Challenges
Datasets
Workspaces
Papers
Discussions
Leaderboard
Log inSign up
Challenges
Datasets
Workspaces
Papers
Discussions
Leaderboard
Blog
Job Board
Q3AS

© 2026 Aqora Quantum S.A.S.

TermsPrivacyLegal Notice

KEUTUHAN: Teori Struktural-Dinamis tentang Realitas Fisik dengan Sejarah Teraktualisasi Tunggal

Hasmy Anshari Aulia

Published Feb 8, 2026• 0 citations
Publisher

Abstract

Abstrak Makalah ini mengajukan sebuah kerangka ontologis baru yang disebut "Teori Struktural-Dinamis" untuk menyatukan mekanika kuantum, relativitas umum, dan irreversibilitas waktu dalam satu model geometri yang koheren. Berangkat dari asumsi bahwa Realitas ($\mathcal{R}$) secara fundamental bersifat statis dan lengkap, teori ini mengusulkan bahwa dinamika waktu dan ketidakpastian kuantum adalah fenomena emergen yang muncul akibat proyeksi terbatas ($\Pi$) dari struktur global ke sektor teramati ($\mathcal{O}$). Kerangka ini menawarkan solusi geometris untuk masalah pengukuran (measurement problem), asal-usul probabilitas (Aturan Born), dan paradoks informasi, dengan mendalilkan bahwa hanya satu lintasan sejarah ($\gamma$) yang teraktualisasi—yaitu lintasan yang memenuhi syarat stabilitas struktural. Dokumen ini berfungsi sebagai landasan teoretis untuk memahami alam semesta sebagai struktur monolitik, bukan mesin mekanistik. Abstract This paper proposes a new ontological framework termed "Structural-Dynamic Theory" to unify quantum mechanics, general relativity, and time irreversibility within a single coherent geometric model. Starting from the assumption that Reality ($\mathcal{R}$) is fundamentally static and complete, the theory posits that time dynamics and quantum uncertainty are emergent phenomena resulting from a limited projection ($\Pi$) of the global structure onto the observed sector ($\mathcal{O}$).

DOI
10.5281/zenodo.18521540

Related papers

REVIEW BEBERAPA PERSAMAAN TAK BERDIMENSI DALAM MEKANIKA KUANTUM NON-RELATIVISTIK

Wingrit Yis Bilder Bianome, Herry Fridolin Lalus, Fakhruddin Fakhruddin

Telah dilakukan review jurnal dengan judul ‘Dimensionless equation of non-relativistic quantum mechanics’ yang membahas tentang persamaan tak berdimensi dalam mekanika kuantum non-relativistik pada model potensial satu dimensi, model atom hidrogen dan teori perturbasi tak bergantung waktu. Tujuan dari penelitian ini untuk menyajikan persamaan tak berdimensi secara jelas dan terperinci pada model potensial satu dimensi, atom hidrogen serta teori perturbasi tak bergantung waktu dengan menggunakan operator Hamiltonian. Dalam menentukan persamaan tak berdimensi dilakukan terlebih dahulu menurunkan persamaan Hamiltonian tak bergantung waktu. Setelah menentukan persamaan Hamiltonian tak bergantung waktu, ditinjau setiap kasus yang terdapat pada model potensial satu dimensi, model atom hidrogen dan teori perturbasi tak bergantung waktu, kemudian ditransformasikan beberapa solusi dan parameter yang sederhana serta skala yang tepat sehingga menghasilkan persamaan dalam bentuk tak berdimensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan menggunakan persamaan Hamiltonian dapat menentukan persamaan tak berdimensi di berbagai kasus yang terdapat pada model potensial satu dimensi, atom hidrogen dan teori perturbasi tak bergantung waktu.

