Challenges
Datasets
Workspaces
Papers
Discussions
Leaderboard
Log inSign up
Challenges
Datasets
Workspaces
Papers
Discussions
Leaderboard
Blog
Job Board
Q3AS

© 2026 Aqora Quantum S.A.S.

TermsPrivacyLegal Notice

Graha Ilmu eBooks

Kriptografik kuantum : teknik enkripsi masa depan

Muis Saludin

Published Jan 1, 2013• 0 citations
OpenAlex

Related papers

Pengantar kriptografik kuantum : teknik enkripsi masa depan

Saludin Muis

Teknik kriptografik kuantum merupakan pengetahuan mengenai teknik enkripsi-dekripsi terkini yang diyakinkan akan menjadi andalan di masa mendatang yang sulit bahkan mustahil dipecahkan oleh pihak yang tidak berhak karena keadaan kuantum yang mendasari ide dibalik kriptografik kuantum adalah unik, ini berbeda dengan teknik klasik yang mana distribusikan kunci rahasianya masih rawan penyadapan. Karena itu buku ini dapat menjadi referensi sangat baik bagi kalangan pelajar, akademsi dan praktisi yang berkaitan dengan keamanan komunukasi data dan database. Isi buku ini memberikan gambaran detail mengenai penerapan pengetahuan kuantum dalam membangun teknik enkripsi-dekripsi canggih berdasarkan kondisi atomik. Ilmu kuantum sendiri merupakan bagian dari fisika modern yang meletakkan pengetahuan kokoh yang memungkinkan pemahaman lebih baik mengenai keadaan skala atomik.

•Jan 1, 2013•0 citations

DAMPAK KOMPUTASI KUANTUM TERHADAP KEAMANAN BLOCKCHAIN: TANTANGAN DAN SOLUSI

Andreas Michael Adam, Sofyan Andika Prasetyo, Adi Nur Septiadi

Teknologi blockchain telah muncul sebagai kekuatan transformatif dalam keamanan digital, menyediakan sistem terdesentralisasi dan aman untuk transaksi cryptocurrency, kontrak pintar, serta integritas data. Namun, hadirnya komputasi kuantum menimbulkan tantangan signifikan terhadap fondasi kriptografi blockchain. Mekanisme enkripsi klasik, termasuk RSA dan elliptic curve cryptography (ECC), rentan terhadap algoritma kuantum seperti Shor’s Algorithm, yang mampu memecahkan enkripsi kunci publik, dan Grover’s Algorithm, yang dapat melemahkan fungsi hash. Studi ini bertujuan untuk menilai dampak komputasi kuantum terhadap keamanan blockchain, membandingkan metode kriptografi klasik dengan metode pasca-kuantum, serta mengeksplorasi solusi untuk sistem blockchain yang tahan kuantum. Kami menggunakan kerangka analisis komparatif dengan mengevaluasi algoritma kriptografi klasik terhadap alternatif kriptografi tahan kuantum, seperti kriptografi berbasis kisi (lattice-based cryptography), algoritma berbasis hash (SPHINCS+), dan enkripsi berbasis kode. Temuan kami menunjukkan bahwa meskipun komputasi kuantum mengancam keamanan blockchain saat ini, metode kriptografi tahan kuantum dapat mengurangi risiko tersebut. Transisi menuju kriptografi pasca-kuantum sangat penting untuk mengamankan implementasi blockchain di masa depan, meskipun langkah ini menghadirkan tantangan dalam bentuk beban komputasi tambahan dan kebutuhan pembaruan jaringan. Studi ini menyimpulkan bahwa adopsi proaktif terhadap protokol tahan kuantum diperlukan untuk memastikan keberlangsungan jangka panjang teknologi blockchain di era pasca-kuantum

Jurnal Intelek Insan Cendikia•Sep 9, 2025•0 citations

KUANTUM KRİPTOANALİZİN SİBER SAVUNMADAKİ YERİ

Muharrem Tuncay Gençoğlu

•Dec 31, 2019•0 citations

Pribatutasuna ziurtatzeko, kriptografia kuantikoa

Aitzol Lasa Oiarbide

Elhuyar: zientzia eta teknika•Jan 1, 2006•0 citations

Studi Komparasi Teknik Efisiensi Penggunaan Energi pada Komputasi Kuantum dan Pemanfaatan Teknologi AI

Jarwo

Paradigma komputasi saat ini menghadapi tantangan besar terkait keterbatasan skalabilitas daya dan efisiensi algoritma pada sistem klasik, di mana konsumsi energi superkomputer (HPC) meningkat secara eksponensial seiring kompleksitas masalah. Komputasi kuantum hadir sebagai solusi futuristik dengan efisiensi algoritma radikal, namun menghadapi paradoks inefisiensi termal pada sistem pendukung kriogenik. Penelitian ini merupakan studi komparasi yang mengevaluasi berbagai teknik efisiensi energi, mulai dari optimalisasi sistem pendingin hingga arsitektur perangkat keras. Hasil studi menunjukkan bahwa inovasi pada kabel koaksial superkonduktor dan kontrol optik dapat mengurangi beban panas secara drastis. Selain itu, penerapan algoritma hybrid seperti VQE dan QAOA serta peningkatan kesetiaan gerbang (gate fidelity) terbukti mampu menekan waktu operasional dan jumlah pengulangan komputasi, yang secara langsung meningkatkan efisiensi energi sistem. Studi ini menyimpulkan bahwa diversifikasi arsitektur berbasis fotonik dan ion terperangkap menawarkan jalur yang lebih berkelanjutan bagi integrasi teknologi kuantum dan AI di masa depan.

