Challenges
Datasets
Workspaces
Papers
Discussions
Leaderboard
Log inSign up
Challenges
Datasets
Workspaces
Papers
Discussions
Leaderboard
Blog
Job Board
Q3AS

© 2026 Aqora Quantum S.A.S.

TermsPrivacyLegal Notice

Jurnal Sains dan Seni ITS

Teleportasi Kuantum Informasi Satu Qubit dan Dua Qubit Sembarang Melalui Keadaan Gugus Empat Qubit

Fasya Khuzaimah, Heru Sukamto, Agus Purwanto

Published Mar 29, 2018• 0 citations
Publisher

Abstract

Telah dilakukan penyelidikan pada keadaan gugus dua qubit. Keadaan tersebut memenuhi tiga definisi dari keadaan gugus. Ketiga definisi dari keadaan gugus yaitu tebelit maksimal, ketahanan tinggi, dan apabila sekumpulan operator dioperasikan pada keadaan gugus tersebut maka akan menghasilkan keadaan gugus itu sendiri. Keadaan gugus dua qubit ekuivalen dengan keadaan Bell, keadaan gugus tiga qubit ekuivalen dengan keadaan GHZ, dan keadaan gugus empat qubit ekuivalen dengan keadaaan |psi>1234. Selain penyelidikan pada keadaan-keadaan gugus, telah dilakukan perumusan teleportasi kuantum informasi satu qubit dan dua qubit sembarang melalui keadaan gugus empat qubit. Diperoleh hasil, keadaan satu qubit dan dua qubit sembarang dapat diteleportasikan melalui keadaan gugus empat qubit.

DOI
10.12962/j23373520.v7i1.28824

Related papers

Teleportasi Kuantum Informasi Dua Qubit Melalui Keadaan Terbelit Tiga Qubit

Irasani Rahayu

Pada tugas akhir ini telah dirumuskan persamaan umum teleportasi keadaan dua qubit melalui keadaan terbelit tiga qubit, dan diketahui keadaan informasi yang dapat dikirim, serta keadaan terbelit yang dipakai. Perumusan digunakan informasi dua qubit sembarang dan dua qubit khusus. Keadaan dua qubit sembarang tidak dapat dikirim dengan keadaan terbelit tiga qubit (GHZ, W dan tiga qubit sembarang). Keadaan informasi dua qubit khusus dapat dikirim dengan keadaan terbelit tiga qubit. Pengiriman semua informasi khusus dua qubit dengan dua suku dapat terkirim. Pengiriman informasi khusus dua qubit dengan tiga suku dapat terkirim jika ada nilai konstanta suku yang sama. Pengiriman informasi khusus dua qubit dengan empat suku dapat terkirim jika hanya ada dua nilai konstanta. Pengiriman informasi khusus dua qubit dengan dua suku keadaan murni terbelit menggunakan keadaan murni terbelit. Pengiriman informasi khusus dua qubit dengan dua suku keadaan unentangled menggunakan saluran yang entangled sabagian. ================================================================= In this final project, a general equation has been formulated for two qubit teleportation from three qubit entangled state, and the state of information that can be sent, along with entangled state used. The formulization use information from two arbitrary qubit an two special qubit. State information of two qubit arbitrary qubit can not be sent from three qubit entangled state (GHZ, W, three qubit arbitraty). State information of two spacial qubit can be sent using three qubit entangled state. The transmission of all spacial information from two qubit with two part can be achived. The transmission of spacial information from two qubit with three parts can be achived if there are constants of similar part. The transmission of spacial information from two qubit with four parts can be archived if there are two constants. The transmission of spacial information from two qubit with two part ofe pure entangled state use pure entangled. The transmission of spacial information from two qubit with two part of untangled state use partialy entangled state.

