Challenges
Datasets
Workspaces
Papers
Discussions
Leaderboard
Log inSign up
Challenges
Datasets
Workspaces
Papers
Discussions
Leaderboard
Blog
Job Board
Q3AS

© 2026 Aqora Quantum S.A.S.

TermsPrivacyLegal Notice

Sebuah Algoritma Sederhana untuk MenentukanValiditas Argumentasi dalam Logika Kuantum

Arief Hermanto

Published Aug 1, 2007• 0 citations
OpenAlex

Abstract

Logika kuantum merupakan salah satu interpretasi mekanika kuantum. Sampai saat ini belum ada interpretasi yang dapat memuaskan semua pihak sehingga setiap interpretasi perlu untuk dipelajari. Dalam makalah ini kami ingin memperkenalkan logika kuantum dan kemudian mengajukan sebuah algoritma sederhana untuk menentukan validitas argumentasi dalam logika kuantum ini. Kata kunci : logika kuantum, algoritma.

Related papers

Implementasi Algoritma Kuantum Shor untuk Pemfaktoran Perkallian Bilangan Prima

Adjie Wahyu Wicaksono

Komputasi kuantum adalah penggunaan fenomena kuantum untuk melakukan komputasi. Salah satu kegunaan dari komputasi kuantum adalah pemfaktoran perkalian bilangan prima. Algoritma pemfaktoran Shor dapat memfaktorkan bilangan prima dengan kecepatan polinomial, dimana pada komputer klasik hanya dapat mencapai kecepatan super-polinomial. Implementasi dari algoritma ini ditujukan untuk menunjukkan kemampuan komputer kuantum menggunakan simulator dan library Python milik ProjectQ. Evaluasi user time dilakukan dengan membandingkan implementasi algoritma kuantum Shor pada penelitian ini dengan implementasi di Quantum Computing Playground dan ProjectQ menggunakan dua perangkat keras berbeda. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan waktu eksekusi sebesar 19% dari perangkat 1 ke perangkat 2 untuk kasus pemfaktoran perkalian bilangan berukuran 10-bit. Dalam hal penggunaan qubit, penelitian ini juga menunjukkan bahwa penggunaan qubit pada algoritma kuantum Shor dapat dikurangi sebesar 50% untuk membantu mempercepat waktu eksekusi program.

•Jan 1, 2019•0 citations

Asas mekanik kuantum edisi kedua

Saridan Wan Hassan, Wan Muhammad

Buku teks ini bertujuan untuk menunjukkan struktur dan kaedah-kaedah mekanik kuantum bagi semua kursus fizik atom, fizik nukleus atau fizik zarah tahun pertama ijazah sarjana muda. Ia tidak memerlukan pengetahuan asas tentang mekanik kuantum dan cuba mengelakkan matematik yang sukar. Langkah-langkah dalam penghujahan matematik dikemukakan dengan lengkap dan teratur. Buku ini menggunakan pendekatan logik dan dalam bab pertama pembaca diberikan tujuh postulat. Tidak ada perubahan utama dilakukan terhadap konsep-konsep asas ini dalam perlakuan selanjutnya. Mekanik klasik yang lumrah itu ditunjukkan sebagai suatu kes menghad. Setiap keputusan mekanik kuantum yang penting ditunjukkan sekurang-kurangnya oleh satu contoh fizik. Di samping memperkenalkan konsep-konsep asas, perkara-perkara utama beberapa topik lanjutan juga dikemukakan, seperti penggabungan momentum sudut, hubungan di antara penyerakan resonans dengan pereputan melalui pemancaran zarah, dan pengkuantuman medan sinaran.

Penerbit UTM eBooks•Jan 1, 1989•0 citations

Algoritma Kuantum untuk Faktorisasi Bilangan

David Parulian Hutasoit, Schoolof Physics

Abstrak : Dibahas algoritma Shor untuk faktorisasi bilangan pada sebuah komputer kuantum hipotesis. Algoritma kuantum ini adalah efisien, yaitu membutuhkan waktu sebanding dengan polinomial dari jumlah rnasukan, sedangkan algoritma klasik membutuhkan waktu sebanding dengan eksponensial dari jumlah masukan, walaupun kenyataan ini belum dibuktikan secara formal.

