony Anthony

Komputer kuantum memiliki potensi seperti memecahkan faktorisasi bilangan yang besar ke dalam faktor prima dan melakukan pencarian data pada database tidak terstruktur. Tantangan komputer kuantum membuat banyak perusahaan seperti Google, IBM, Rigetti melakukan riset terhadap komputasi kuantum. Rigetti menyediakan quantum virtual machine bernama Forest SDK untuk melakukan pemrograman kuantum. Pemrograman kuantum seperti algoritma kuantum Grover untuk pencarian data dapat disimulasikan menggunakan Quantum Computing Playground. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan algoritma kuantum Grover menggunakan Rigetti Forest SDK dan mengevaluasi performanya dari sisi user time dengan Quantum Computing Playground pada dua perangkat keras berbeda. Hasil evaluasi untuk jumlah qubit 10, nilai terbesar 1023, dan jumlah data 1024 menunjukkan performa user time dari implementasi algoritma kuantum Grover menggunakan Rigetti Forest SDK adalah 100,81 detik dan Quantum Computing Playground adalah 21,93 detik di perangkat keras 1. Sementara di perangkat keras 2 menunjukkan user time dari implementasi algoritma kuantum Grover menggunakan Rigetti Forest SDK adalah 62,08 detik dan Quantum Computing Playground adalah 21,04 detik.

•Jan 1, 2019•0 citations
Abstrak :
Dibahas algoritma Shor untuk faktorisasi bilangan pada sebuah komputer kuantum hipotesis. Algoritma kuantum ini adalah efisien, yaitu membutuhkan waktu sebanding dengan polinomial dari jumlah rnasukan, sedangkan algoritma klasik membutuhkan waktu sebanding dengan eksponensial dari jumlah masukan, walaupun kenyataan ini belum dibuktikan secara formal.
Komputasi kuantum adalah penggunaan fenomena kuantum untuk melakukan komputasi. Salah satu kegunaan dari komputasi kuantum adalah pemfaktoran perkalian bilangan prima. Algoritma pemfaktoran Shor dapat memfaktorkan bilangan prima dengan kecepatan polinomial, dimana pada komputer klasik hanya dapat mencapai kecepatan super-polinomial. Implementasi dari algoritma ini ditujukan untuk menunjukkan kemampuan komputer kuantum menggunakan simulator dan library Python milik ProjectQ. Evaluasi user time dilakukan dengan membandingkan implementasi algoritma kuantum Shor pada penelitian ini dengan implementasi di Quantum Computing Playground dan ProjectQ menggunakan dua perangkat keras berbeda. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan waktu eksekusi sebesar 19% dari perangkat 1 ke perangkat 2 untuk kasus pemfaktoran perkalian bilangan berukuran 10-bit. Dalam hal penggunaan qubit, penelitian ini juga menunjukkan bahwa penggunaan qubit pada algoritma kuantum Shor dapat dikurangi sebesar 50% untuk membantu mempercepat waktu eksekusi program.
Paradigma komputasi saat ini menghadapi tantangan besar terkait keterbatasan skalabilitas daya dan efisiensi algoritma pada sistem klasik, di mana konsumsi energi superkomputer (HPC) meningkat secara eksponensial seiring kompleksitas masalah. Komputasi kuantum hadir sebagai solusi futuristik dengan efisiensi algoritma radikal, namun menghadapi paradoks inefisiensi termal pada sistem pendukung kriogenik. Penelitian ini merupakan studi komparasi yang mengevaluasi berbagai teknik efisiensi energi, mulai dari optimalisasi sistem pendingin hingga arsitektur perangkat keras. Hasil studi menunjukkan bahwa inovasi pada kabel koaksial superkonduktor dan kontrol optik dapat mengurangi beban panas secara drastis. Selain itu, penerapan algoritma hybrid seperti VQE dan QAOA serta peningkatan kesetiaan gerbang (gate fidelity) terbukti mampu menekan waktu operasional dan jumlah pengulangan komputasi, yang secara langsung meningkatkan efisiensi energi sistem. Studi ini menyimpulkan bahwa diversifikasi arsitektur berbasis fotonik dan ion terperangkap menawarkan jalur yang lebih berkelanjutan bagi integrasi teknologi kuantum dan AI di masa depan.