•Jul 20, 2017•1 citation

Perumusan Umum Teleportasi Kuantum Qubit Tunggal Sembarang Melalui Kanal Qubit Rangkap Tiga

I Gst. Ag. Anom Trenggana Dharastika

Pada tugas akhir ini telah dirumuskan persamaan umum teleportasi kuantum qubit tunggal sembarang melalui qubit rangkap tiga. Dalam perumusannya digunakan bentuk umum dari qubit rangkap tiga sebagai saluran pengiriman qubit tunggal sembarang, sehingga berdasarkan perumusan tersebut dapat diperoleh qubit rangkap tiga yang mampu mengirim qubit tunggal sembarang. Qubit rangkap tiga dapat diklasifikasikan kedalam enam kelas yaitu A-B-C, A-BC, B-AC, C-AB, GHZ, dan W. Diantara keenam kelas tersebut hanya kelas A-B-C dan kelas C-AB yang tidak mampu mengirimkan qubit tunggal sembarang, sehingga dapat dikatakan bahwa qubit rangkap tiga yang mampu mengirim qubit tunggal sembarang adalah qubit rangkap tiga yang memiliki hubungan keterbelitan antara pengirim dan penerima. Selain itu diperoleh juga hasil bahwa qubit tunggal sembarang dapat dikirim dengan qubit rangkap tiga dalam keadaan khusus. ================================================================= In this final project, a general equation has been formulated quantum teleportation for single arbitrary qubit through triple qubit. In the formulation, general form of triple qubit is used as the transmission canal to send single arbitrary qubit thus based on the formulation can be obtained triple qubit that capable of sending single arbitrary qubit. Triple qubit can be classified into six class which are A-B-C, A-BC, B-AC, C-AB, GHZ, and W. Among the six class only class A-B-C and class C- AB are not capable to send single arbitrary qubit, thus can be conclude that triple qubit that capable to send single arbitrary qubit are the one that have relation of entanglement between sender and receiver. It also been found that single arbitrary qubit can be sent through triple qubit with special condition.

•Jul 24, 2017•0 citations

Analisis Citra Perkebunan Kelapa Sawit Dengan Pendekatan Quantum Image Processing

Desi Amirullah, Lipantri Mashur Gultom

Penelitian ini berfokus pada pengolahan citra/gambar (image processing) dalam pendeteksian tepi pohon sawit dari beberapa kumpulan citra/gambar dengan beberapa variasi resolusi pixel dengan pendekatan quantum image processing dengan tujuan menghasilkan analisis yang akurat sehingga dapat digunakan untuk riset berkelanjutan kedepannya. Quantum Hadamard Edge Detection (QHED) digunakan untuk pendeteksian tepi suatu gambar dimana jumlah qubit yang digunakan ternyata sangat mempengaruhi waktu pemrosesan CPU. Jumlah qubit yang digunakan pada penelitian ini yaitu 2, 4, 6, 8, 10 dan 12 qubit, sedangkan jumlah qubit lebih dari 12 tidak dapat diuji karena keterbatasan memori RAM dari perangkat yang ada dalam penelitian ini. Hasil akhir dari penelitian membuktikan bahwa QHED dapat mendeteksi tepi suatu gambar dimana waktu pemrosesan yang paling cepat pada penggunaan 6 qubit sedangkan hasil proses pendeteksian tepi yang terbaik terletak pada penggunaan 2 qubit. Selain itu penelitian ini juga membandingkan QHED dengan Canny dan Sobel dimana komparasi waktu pemrosesan Canny dan Sobel masih lebih cepat namun kualitas hasil pemrosesannya masih lebih bagus QHED.

