Challenges
Datasets
Workspaces
Papers
Discussions
Leaderboard
Log inSign up
Challenges
Datasets
Workspaces
Papers
Discussions
Leaderboard
Blog
Job Board
Q3AS

© 2026 Aqora Quantum S.A.S.

TermsPrivacyLegal Notice

Jurnal Filsafat Indonesia

Anti-Realism Doesn't Dissolve by Realism: A Study of Epistemological Aspects, Methods of Constructing Modern Physics Knowledge on the Dualism of Light

Sohibun, Agus Setiawan, Achmad Samsudin

Published Sep 30, 2023• 0 citations
Publisher

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk meriveuw secara epistemology untuk bagaimana mengkontruksi pengetahuan baru berdasarkan pandangan realism dan anti-realisme dalam salah satu teori fisika modern dualism cahaya. Artikel ini menyajikan pandangan –pandangan menegenai teori dualism cahaya dimulai dari epistemologi cahaya, cahaya sebagai gelombang, cahaya sebagai partikel dan dualism cahaya. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah critical literature review, yaitu jenis tinjauan kritis untuk menganalisis dan mengevaluasi banyak sumber tentang topik fisika modern khususnya dualism cahaya dan Filosofisnya epistemologis untuk mengkontruksi pengetahuan dualisme cahaya, perbandingan realim versus antirealism tentang pandangan dualism cahaya. Hasilnya dalam mengkontruksi ilmu pengetahuan baru, pandangan antirealism tidak serta merta gugur dan menghasilkan pandangan baru realism. Terlihat pada dualism cahaya, dalam mengkontruksi ilmu pengetahuan, pandangan antirealis dengan teorinya (fisika klasik) tidak serta merta salah dan gugur ketika ada teori baru dari pandangan realism (fisika modern). bahkan dari kasus ini, secara filosofis teori yang terbentuk dari pandangan atau fakta-fakta hasil empiris membentuk fakta baru dan teori berlaku the power of teorhy sebagai jembatan.

DOI
10.23887/jfi.v6i3.55355

Related papers

Contextual realism in physics (Контекстуальный реализм в физике)

François-Igor Pris

•Jan 1, 2018•0 citations

Paradigma Teori Atom Lintas Waktu

Sujito Sujito, Sunardi Sunardi, Ma’ruf Ma’ruf +1 more

Teori atom merupakan teori yang dinamis dan terus berkembang sesuai dengan temuan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hasil penemuan dan pemikiran tentang membawa dampak yang cukup beragam bagi perkembangan manusia itu sendiri. Manusia dengan menggunakan nalarnya berusaha untuk menemukan hal-hal baru yang berpatokan filosofi. Pemikiran manusia tidak akan terlepas dari pandangan ontologis, epistemologis, aksiologis dan metodologis. Hasil pemikiran tersebut akan menimbulkan anomali atau penyimpangan dari umum. Akumulasi dari anomali-anomali tersebut akan menghasilkan revolusi sains. Sesuai dengan pemikiran Thomas Kun bahwa Sains (Ilmu Pengetahuan Alam) tidak selalu bersifat akumulatif, sehingga revolusi sains akan menyebabkan terjadinya perubahan paradigma baru. Perubahan paradigma tentang teori atom berangkat dari pemikiran yang dogmatis, kemudian terjadi terobosan-terobosan baru dalam revolusi sains. Ide-ide gila munculnya lagi dengan ditemukannya teori Mekanika Kuantum. Hal ini yang melatarbelakangi munculnya annihilasi materi yang berkembang menjadi teori penyusun atas materi dan segala sesuatu. Revolusi kuantum memberikan kesadaran pada umat manusia tentang kesesaran Tuhan yang luar biasa. Dengan kekuasaannya Tuhan menciptakan otak dan pikiran yang menyala menjadi berkah bagi manusia untuk meramal yang Ilahiyah menerobos misteri ciptaan-Nya sendiri. Kata Kunci: Atom, Klasik, Kuantum, Paradigma, Tuhan

Jurnal Filsafat Indonesia•May 16, 2019•5 citations

The Bohr-Einstein Debate and the Philosophers’ Debate over Realism versus Anti-Realism