Perkembangan komputasi kuantum memberikan potensi besar dalam bidang teknologi informasi, namun juga menimbulkan ancaman signifikan terhadap sistem keamanan siber yang ada saat ini. Sebagai respons terhadap tantangan ini, penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem keamanan siber inovatif yang berbasis kecerdasan buatan (AI) guna melawan ancaman komputasi kuantum. Metode yang digunakan melibatkan penerapan algoritma AI untuk mendeteksi dan merespons serangan kuantum secara dinamis, serta integrasi kriptografi pasca-kuantum untuk meningkatkan ketahanan sistem terhadap potensi peretasan. Penelitian ini juga mengeksplorasi penggunaan pembelajaran mesin untuk mengidentifikasi pola ancaman dan memperkuat sistem secara otomatis seiring waktu. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu mendeteksi ancaman kuantum dengan tingkat akurasi yang tinggi dan menawarkan solusi yang dapat diimplementasikan pada berbagai platform siber. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah kemajuan signifikan dalam pengembangan sistem keamanan yang lebih tangguh dan adaptif terhadap evolusi komputasi kuantum, membuka jalan bagi terciptanya infrastruktur digital yang lebih aman di masa depan
Evolusi keadaan kuantum pada foton di dalam sistem optik linier memiliki aplikasi yang beragam, mulai dari eksperimen kuantum optik mendasar hingga tingkat lanjut untuk pemrosesan informasi kuantum. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun algoritma simulasi yang berfokus pada pemodelan elemen optik sebagai salah satu cara untuk mempelajari perilaku keadaan kuantum pada foton. Implementasi perhitungan komputasi kuantum dengan optik linier telah dikembangkan sebagai bagian dari simulasi dalam penelitian ini. Konfigurasi jaringan kuantum dilakukan dengan memodelkan komponen optik, seperti pembagi sinar, pemindah fase, dan hubungan antar komponennya melalui sejumlah wakilan matriks. Hasil pengukuran dinyatakan dalam distribusi kebolehjadian, dengan mempertimbangkan efek elemen optik yang dilewati oleh foton. Simulasi ini mampu melakukan perhitungan untuk jaringan kuantum dasar dengan keadaan kuantum awal tertentu. Melalui simulasi ini, kita dapat mendefinisikan jaringan kuantum dan mengimplementasikan algoritma kuantum melalui cara yang intuitif dengan menggunakan instruksi sederhana.
Komputer kuantum memiliki potensi seperti memecahkan faktorisasi bilangan yang besar ke dalam faktor prima dan melakukan pencarian data pada database tidak terstruktur. Tantangan komputer kuantum membuat banyak perusahaan seperti Google, IBM, Rigetti melakukan riset terhadap komputasi kuantum. Rigetti menyediakan quantum virtual machine bernama Forest SDK untuk melakukan pemrograman kuantum. Pemrograman kuantum seperti algoritma kuantum Grover untuk pencarian data dapat disimulasikan menggunakan Quantum Computing Playground. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan algoritma kuantum Grover menggunakan Rigetti Forest SDK dan mengevaluasi performanya dari sisi user time dengan Quantum Computing Playground pada dua perangkat keras berbeda. Hasil evaluasi untuk jumlah qubit 10, nilai terbesar 1023, dan jumlah data 1024 menunjukkan performa user time dari implementasi algoritma kuantum Grover menggunakan Rigetti Forest SDK adalah 100,81 detik dan Quantum Computing Playground adalah 21,93 detik di perangkat keras 1. Sementara di perangkat keras 2 menunjukkan user time dari implementasi algoritma kuantum Grover menggunakan Rigetti Forest SDK adalah 62,08 detik dan Quantum Computing Playground adalah 21,04 detik.