•Jan 1, 2000•0 citations

DAMPAK KOMPUTASI KUANTUM TERHADAP KEAMANAN BLOCKCHAIN: TANTANGAN DAN SOLUSI

Andreas Michael Adam, Sofyan Andika Prasetyo, Adi Nur Septiadi

Teknologi blockchain telah muncul sebagai kekuatan transformatif dalam keamanan digital, menyediakan sistem terdesentralisasi dan aman untuk transaksi cryptocurrency, kontrak pintar, serta integritas data. Namun, hadirnya komputasi kuantum menimbulkan tantangan signifikan terhadap fondasi kriptografi blockchain. Mekanisme enkripsi klasik, termasuk RSA dan elliptic curve cryptography (ECC), rentan terhadap algoritma kuantum seperti Shor’s Algorithm, yang mampu memecahkan enkripsi kunci publik, dan Grover’s Algorithm, yang dapat melemahkan fungsi hash. Studi ini bertujuan untuk menilai dampak komputasi kuantum terhadap keamanan blockchain, membandingkan metode kriptografi klasik dengan metode pasca-kuantum, serta mengeksplorasi solusi untuk sistem blockchain yang tahan kuantum. Kami menggunakan kerangka analisis komparatif dengan mengevaluasi algoritma kriptografi klasik terhadap alternatif kriptografi tahan kuantum, seperti kriptografi berbasis kisi (lattice-based cryptography), algoritma berbasis hash (SPHINCS+), dan enkripsi berbasis kode. Temuan kami menunjukkan bahwa meskipun komputasi kuantum mengancam keamanan blockchain saat ini, metode kriptografi tahan kuantum dapat mengurangi risiko tersebut. Transisi menuju kriptografi pasca-kuantum sangat penting untuk mengamankan implementasi blockchain di masa depan, meskipun langkah ini menghadirkan tantangan dalam bentuk beban komputasi tambahan dan kebutuhan pembaruan jaringan. Studi ini menyimpulkan bahwa adopsi proaktif terhadap protokol tahan kuantum diperlukan untuk memastikan keberlangsungan jangka panjang teknologi blockchain di era pasca-kuantum

Jurnal Intelek Insan Cendikia•Sep 9, 2025•0 citations

Teori Kuantum Baru yang Sesuai Sains dan Teknologi dengan Kaidah Ilmu Islam

Sri Watini, Viola Tashya Devana

Dualitas gelombang-partikel merupakan salah satu dari banyaknya fenomena aneh yang telah diamati pada dunia kuantum, dan ini sangat membutuhkan teori baru. Teori ini diajukan melalui metode metafisik yang didasarkan pada Alquran dan prinsip-prinsip keilmuan Islam, dilengkapi dengan argumen filosofis yang rasional. Menjelaskan ayat-ayat Alquran yang relevan, serta hubungan satu-ke-satu antara konsep berpasangan dan prinsip orang yang diwawancarai, akan membantu menjelaskan dualitas gelombang-partikel elektron secara rinci. Analisis ilmiah menunjukkan bahwa elektron dapat terdiri dari muatan satuan dan magnet permanen, yang semuanya mencerminkan perilaku dualitas gelombang-partikel yang diamati dalam eksperimen. Meskipun fisikawan saat ini hanya mempertimbangkan keberadaan magnet yang diinduksi medan magnet, dan keberadaan medan magnet disebabkan oleh perputaran elektron, sebuah teori baru berspekulasi bahwa ada juga medan magnet permanen baru-baru ini. Selain itu, pilihan muatan gerbang dan magnet permanen dapat dipilih sebagai energi potensial, yang juga dianggap sebagai energi titik nol yang mungkin, yang telah diamati ada tetapi belum dijelaskan dengan baik. Berdasarkan teori baru ini, persamaan matematika telah diturunkan untuk menghitung energi potensial elektron yang diasumsikan. Dalam hal ini, sains dan teknolog Islam tampaknya telah menunjukkan pentingnya eksplorasi dunia kuantum yang misterius.