Journal of Computer Science and Visual Communication Design•Dec 26, 2022•0 citations

Kajian Komputasi Algoritma Kuantum Quantum V ariational Eigensolver untuk Simulasi Molekul H2

M Sidik Augi Rahmat, Pekik Nurwantoro

Telah dilakukan telaah teoritis dan komputasi mengenai algoritma kuantum variational quantum eigensolver simulasi molekul H2. Algoritma variational quantum eigensolver (VQE) adalah salah satu algoritma yang dapat diterapkan pada komputer kuantum sederhana pada masa kini dan merupakan algoritma yang cukup stabil dan efek dekoherensi. Algoritma VQE disebut sebagai hybrid quantum-classical karena sebagian algoritma dikerjakan pada komputer klasik. Prinsip dasar algoritma VQE adalah prinsip variasi, yaitu pencarian fungsi gelombang yang akan mengakibatkan energi sistem kuantum memiliki energi terendah. Fungsi gelombang dan Hamiltonan pada algoritma VQE disimulasikan dengan menggunakan gerbang-gerbang kuantum. Untuk dapat dioperasikan oleh gerbang kuantum. Hamiltonan dan fungsi gelombang pada penelitian ini menggunakan wakilan kuantisasi kedua. Penelitian ini menggunakan transformasi Jordan-Wigner dan Bravyi-Kitaev dari operator fermionik menjadi operator kubit (qubit) atau gerbang kuantum.Perhitungan atau komputasi energi sistem dilakukan menggunakan komputer kuantum, namun optimasi dilakukan pada komputer klasik menggunakan algoritma optimasi seperti Nelder-Mead, Powell dan BFGS. Penelitian ini akan mendekati fungsi gelombang sistem dengan beberapa basis fungsi dan metode, kemudian dari hasil yang diperoleh akan dilihat pendekatan seperti apa yang paling cocok untuk simulasi molekul H2. Simulasi numerik pada penelitian ini menggunakan paket pemrograman OpenFermion dan layanan komputasi awan kuantum Rigetti Computing.

Jurnal Fisika Indonesia•Apr 7, 2020•4 citations

APLIKASI PERSAMAAN SCHRODINGER BEBAS WAKTU SATU DIMENSI PADA POTENSIAL UNDAK DAN POTENSIAL SUMUR

Ulfa Ni'matus Sa'adah

Gelombang merupakan getaran yang merambat. Salah satu contoh gelombang adalah gelombang Schrodinger. Gelombang Schrodinger menggambarkan keberadaan elektron pada suatu posisi dan waktu.GelombangSchrodinger dapat dituliskan dalam suatu persamaan diferensial parsial yang dapat disebut dengan persamaan Schrodinger. Persamaan Schrodinger tersebut yang menyatakan pada suatu posisi satu dimensi disebut persamaan Schodinger satu dimensi.Pada persamaan Schrodinger satu dimensi dapat dibentuk menjadi Persamaan Schrodinger bebas waktu satu dimensi yang artinya persamaan Schrodinger tidak bergantung waktu. Untuk menentukan solusi persamaan Schrodinger satu dimensi, menggunakan separasi variabel atas variabel x dan t . Selanjutnya, masing-masing dari variabel akan dicari solusinya dengan persamaan diferensial biasa. Persamaan Schrodinger bebas waktu satu dimensi akan diaplikasikan ke dalam potensial undak dan potensial sumur. Potensial undak adalah kondisi dimana suatu partikel mengalami satu kali perubahan besar energi potensial, sedangkan potensial sumur adalah kondisi dimana suatu partikel mengalami dua kali perubahan besar energi potensial. Kata kunci:Persamaan Schrodinger, Potensial Undak, potensial Sumur, Separasi Variabel.