JOURNAL ONLINE OF PHYSICS•Aug 1, 2024•0 citations

A questão do tempo na mecânica quântica

Matheus H. Zambianco

O tempo está em todo lugar. Um conceito tão onipresente e natural para nós, seres humanos, que raramente indagamos sobre a sua natureza. Para a ciência, existe a necessidade clara de se entender cada vez mais sobre a estrutura fundamental do mundo a nossa volta, de modo que um entendimento completo sobre o tempo certamente é um objetivo nobre para a Física. Nesta dissertação, investigamos o conceito do tempo a partir da perspectiva de dois paradigmas fundamentalmente conflitantes: o relativístico e o quântico. Se por um lado a Relatividade Geral permite caracterizar tempo como aquilo medido por relógios honestos - aparatos pontuais que não atrasam nem adiantam independentemente de suas histórias passadas -, por outro, as leis da Mecânica Quântica proibem a existência dos mesmos na natureza. Nossa proposta é fornecer um entendimento preciso da razão de tal proibição, bem como uma perspectiva sólida do papel do tempo na teoria quântica enquanto uma quantidade passível de medição;

•Nov 27, 2020•0 citations

Implementasi Fomalisme: Prinsip Ketidakpastian Heisenberg dan Notasi Dirac dalam Teknologi Modern

Hamdi Akhsan, Tyse Ramadhona, Mutiah Lestari +2 more

Prinsip ketidakpastian Heisenberg dan notasi dirac merupakan bagian dari konsep fundamental formalisme yang digunakan dalam fisika kuantum. Prinsip ketidakpastian yang dirumuskan oleh Heisenberg yang menyatakan bahwa tidak mungkin untuk mengukur secara bersamaan nilai pasangan sifat tertentu seperti posisi dan momentum dari suatu partikel kuantum dimana hal ini semakin menekankan pentingnya representasi formal dalam mekanika kuantum. Demikian pula, notasi Dirac yang secara luas digunakan untuk menyederhanakan notasi vektor keadaan dan operator yang menjadi alat fundamental dalam representasi formal mekanika kuantum. Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip dasar ini dapat diterapkan secara inovatif dalam teknologi modern. Secara khusus, kami mengusulkan model matematika baru berdasarkan prinsip ketidakpastian untuk meningkatkan ketepatan sensor kuantum dan mengembangkan kerangka kerja notasi Dirac yang dioptimalkan untuk arsitektur komputasi kuantum. Dengan menganalisis secara kritis penelitian sebelumnya dan melakukan simulasi numerik, makalah ini menunjukkan potensi pendekatan ini untuk memajukan aplikasi dalam kriptografi kuantum, pencitraan kuantum, dan seterusnya. Penelitian ini menjembatani dasar-dasar teoretis dengan inovasi praktis, menawarkan perspektif baru tentang peran formalisme kuantum dalam membentuk teknologi masa depan.

Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika•Aug 1, 2025•0 citations

Kajian Teoritis Dinamika Sistem Kuantum Terbuka Menggunakan Persamaan Lindblad

Sunarti, Muh. Anas, La Ode Safiuddin +5 more

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teoritis dinamika sistem kuantum terbuka menggunakan persamaan Lindblad sebagai kerangka utama dalam mendeskripsikan evolusi non-uniter. Latar belakang penelitian didasarkan pada keterbatasan pendekatan sistem kuantum tertutup yang tidak mampu merepresentasikan interaksi sistem dengan lingkungan secara realistis. Metode yang digunakan adalah pendekatan analitik matematis dengan memanfaatkan operator densitas (density matrix) dalam kerangka teori open quantum systems, serta mengadopsi asumsi Born dan Markov untuk menyederhanakan interaksi sistem-lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa persamaan Lindblad mampu menggambarkan fenomena dekoherensi dan dissipasi secara sistematis melalui kontribusi operator Lindblad yang mempengaruhi koherensi dan populasi keadaan sistem. Studi kasus pada sistem dua-level (qubit) memperlihatkan bahwa interaksi dengan lingkungan menyebabkan peluruhan koherensi serta perubahan populasi menuju keadaan kesetimbangan. Secara fisik, hal ini mengindikasikan adanya kehilangan informasi kuantum akibat interaksi eksternal, yang berdampak pada stabilitas sistem. Selain itu, model Lindblad terbukti memiliki konsistensi matematis yang kuat serta relevansi luas dalam berbagai aplikasi fisika kuantum modern. Namun demikian, keterbatasannya dalam menggambarkan sistem non-Markovian menunjukkan perlunya pengembangan model yang lebih umum. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam memahami dinamika sistem kuantum terbuka serta menjadi dasar bagi pengembangan studi lanjutan dalam bidang teknologi kuantum.