Jurnal Aplikasi Sistem dan Teknik Informatika Pomosda (JASTIP)•Apr 14, 2026•0 citations

Kuantum Kriptolojiye Geçişte Güçlendirilmiş Anahtar Yöntemi

Fatih Selvi, Mustafa Alkan

•Apr 24, 2025•0 citations
Teknik kriptografik kuantum merupakan pengetahuan mengenai teknik enkripsi-dekripsi terkini yang diyakinkan akan menjadi andalan di masa mendatang yang sulit bahkan mustahil dipecahkan oleh pihak yang tidak berhak karena keadaan kuantum yang mendasari ide dibalik kriptografik kuantum adalah unik, ini berbeda dengan teknik klasik yang mana distribusikan kunci rahasianya masih rawan penyadapan. Karena itu buku ini dapat menjadi referensi sangat baik bagi kalangan pelajar, akademsi dan praktisi yang berkaitan dengan keamanan komunukasi data dan database. Isi buku ini memberikan gambaran detail mengenai penerapan pengetahuan kuantum dalam membangun teknik enkripsi-dekripsi canggih berdasarkan kondisi atomik. Ilmu kuantum sendiri merupakan bagian dari fisika modern yang meletakkan pengetahuan kokoh yang memungkinkan pemahaman lebih baik mengenai keadaan skala atomik.
Teknologi blockchain telah muncul sebagai kekuatan transformatif dalam keamanan digital, menyediakan sistem terdesentralisasi dan aman untuk transaksi cryptocurrency, kontrak pintar, serta integritas data. Namun, hadirnya komputasi kuantum menimbulkan tantangan signifikan terhadap fondasi kriptografi blockchain. Mekanisme enkripsi klasik, termasuk RSA dan elliptic curve cryptography (ECC), rentan terhadap algoritma kuantum seperti Shor’s Algorithm, yang mampu memecahkan enkripsi kunci publik, dan Grover’s Algorithm, yang dapat melemahkan fungsi hash. Studi ini bertujuan untuk menilai dampak komputasi kuantum terhadap keamanan blockchain, membandingkan metode kriptografi klasik dengan metode pasca-kuantum, serta mengeksplorasi solusi untuk sistem blockchain yang tahan kuantum. Kami menggunakan kerangka analisis komparatif dengan mengevaluasi algoritma kriptografi klasik terhadap alternatif kriptografi tahan kuantum, seperti kriptografi berbasis kisi (lattice-based cryptography), algoritma berbasis hash (SPHINCS+), dan enkripsi berbasis kode. Temuan kami menunjukkan bahwa meskipun komputasi kuantum mengancam keamanan blockchain saat ini, metode kriptografi tahan kuantum dapat mengurangi risiko tersebut. Transisi menuju kriptografi pasca-kuantum sangat penting untuk mengamankan implementasi blockchain di masa depan, meskipun langkah ini menghadirkan tantangan dalam bentuk beban komputasi tambahan dan kebutuhan pembaruan jaringan. Studi ini menyimpulkan bahwa adopsi proaktif terhadap protokol tahan kuantum diperlukan untuk memastikan keberlangsungan jangka panjang teknologi blockchain di era pasca-kuantum
Paradigma komputasi saat ini menghadapi tantangan besar terkait keterbatasan skalabilitas daya dan efisiensi algoritma pada sistem klasik, di mana konsumsi energi superkomputer (HPC) meningkat secara eksponensial seiring kompleksitas masalah. Komputasi kuantum hadir sebagai solusi futuristik dengan efisiensi algoritma radikal, namun menghadapi paradoks inefisiensi termal pada sistem pendukung kriogenik. Penelitian ini merupakan studi komparasi yang mengevaluasi berbagai teknik efisiensi energi, mulai dari optimalisasi sistem pendingin hingga arsitektur perangkat keras. Hasil studi menunjukkan bahwa inovasi pada kabel koaksial superkonduktor dan kontrol optik dapat mengurangi beban panas secara drastis. Selain itu, penerapan algoritma hybrid seperti VQE dan QAOA serta peningkatan kesetiaan gerbang (gate fidelity) terbukti mampu menekan waktu operasional dan jumlah pengulangan komputasi, yang secara langsung meningkatkan efisiensi energi sistem. Studi ini menyimpulkan bahwa diversifikasi arsitektur berbasis fotonik dan ion terperangkap menawarkan jalur yang lebih berkelanjutan bagi integrasi teknologi kuantum dan AI di masa depan.