•Dec 20, 2013•0 citations

Kajian Teoritis Dinamika Sistem Kuantum Terbuka Menggunakan Persamaan Lindblad

Sunarti, Muh. Anas, La Ode Safiuddin +5 more

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teoritis dinamika sistem kuantum terbuka menggunakan persamaan Lindblad sebagai kerangka utama dalam mendeskripsikan evolusi non-uniter. Latar belakang penelitian didasarkan pada keterbatasan pendekatan sistem kuantum tertutup yang tidak mampu merepresentasikan interaksi sistem dengan lingkungan secara realistis. Metode yang digunakan adalah pendekatan analitik matematis dengan memanfaatkan operator densitas (density matrix) dalam kerangka teori open quantum systems, serta mengadopsi asumsi Born dan Markov untuk menyederhanakan interaksi sistem-lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa persamaan Lindblad mampu menggambarkan fenomena dekoherensi dan dissipasi secara sistematis melalui kontribusi operator Lindblad yang mempengaruhi koherensi dan populasi keadaan sistem. Studi kasus pada sistem dua-level (qubit) memperlihatkan bahwa interaksi dengan lingkungan menyebabkan peluruhan koherensi serta perubahan populasi menuju keadaan kesetimbangan. Secara fisik, hal ini mengindikasikan adanya kehilangan informasi kuantum akibat interaksi eksternal, yang berdampak pada stabilitas sistem. Selain itu, model Lindblad terbukti memiliki konsistensi matematis yang kuat serta relevansi luas dalam berbagai aplikasi fisika kuantum modern. Namun demikian, keterbatasannya dalam menggambarkan sistem non-Markovian menunjukkan perlunya pengembangan model yang lebih umum. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam memahami dinamika sistem kuantum terbuka serta menjadi dasar bagi pengembangan studi lanjutan dalam bidang teknologi kuantum.