Einstein's.•Apr 28, 2026•0 citations

O Colapso da Função de Onda como Condição de Consistência Geométrica na Relatividade Geral como Teoria Quântica

Jonatan P. camargo

Apresentamos uma derivação ontológica e dinâmica do colapso da função de onda no contexto da Relatividade Geral formulada como Teoria Quântica (RGTQ), a formulação mantém realismo ontológico e continuidade conceitual com a Relatividade Geral. Partindo exclusivamente da estrutura geométrica discreta do espaço-tempo e de suas propriedades elásticas fundamentais, demonstramos que o colapso não constitui um postulado adicional da mecânica quântica nem um efeito fenomenológico externo, mas emerge como consequência necessária da exigência de consistência geométrica na atualização temporal do reticulado causal. Mostramos que superposições quânticas de sistemas massivos implicam bifurcações geométricas do espaço-tempo, associadas a métricas incompatíveis na transição entre fatias de simultaneidade sucessivas. A energia identificada em teorias de Redução Objetiva como energia gravitacional de auto-interação é reinterpretada, na RGTQ, como energia de deformação elástica do reticulado, governada pela impedância geométrica fundamental $\alpha$. Derivamos um critério quantitativo de viabilidade da evolução temporal e uma expressão fechada para o tempo característico de colapso, sem introdução de parâmetros livres. O colapso da função de onda surge, assim, como o processo físico pelo qual o espaço-tempo elimina ambiguidades geométricas incompatíveis com a definição única da fatia seguinte, preservando a continuidade topológica da variedade causal. A fronteira entre os regimes quântico e clássico torna-se quantitativa e derivada, resolvendo o problema da medida em termos estritamente geométricos. A formulação mantém realismo ontológico, continuidade conceitual com a Relatividade Geral e fornece previsões experimentais explícitas em regimes mesoscópicos.

•Jan 14, 2026•0 citations

La estructura emergente del estado cuántico: Un modelo conceptual sobre la constitutividad dimensional, el hecho relacional y los horizontes de información.

Alan Tomas Esteban Moodie

El presente ensayo expone un modelo deductivo sobre la ontología del espacio-tiempo y la mecánica cuántica a escala macroscópica. Se argumenta que el espacio-tiempo tetradimensional (3D + 1T) no constituye un escenario fundamental, sino una propiedad emergente derivada de la decoherencia de un estado cuántico único y atemporal (Monismo Cuántico). Se cuestiona la interpretación popular del ascenso a "dimensiones superiores" como destinos o planos paralelos, proponiendo en su lugar que las dimensiones extra postuladas por las teorías unificadas son propiedades constitutivas compactadas en la materia cotidiana. A través de esta arquitectura dimensional, se explica la no-localidad y el entrelazamiento instantáneo como la manifestación de dos partículas que actúan como los extremos de una misma hebra fundamental en el sustrato profundo, donde no existe espacio ni tiempo interpuesto y por lo tanto no se viola el límite relativista de la velocidad de la luz. Finalmente, mediante el análisis de la Paradoja del Amigo de Wigner y su verificación experimental, se examina cómo la definición de un "hecho físico" es de naturaleza relacional y cómo el aislamiento absoluto de información genera fronteras equivalentes a los horizontes de eventos de los agujeros negros, revelando que la singularidad inicial no es un evento del pasado remoto, sino la condición atemporal permanente de la realidad.