ADI Bisnis Digital Interdisiplin Jurnal•Jun 22, 2021•15 citations

Bisikan dari Kuantum: Saat Partikel Terkecil Mengajarkan Manusia Arti Kebersamaan

Hermanto Budi

Selama seabad, Mekanika Kuantum dianggap sebagai cabang fisika paling "aneh" karena menantang intuisi akal sehat. Tulisan ini menawarkan pembacaan ulang: bahwa keanehan kuantum bukanlah cacat, melainkan sebuah bahasa. Sebuah "wahyu saintifik" yang pesannya justru sangat jelas dan fundamental. Melalui fenomena entanglement dan perilaku partikel elementer, alam di level terdalam sedang mengajarkan prinsip peradaban tertinggi: kebenaran, kebaikan, dan keterhubungan. Artikel ini mengajak sains dan kemanusiaan untuk pulang ke fitrah yang sama: bahwa kita semua terhubung.

•May 29, 2026•0 citations
Logika kuantum merupakan salah satu interpretasi mekanika kuantum. Sampai saat ini
belum ada interpretasi yang dapat memuaskan semua pihak sehingga setiap interpretasi perlu
untuk dipelajari. Dalam makalah ini kami ingin memperkenalkan logika kuantum dan kemudian
mengajukan sebuah algoritma sederhana untuk menentukan validitas argumentasi dalam logika
kuantum ini.
Kata kunci : logika kuantum, algoritma.
Komputasi kuantum adalah penggunaan fenomena kuantum untuk melakukan komputasi. Salah satu kegunaan dari komputasi kuantum adalah pemfaktoran perkalian bilangan prima. Algoritma pemfaktoran Shor dapat memfaktorkan bilangan prima dengan kecepatan polinomial, dimana pada komputer klasik hanya dapat mencapai kecepatan super-polinomial. Implementasi dari algoritma ini ditujukan untuk menunjukkan kemampuan komputer kuantum menggunakan simulator dan library Python milik ProjectQ. Evaluasi user time dilakukan dengan membandingkan implementasi algoritma kuantum Shor pada penelitian ini dengan implementasi di Quantum Computing Playground dan ProjectQ menggunakan dua perangkat keras berbeda. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan waktu eksekusi sebesar 19% dari perangkat 1 ke perangkat 2 untuk kasus pemfaktoran perkalian bilangan berukuran 10-bit. Dalam hal penggunaan qubit, penelitian ini juga menunjukkan bahwa penggunaan qubit pada algoritma kuantum Shor dapat dikurangi sebesar 50% untuk membantu mempercepat waktu eksekusi program.
Buku teks ini bertujuan untuk menunjukkan struktur dan kaedah-kaedah mekanik kuantum bagi semua kursus fizik atom, fizik nukleus atau fizik zarah tahun pertama ijazah sarjana muda. Ia tidak memerlukan pengetahuan asas tentang mekanik kuantum dan cuba mengelakkan matematik yang sukar. Langkah-langkah dalam penghujahan matematik dikemukakan dengan lengkap dan teratur. Buku ini menggunakan pendekatan logik dan dalam bab pertama pembaca diberikan tujuh postulat. Tidak ada perubahan utama dilakukan terhadap konsep-konsep asas ini dalam perlakuan selanjutnya. Mekanik klasik yang lumrah itu ditunjukkan sebagai suatu kes menghad. Setiap keputusan mekanik kuantum yang penting ditunjukkan sekurang-kurangnya oleh satu contoh fizik. Di samping memperkenalkan konsep-konsep asas, perkara-perkara utama beberapa topik lanjutan juga dikemukakan, seperti penggabungan momentum sudut, hubungan di antara penyerakan resonans dengan pereputan melalui pemancaran zarah, dan pengkuantuman medan sinaran.