Einstein's.•Apr 28, 2026•0 citations
Telah dilakukan penyelidikan pada keadaan gugus dua qubit. Keadaan tersebut memenuhi tiga definisi dari keadaan gugus. Ketiga definisi dari keadaan gugus yaitu tebelit maksimal, ketahanan tinggi, dan apabila sekumpulan operator dioperasikan pada keadaan gugus tersebut maka akan menghasilkan keadaan gugus itu sendiri. Keadaan gugus dua qubit ekuivalen dengan keadaan Bell, keadaan gugus tiga qubit ekuivalen dengan keadaan GHZ, dan keadaan gugus empat qubit ekuivalen dengan keadaaan |psi>1234. Selain penyelidikan pada keadaan-keadaan gugus, telah dilakukan perumusan teleportasi kuantum informasi satu qubit dan dua qubit sembarang melalui keadaan gugus empat qubit. Diperoleh hasil, keadaan satu qubit dan dua qubit sembarang dapat diteleportasikan melalui keadaan gugus empat qubit.
Pada tugas akhir ini telah dirumuskan persamaan umum teleportasi keadaan dua qubit melalui keadaan terbelit tiga qubit, dan diketahui keadaan informasi yang dapat dikirim, serta keadaan terbelit yang dipakai. Perumusan digunakan informasi dua qubit sembarang dan dua qubit khusus. Keadaan dua qubit sembarang tidak dapat dikirim dengan keadaan terbelit tiga qubit (GHZ, W dan tiga qubit sembarang). Keadaan informasi dua qubit khusus dapat dikirim dengan keadaan terbelit tiga qubit. Pengiriman semua informasi khusus dua qubit dengan dua suku dapat terkirim. Pengiriman informasi khusus dua qubit dengan tiga suku dapat terkirim jika ada nilai konstanta suku yang sama. Pengiriman informasi khusus dua qubit dengan empat suku dapat terkirim jika hanya ada dua nilai konstanta. Pengiriman informasi khusus dua qubit dengan dua suku keadaan murni terbelit menggunakan keadaan murni terbelit. Pengiriman informasi khusus dua qubit dengan dua suku keadaan unentangled menggunakan saluran yang entangled sabagian. ================================================================= In this final project, a general equation has been formulated for two qubit teleportation from three qubit entangled state, and the state of information that can be sent, along with entangled state used. The formulization use information from two arbitrary qubit an two special qubit. State information of two qubit arbitrary qubit can not be sent from three qubit entangled state (GHZ, W, three qubit arbitraty). State information of two spacial qubit can be sent using three qubit entangled state. The transmission of all spacial information from two qubit with two part can be achived. The transmission of spacial information from two qubit with three parts can be achived if there are constants of similar part. The transmission of spacial information from two qubit with four parts can be archived if there are two constants. The transmission of spacial information from two qubit with two part ofe pure entangled state use pure entangled. The transmission of spacial information from two qubit with two part of untangled state use partialy entangled state.
Pada tugas akhir ini telah dirumuskan persamaan umum teleportasi kuantum qubit tunggal sembarang melalui qubit rangkap tiga. Dalam perumusannya digunakan bentuk umum dari qubit rangkap tiga sebagai saluran pengiriman qubit tunggal sembarang, sehingga berdasarkan perumusan tersebut dapat diperoleh qubit rangkap tiga yang mampu mengirim qubit tunggal sembarang. Qubit rangkap tiga dapat diklasifikasikan kedalam enam kelas yaitu A-B-C, A-BC, B-AC, C-AB, GHZ, dan W. Diantara keenam kelas tersebut hanya kelas A-B-C dan kelas C-AB yang tidak mampu mengirimkan qubit tunggal sembarang, sehingga dapat dikatakan bahwa qubit rangkap tiga yang mampu mengirim qubit tunggal sembarang adalah qubit rangkap tiga yang memiliki hubungan keterbelitan antara pengirim dan penerima. Selain itu diperoleh juga hasil bahwa qubit tunggal sembarang dapat dikirim dengan qubit rangkap tiga dalam keadaan khusus. ================================================================= In this final project, a general equation has been formulated quantum teleportation for single arbitrary qubit through triple qubit. In the formulation, general form of triple qubit is used as the transmission canal to send single arbitrary qubit thus based on the formulation can be obtained triple qubit that capable of sending single arbitrary qubit. Triple qubit can be classified into six class which are A-B-C, A-BC, B-AC, C-AB, GHZ, and W. Among the six class only class A-B-C and class C- AB are not capable to send single arbitrary qubit, thus can be conclude that triple qubit that capable to send single arbitrary qubit are the one that have relation of entanglement between sender and receiver. It also been found that single arbitrary qubit can be sent through triple qubit with special condition.