•Sep 13, 2026•0 citations
Abstrak Makalah ini mengajukan sebuah kerangka ontologis baru yang disebut "Teori Struktural-Dinamis" untuk menyatukan mekanika kuantum, relativitas umum, dan irreversibilitas waktu dalam satu model geometri yang koheren. Berangkat dari asumsi bahwa Realitas (R\mathcal{R}R) secara fundamental bersifat statis dan lengkap, teori ini mengusulkan bahwa dinamika waktu dan ketidakpastian kuantum adalah fenomena emergen yang muncul akibat proyeksi terbatas (Π\PiΠ) dari struktur global ke sektor teramati (O\mathcal{O}O). Kerangka ini menawarkan solusi geometris untuk masalah pengukuran (measurement problem), asal-usul probabilitas (Aturan Born), dan paradoks informasi, dengan mendalilkan bahwa hanya satu lintasan sejarah (γ\gammaγ) yang teraktualisasi—yaitu lintasan yang memenuhi syarat stabilitas struktural. Dokumen ini berfungsi sebagai landasan teoretis untuk memahami alam semesta sebagai struktur monolitik, bukan mesin mekanistik. Abstract This paper proposes a new ontological framework termed "Structural-Dynamic Theory" to unify quantum mechanics, general relativity, and time irreversibility within a single coherent geometric model. Starting from the assumption that Reality (R\mathcal{R}R) is fundamentally static and complete, the theory posits that time dynamics and quantum uncertainty are emergent phenomena resulting from a limited projection (Π\PiΠ) of the global structure onto the observed sector (O\mathcal{O}O).
Telah dilakukan review jurnal dengan judul ‘Dimensionless equation of non-relativistic quantum mechanics’ yang membahas tentang persamaan tak berdimensi dalam mekanika kuantum non-relativistik pada model potensial satu dimensi, model atom hidrogen dan teori perturbasi tak bergantung waktu. Tujuan dari penelitian ini untuk menyajikan persamaan tak berdimensi secara jelas dan terperinci pada model potensial satu dimensi, atom hidrogen serta teori perturbasi tak bergantung waktu dengan menggunakan operator Hamiltonian. Dalam menentukan persamaan tak berdimensi dilakukan terlebih dahulu menurunkan persamaan Hamiltonian tak bergantung waktu. Setelah menentukan persamaan Hamiltonian tak bergantung waktu, ditinjau setiap kasus yang terdapat pada model potensial satu dimensi, model atom hidrogen dan teori perturbasi tak bergantung waktu, kemudian ditransformasikan beberapa solusi dan parameter yang sederhana serta skala yang tepat sehingga menghasilkan persamaan dalam bentuk tak berdimensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan menggunakan persamaan Hamiltonian dapat menentukan persamaan tak berdimensi di berbagai kasus yang terdapat pada model potensial satu dimensi, atom hidrogen dan teori perturbasi tak bergantung waktu.
O tempo está em todo lugar. Um conceito tão onipresente e natural para nós, seres humanos, que raramente indagamos sobre a sua natureza. Para a ciência, existe a necessidade clara de se entender cada vez mais sobre a estrutura fundamental do mundo a nossa volta, de modo que um entendimento completo sobre o tempo certamente é um objetivo nobre para a Física. Nesta dissertação, investigamos o conceito do tempo a partir da perspectiva de dois paradigmas fundamentalmente conflitantes: o relativístico e o quântico. Se por um lado a Relatividade Geral permite caracterizar tempo como aquilo medido por relógios honestos - aparatos pontuais que não atrasam nem adiantam independentemente de suas histórias passadas -, por outro, as leis da Mecânica Quântica proibem a existência dos mesmos na natureza. Nossa proposta é fornecer um entendimento preciso da razão de tal proibição, bem como uma perspectiva sólida do papel do tempo na teoria quântica enquanto uma quantidade passível de medição;
Prinsip ketidakpastian Heisenberg dan notasi dirac merupakan bagian dari konsep fundamental formalisme yang digunakan dalam fisika kuantum. Prinsip ketidakpastian yang dirumuskan oleh Heisenberg yang menyatakan bahwa tidak mungkin untuk mengukur secara bersamaan nilai pasangan sifat tertentu seperti posisi dan momentum dari suatu partikel kuantum dimana hal ini semakin menekankan pentingnya representasi formal dalam mekanika kuantum. Demikian pula, notasi Dirac yang secara luas digunakan untuk menyederhanakan notasi vektor keadaan dan operator yang menjadi alat fundamental dalam representasi formal mekanika kuantum. Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip dasar ini dapat diterapkan secara inovatif dalam teknologi modern. Secara khusus, kami mengusulkan model matematika baru berdasarkan prinsip ketidakpastian untuk meningkatkan ketepatan sensor kuantum dan mengembangkan kerangka kerja notasi Dirac yang dioptimalkan untuk arsitektur komputasi kuantum. Dengan menganalisis secara kritis penelitian sebelumnya dan melakukan simulasi numerik, makalah ini menunjukkan potensi pendekatan ini untuk memajukan aplikasi dalam kriptografi kuantum, pencitraan kuantum, dan seterusnya. Penelitian ini menjembatani dasar-dasar teoretis dengan inovasi praktis, menawarkan perspektif baru tentang peran formalisme kuantum dalam membentuk teknologi masa depan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teoritis dinamika sistem kuantum terbuka menggunakan persamaan Lindblad sebagai kerangka utama dalam mendeskripsikan evolusi non-uniter. Latar belakang penelitian didasarkan pada keterbatasan pendekatan sistem kuantum tertutup yang tidak mampu merepresentasikan interaksi sistem dengan lingkungan secara realistis. Metode yang digunakan adalah pendekatan analitik matematis dengan memanfaatkan operator densitas (density matrix) dalam kerangka teori open quantum systems, serta mengadopsi asumsi Born dan Markov untuk menyederhanakan interaksi sistem-lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa persamaan Lindblad mampu menggambarkan fenomena dekoherensi dan dissipasi secara sistematis melalui kontribusi operator Lindblad yang mempengaruhi koherensi dan populasi keadaan sistem. Studi kasus pada sistem dua-level (qubit) memperlihatkan bahwa interaksi dengan lingkungan menyebabkan peluruhan koherensi serta perubahan populasi menuju keadaan kesetimbangan. Secara fisik, hal ini mengindikasikan adanya kehilangan informasi kuantum akibat interaksi eksternal, yang berdampak pada stabilitas sistem. Selain itu, model Lindblad terbukti memiliki konsistensi matematis yang kuat serta relevansi luas dalam berbagai aplikasi fisika kuantum modern. Namun demikian, keterbatasannya dalam menggambarkan sistem non-Markovian menunjukkan perlunya pengembangan model yang lebih umum. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam memahami dinamika sistem kuantum terbuka serta menjadi dasar bagi pengembangan studi lanjutan dalam bidang teknologi kuantum.
Apresentamos uma derivação ontológica e dinâmica do colapso da função de onda no contexto da Relatividade Geral formulada como Teoria Quântica (RGTQ), a formulação mantém realismo ontológico e continuidade conceitual com a Relatividade Geral. Partindo exclusivamente da estrutura geométrica discreta do espaço-tempo e de suas propriedades elásticas fundamentais, demonstramos que o colapso não constitui um postulado adicional da mecânica quântica nem um efeito fenomenológico externo, mas emerge como consequência necessária da exigência de consistência geométrica na atualização temporal do reticulado causal. Mostramos que superposições quânticas de sistemas massivos implicam bifurcações geométricas do espaço-tempo, associadas a métricas incompatíveis na transição entre fatias de simultaneidade sucessivas. A energia identificada em teorias de Redução Objetiva como energia gravitacional de auto-interação é reinterpretada, na RGTQ, como energia de deformação elástica do reticulado, governada pela impedância geométrica fundamental α\alphaα. Derivamos um critério quantitativo de viabilidade da evolução temporal e uma expressão fechada para o tempo característico de colapso, sem introdução de parâmetros livres. O colapso da função de onda surge, assim, como o processo físico pelo qual o espaço-tempo elimina ambiguidades geométricas incompatíveis com a definição única da fatia seguinte, preservando a continuidade topológica da variedade causal. A fronteira entre os regimes quântico e clássico torna-se quantitativa e derivada, resolvendo o problema da medida em termos estritamente geométricos. A formulação mantém realismo ontológico, continuidade conceitual com a Relatividade Geral e fornece previsões experimentais explícitas em regimes mesoscópicos.
El presente ensayo expone un modelo deductivo sobre la ontología del espacio-tiempo y la mecánica cuántica a escala macroscópica. Se argumenta que el espacio-tiempo tetradimensional (3D + 1T) no constituye un escenario fundamental, sino una propiedad emergente derivada de la decoherencia de un estado cuántico único y atemporal (Monismo Cuántico). Se cuestiona la interpretación popular del ascenso a "dimensiones superiores" como destinos o planos paralelos, proponiendo en su lugar que las dimensiones extra postuladas por las teorías unificadas son propiedades constitutivas compactadas en la materia cotidiana. A través de esta arquitectura dimensional, se explica la no-localidad y el entrelazamiento instantáneo como la manifestación de dos partículas que actúan como los extremos de una misma hebra fundamental en el sustrato profundo, donde no existe espacio ni tiempo interpuesto y por lo tanto no se viola el límite relativista de la velocidad de la luz. Finalmente, mediante el análisis de la Paradoja del Amigo de Wigner y su verificación experimental, se examina cómo la definición de un "hecho físico" es de naturaleza relacional y cómo el aislamiento absoluto de información genera fronteras equivalentes a los horizontes de eventos de los agujeros negros, revelando que la singularidad inicial no es un evento del pasado remoto, sino la condición atemporal permanente de la realidad.