Henry J. Folse

Boston studies in the philosophy of science•Jan 1, 1996•3 citations

Teori Kuantum Baru yang Sesuai Sains dan Teknologi dengan Kaidah Ilmu Islam

Sri Watini, Viola Tashya Devana

Dualitas gelombang-partikel merupakan salah satu dari banyaknya fenomena aneh yang telah diamati pada dunia kuantum, dan ini sangat membutuhkan teori baru. Teori ini diajukan melalui metode metafisik yang didasarkan pada Alquran dan prinsip-prinsip keilmuan Islam, dilengkapi dengan argumen filosofis yang rasional. Menjelaskan ayat-ayat Alquran yang relevan, serta hubungan satu-ke-satu antara konsep berpasangan dan prinsip orang yang diwawancarai, akan membantu menjelaskan dualitas gelombang-partikel elektron secara rinci. Analisis ilmiah menunjukkan bahwa elektron dapat terdiri dari muatan satuan dan magnet permanen, yang semuanya mencerminkan perilaku dualitas gelombang-partikel yang diamati dalam eksperimen. Meskipun fisikawan saat ini hanya mempertimbangkan keberadaan magnet yang diinduksi medan magnet, dan keberadaan medan magnet disebabkan oleh perputaran elektron, sebuah teori baru berspekulasi bahwa ada juga medan magnet permanen baru-baru ini. Selain itu, pilihan muatan gerbang dan magnet permanen dapat dipilih sebagai energi potensial, yang juga dianggap sebagai energi titik nol yang mungkin, yang telah diamati ada tetapi belum dijelaskan dengan baik. Berdasarkan teori baru ini, persamaan matematika telah diturunkan untuk menghitung energi potensial elektron yang diasumsikan. Dalam hal ini, sains dan teknolog Islam tampaknya telah menunjukkan pentingnya eksplorasi dunia kuantum yang misterius.

ADI Bisnis Digital Interdisiplin Jurnal•Jun 22, 2021•15 citations

Relational Realism on Reform of the View of Physical Reality and Its Logical Manifestation

Luo Jiachang, HU Xin-he

Boston studies in the philosophy of science•Jan 1, 1996•0 citations

Implementasi Fomalisme: Prinsip Ketidakpastian Heisenberg dan Notasi Dirac dalam Teknologi Modern

Hamdi Akhsan, Tyse Ramadhona, Mutiah Lestari +2 more

Prinsip ketidakpastian Heisenberg dan notasi dirac merupakan bagian dari konsep fundamental formalisme yang digunakan dalam fisika kuantum. Prinsip ketidakpastian yang dirumuskan oleh Heisenberg yang menyatakan bahwa tidak mungkin untuk mengukur secara bersamaan nilai pasangan sifat tertentu seperti posisi dan momentum dari suatu partikel kuantum dimana hal ini semakin menekankan pentingnya representasi formal dalam mekanika kuantum. Demikian pula, notasi Dirac yang secara luas digunakan untuk menyederhanakan notasi vektor keadaan dan operator yang menjadi alat fundamental dalam representasi formal mekanika kuantum. Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip dasar ini dapat diterapkan secara inovatif dalam teknologi modern. Secara khusus, kami mengusulkan model matematika baru berdasarkan prinsip ketidakpastian untuk meningkatkan ketepatan sensor kuantum dan mengembangkan kerangka kerja notasi Dirac yang dioptimalkan untuk arsitektur komputasi kuantum. Dengan menganalisis secara kritis penelitian sebelumnya dan melakukan simulasi numerik, makalah ini menunjukkan potensi pendekatan ini untuk memajukan aplikasi dalam kriptografi kuantum, pencitraan kuantum, dan seterusnya. Penelitian ini menjembatani dasar-dasar teoretis dengan inovasi praktis, menawarkan perspektif baru tentang peran formalisme kuantum dalam membentuk teknologi masa depan.

Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika•Aug 1, 2025•0 citations
Artikel ini bertujuan untuk meriveuw secara epistemology untuk bagaimana mengkontruksi pengetahuan baru berdasarkan pandangan realism dan anti-realisme dalam salah satu teori fisika modern dualism cahaya. Artikel ini menyajikan pandangan –pandangan menegenai teori dualism cahaya dimulai dari epistemologi cahaya, cahaya sebagai gelombang, cahaya sebagai partikel dan dualism cahaya. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah critical literature review, yaitu jenis tinjauan kritis untuk menganalisis dan mengevaluasi banyak sumber tentang topik fisika modern khususnya dualism cahaya dan Filosofisnya epistemologis untuk mengkontruksi pengetahuan dualisme cahaya, perbandingan realim versus antirealism tentang pandangan dualism cahaya. Hasilnya dalam mengkontruksi ilmu pengetahuan baru, pandangan antirealism tidak serta merta gugur dan menghasilkan pandangan baru realism. Terlihat pada dualism cahaya, dalam mengkontruksi ilmu pengetahuan, pandangan antirealis dengan teorinya (fisika klasik) tidak serta merta salah dan gugur ketika ada teori baru dari pandangan realism (fisika modern). bahkan dari kasus ini, secara filosofis teori yang terbentuk dari pandangan atau fakta-fakta hasil empiris membentuk fakta baru dan teori berlaku the power of teorhy sebagai jembatan.
Teori atom merupakan teori yang dinamis dan terus berkembang sesuai dengan temuan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hasil penemuan dan pemikiran tentang membawa dampak yang cukup beragam bagi perkembangan manusia itu sendiri. Manusia dengan menggunakan nalarnya berusaha untuk menemukan hal-hal baru yang berpatokan filosofi. Pemikiran manusia tidak akan terlepas dari pandangan ontologis, epistemologis, aksiologis dan metodologis. Hasil pemikiran tersebut akan menimbulkan anomali atau penyimpangan dari umum. Akumulasi dari anomali-anomali tersebut akan menghasilkan revolusi sains. Sesuai dengan pemikiran Thomas Kun bahwa Sains (Ilmu Pengetahuan Alam) tidak selalu bersifat akumulatif, sehingga revolusi sains akan menyebabkan terjadinya perubahan paradigma baru. Perubahan paradigma tentang teori atom berangkat dari pemikiran yang dogmatis, kemudian terjadi terobosan-terobosan baru dalam revolusi sains. Ide-ide gila munculnya lagi dengan ditemukannya teori Mekanika Kuantum. Hal ini yang melatarbelakangi munculnya annihilasi materi yang berkembang menjadi teori penyusun atas materi dan segala sesuatu. Revolusi kuantum memberikan kesadaran pada umat manusia tentang kesesaran Tuhan yang luar biasa. Dengan kekuasaannya Tuhan menciptakan otak dan pikiran yang menyala menjadi berkah bagi manusia untuk meramal yang Ilahiyah menerobos misteri ciptaan-Nya sendiri. Kata Kunci: Atom, Klasik, Kuantum, Paradigma, Tuhan
Dualitas gelombang-partikel merupakan salah satu dari banyaknya fenomena aneh yang telah diamati pada dunia kuantum, dan ini sangat membutuhkan teori baru. Teori ini diajukan melalui metode metafisik yang didasarkan pada Alquran dan prinsip-prinsip keilmuan Islam, dilengkapi dengan argumen filosofis yang rasional. Menjelaskan ayat-ayat Alquran yang relevan, serta hubungan satu-ke-satu antara konsep berpasangan dan prinsip orang yang diwawancarai, akan membantu menjelaskan dualitas gelombang-partikel elektron secara rinci. Analisis ilmiah menunjukkan bahwa elektron dapat terdiri dari muatan satuan dan magnet permanen, yang semuanya mencerminkan perilaku dualitas gelombang-partikel yang diamati dalam eksperimen. Meskipun fisikawan saat ini hanya mempertimbangkan keberadaan magnet yang diinduksi medan magnet, dan keberadaan medan magnet disebabkan oleh perputaran elektron, sebuah teori baru berspekulasi bahwa ada juga medan magnet permanen baru-baru ini. Selain itu, pilihan muatan gerbang dan magnet permanen dapat dipilih sebagai energi potensial, yang juga dianggap sebagai energi titik nol yang mungkin, yang telah diamati ada tetapi belum dijelaskan dengan baik. Berdasarkan teori baru ini, persamaan matematika telah diturunkan untuk menghitung energi potensial elektron yang diasumsikan. Dalam hal ini, sains dan teknolog Islam tampaknya telah menunjukkan pentingnya eksplorasi dunia kuantum yang misterius.
Prinsip ketidakpastian Heisenberg dan notasi dirac merupakan bagian dari konsep fundamental formalisme yang digunakan dalam fisika kuantum. Prinsip ketidakpastian yang dirumuskan oleh Heisenberg yang menyatakan bahwa tidak mungkin untuk mengukur secara bersamaan nilai pasangan sifat tertentu seperti posisi dan momentum dari suatu partikel kuantum dimana hal ini semakin menekankan pentingnya representasi formal dalam mekanika kuantum. Demikian pula, notasi Dirac yang secara luas digunakan untuk menyederhanakan notasi vektor keadaan dan operator yang menjadi alat fundamental dalam representasi formal mekanika kuantum. Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip dasar ini dapat diterapkan secara inovatif dalam teknologi modern. Secara khusus, kami mengusulkan model matematika baru berdasarkan prinsip ketidakpastian untuk meningkatkan ketepatan sensor kuantum dan mengembangkan kerangka kerja notasi Dirac yang dioptimalkan untuk arsitektur komputasi kuantum. Dengan menganalisis secara kritis penelitian sebelumnya dan melakukan simulasi numerik, makalah ini menunjukkan potensi pendekatan ini untuk memajukan aplikasi dalam kriptografi kuantum, pencitraan kuantum, dan seterusnya. Penelitian ini menjembatani dasar-dasar teoretis dengan inovasi praktis, menawarkan perspektif baru tentang peran formalisme kuantum dalam membentuk teknologi masa depan.