Penelitian ini berfokus pada pengolahan citra/gambar (image processing) dalam pendeteksian tepi pohon sawit dari beberapa kumpulan citra/gambar dengan beberapa variasi resolusi pixel dengan pendekatan quantum image processing dengan tujuan menghasilkan analisis yang akurat sehingga dapat digunakan untuk riset berkelanjutan kedepannya. Quantum Hadamard Edge Detection (QHED) digunakan untuk pendeteksian tepi suatu gambar dimana jumlah qubit yang digunakan ternyata sangat mempengaruhi waktu pemrosesan CPU. Jumlah qubit yang digunakan pada penelitian ini yaitu 2, 4, 6, 8, 10 dan 12 qubit, sedangkan jumlah qubit lebih dari 12 tidak dapat diuji karena keterbatasan memori RAM dari perangkat yang ada dalam penelitian ini. Hasil akhir dari penelitian membuktikan bahwa QHED dapat mendeteksi tepi suatu gambar dimana waktu pemrosesan yang paling cepat pada penggunaan 6 qubit sedangkan hasil proses pendeteksian tepi yang terbaik terletak pada penggunaan 2 qubit. Selain itu penelitian ini juga membandingkan QHED dengan Canny dan Sobel dimana komparasi waktu pemrosesan Canny dan Sobel masih lebih cepat namun kualitas hasil pemrosesannya masih lebih bagus QHED.
Telah dilakukan telaah teoritis dan komputasi mengenai algoritma kuantum variational quantum eigensolver simulasi molekul H2. Algoritma variational quantum eigensolver (VQE) adalah salah satu algoritma yang dapat diterapkan pada komputer kuantum sederhana pada masa kini dan merupakan algoritma yang cukup stabil dan efek dekoherensi. Algoritma VQE disebut sebagai hybrid quantum-classical karena sebagian algoritma dikerjakan pada komputer klasik. Prinsip dasar algoritma VQE adalah prinsip variasi, yaitu pencarian fungsi gelombang yang akan mengakibatkan energi sistem kuantum memiliki energi terendah. Fungsi gelombang dan Hamiltonan pada algoritma VQE disimulasikan dengan menggunakan gerbang-gerbang kuantum. Untuk dapat dioperasikan oleh gerbang kuantum. Hamiltonan dan fungsi gelombang pada penelitian ini menggunakan wakilan kuantisasi kedua. Penelitian ini menggunakan transformasi Jordan-Wigner dan Bravyi-Kitaev dari operator fermionik menjadi operator kubit (qubit) atau gerbang kuantum.Perhitungan atau komputasi energi sistem dilakukan menggunakan komputer kuantum, namun optimasi dilakukan pada komputer klasik menggunakan algoritma optimasi seperti Nelder-Mead, Powell dan BFGS. Penelitian ini akan mendekati fungsi gelombang sistem dengan beberapa basis fungsi dan metode, kemudian dari hasil yang diperoleh akan dilihat pendekatan seperti apa yang paling cocok untuk simulasi molekul H2. Simulasi numerik pada penelitian ini menggunakan paket pemrograman OpenFermion dan layanan komputasi awan kuantum Rigetti Computing.
Gelombang merupakan getaran yang merambat. Salah satu contoh gelombang adalah gelombang Schrodinger. Gelombang Schrodinger menggambarkan keberadaan elektron pada suatu posisi dan waktu.GelombangSchrodinger dapat dituliskan dalam suatu persamaan diferensial parsial yang dapat disebut dengan persamaan Schrodinger. Persamaan Schrodinger tersebut yang menyatakan pada suatu posisi satu dimensi disebut persamaan Schodinger satu dimensi.Pada persamaan Schrodinger satu dimensi dapat dibentuk menjadi Persamaan Schrodinger bebas waktu satu dimensi yang artinya persamaan Schrodinger tidak bergantung waktu. Untuk menentukan solusi persamaan Schrodinger satu dimensi, menggunakan separasi variabel atas variabel x dan t . Selanjutnya, masing-masing dari variabel akan dicari solusinya dengan persamaan diferensial biasa. Persamaan Schrodinger bebas waktu satu dimensi akan diaplikasikan ke dalam potensial undak dan potensial sumur. Potensial undak adalah kondisi dimana suatu partikel mengalami satu kali perubahan besar energi potensial, sedangkan potensial sumur adalah kondisi dimana suatu partikel mengalami dua kali perubahan besar energi potensial. Kata kunci:Persamaan Schrodinger, Potensial Undak, potensial Sumur, Separasi Variabel.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teoritis dinamika sistem kuantum terbuka menggunakan persamaan Lindblad sebagai kerangka utama dalam mendeskripsikan evolusi non-uniter. Latar belakang penelitian didasarkan pada keterbatasan pendekatan sistem kuantum tertutup yang tidak mampu merepresentasikan interaksi sistem dengan lingkungan secara realistis. Metode yang digunakan adalah pendekatan analitik matematis dengan memanfaatkan operator densitas (density matrix) dalam kerangka teori open quantum systems, serta mengadopsi asumsi Born dan Markov untuk menyederhanakan interaksi sistem-lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa persamaan Lindblad mampu menggambarkan fenomena dekoherensi dan dissipasi secara sistematis melalui kontribusi operator Lindblad yang mempengaruhi koherensi dan populasi keadaan sistem. Studi kasus pada sistem dua-level (qubit) memperlihatkan bahwa interaksi dengan lingkungan menyebabkan peluruhan koherensi serta perubahan populasi menuju keadaan kesetimbangan. Secara fisik, hal ini mengindikasikan adanya kehilangan informasi kuantum akibat interaksi eksternal, yang berdampak pada stabilitas sistem. Selain itu, model Lindblad terbukti memiliki konsistensi matematis yang kuat serta relevansi luas dalam berbagai aplikasi fisika kuantum modern. Namun demikian, keterbatasannya dalam menggambarkan sistem non-Markovian menunjukkan perlunya pengembangan model yang lebih umum. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam memahami dinamika sistem kuantum terbuka serta menjadi dasar bagi pengembangan studi lanjutan dalam bidang teknologi kuantum.