Teknologi blockchain telah muncul sebagai kekuatan transformatif dalam keamanan digital, menyediakan sistem terdesentralisasi dan aman untuk transaksi cryptocurrency, kontrak pintar, serta integritas data. Namun, hadirnya komputasi kuantum menimbulkan tantangan signifikan terhadap fondasi kriptografi blockchain. Mekanisme enkripsi klasik, termasuk RSA dan elliptic curve cryptography (ECC), rentan terhadap algoritma kuantum seperti Shor’s Algorithm, yang mampu memecahkan enkripsi kunci publik, dan Grover’s Algorithm, yang dapat melemahkan fungsi hash. Studi ini bertujuan untuk menilai dampak komputasi kuantum terhadap keamanan blockchain, membandingkan metode kriptografi klasik dengan metode pasca-kuantum, serta mengeksplorasi solusi untuk sistem blockchain yang tahan kuantum. Kami menggunakan kerangka analisis komparatif dengan mengevaluasi algoritma kriptografi klasik terhadap alternatif kriptografi tahan kuantum, seperti kriptografi berbasis kisi (lattice-based cryptography), algoritma berbasis hash (SPHINCS+), dan enkripsi berbasis kode. Temuan kami menunjukkan bahwa meskipun komputasi kuantum mengancam keamanan blockchain saat ini, metode kriptografi tahan kuantum dapat mengurangi risiko tersebut. Transisi menuju kriptografi pasca-kuantum sangat penting untuk mengamankan implementasi blockchain di masa depan, meskipun langkah ini menghadirkan tantangan dalam bentuk beban komputasi tambahan dan kebutuhan pembaruan jaringan. Studi ini menyimpulkan bahwa adopsi proaktif terhadap protokol tahan kuantum diperlukan untuk memastikan keberlangsungan jangka panjang teknologi blockchain di era pasca-kuantum
Dualitas gelombang-partikel merupakan salah satu dari banyaknya fenomena aneh yang telah diamati pada dunia kuantum, dan ini sangat membutuhkan teori baru. Teori ini diajukan melalui metode metafisik yang didasarkan pada Alquran dan prinsip-prinsip keilmuan Islam, dilengkapi dengan argumen filosofis yang rasional. Menjelaskan ayat-ayat Alquran yang relevan, serta hubungan satu-ke-satu antara konsep berpasangan dan prinsip orang yang diwawancarai, akan membantu menjelaskan dualitas gelombang-partikel elektron secara rinci. Analisis ilmiah menunjukkan bahwa elektron dapat terdiri dari muatan satuan dan magnet permanen, yang semuanya mencerminkan perilaku dualitas gelombang-partikel yang diamati dalam eksperimen. Meskipun fisikawan saat ini hanya mempertimbangkan keberadaan magnet yang diinduksi medan magnet, dan keberadaan medan magnet disebabkan oleh perputaran elektron, sebuah teori baru berspekulasi bahwa ada juga medan magnet permanen baru-baru ini. Selain itu, pilihan muatan gerbang dan magnet permanen dapat dipilih sebagai energi potensial, yang juga dianggap sebagai energi titik nol yang mungkin, yang telah diamati ada tetapi belum dijelaskan dengan baik. Berdasarkan teori baru ini, persamaan matematika telah diturunkan untuk menghitung energi potensial elektron yang diasumsikan. Dalam hal ini, sains dan teknolog Islam tampaknya telah menunjukkan pentingnya eksplorasi dunia kuantum yang misterius.
Selama seabad, Mekanika Kuantum dianggap sebagai cabang fisika paling "aneh" karena menantang intuisi akal sehat. Tulisan ini menawarkan pembacaan ulang: bahwa keanehan kuantum bukanlah cacat, melainkan sebuah bahasa. Sebuah "wahyu saintifik" yang pesannya justru sangat jelas dan fundamental. Melalui fenomena entanglement dan perilaku partikel elementer, alam di level terdalam sedang mengajarkan prinsip peradaban tertinggi: kebenaran, kebaikan, dan keterhubungan. Artikel ini mengajak sains dan kemanusiaan untuk pulang ke fitrah yang sama: bahwa kita semua terhubung.