Challenges
Datasets
Workspaces
Papers
Discussions
Leaderboard
Log inSign up
Challenges
Datasets
Workspaces
Papers
Discussions
Leaderboard
Blog
Job Board
Q3AS

© 2026 Aqora Quantum S.A.S.

TermsPrivacyLegal Notice

Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI)

Kompresi dan Dekompresi Data Menggunakan Protokol Kompresi Quantum Schumacher

Mukhammad Ramdlan Kirom, D Ahmad Rizal

Published Jan 1, 2009• 0 citations
OpenAlex

Abstract

Konsep mekanika kuantum telah mampu diaplikasikan dalam dunia informasi dan telah menciptakan sebuah teori informasi kuantum. Data dalam konsep informasi kuantum direpresentasikan dalam bentuk quantum bit (qubit). Kompresi data dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dalam transmisi data tanpa mengurangi kualitas data (lossless). Kompresi kuantum adalah metode kompresi dengan menyatakan data dalam qubit, selanjutnya jumlah qubit direduksi. Kompresi Schumacher merupakan salah satu contoh dari protokol kompresi kuantum. Parameter-parameter yang dianalisa dan dibandingkan untuk sisi pengirim adalah pada rasio dan waktu kompresi, sedangkan untuk sisi penerima adalah akurasi dan waktu dekompresinya. Kata Kunci: Kompresi. qubit, Kompresi Schumacher

Related papers

APLIKASI PERSAMAAN SCHRODINGER BEBAS WAKTU SATU DIMENSI PADA POTENSIAL UNDAK DAN POTENSIAL SUMUR

Ulfa Ni'matus Sa'adah

Gelombang merupakan getaran yang merambat. Salah satu contoh gelombang adalah gelombang Schrodinger. Gelombang Schrodinger menggambarkan keberadaan elektron pada suatu posisi dan waktu.GelombangSchrodinger dapat dituliskan dalam suatu persamaan diferensial parsial yang dapat disebut dengan persamaan Schrodinger. Persamaan Schrodinger tersebut yang menyatakan pada suatu posisi satu dimensi disebut persamaan Schodinger satu dimensi.Pada persamaan Schrodinger satu dimensi dapat dibentuk menjadi Persamaan Schrodinger bebas waktu satu dimensi yang artinya persamaan Schrodinger tidak bergantung waktu. Untuk menentukan solusi persamaan Schrodinger satu dimensi, menggunakan separasi variabel atas variabel x dan t . Selanjutnya, masing-masing dari variabel akan dicari solusinya dengan persamaan diferensial biasa. Persamaan Schrodinger bebas waktu satu dimensi akan diaplikasikan ke dalam potensial undak dan potensial sumur. Potensial undak adalah kondisi dimana suatu partikel mengalami satu kali perubahan besar energi potensial, sedangkan potensial sumur adalah kondisi dimana suatu partikel mengalami dua kali perubahan besar energi potensial. Kata kunci:Persamaan Schrodinger, Potensial Undak, potensial Sumur, Separasi Variabel.

•Dec 20, 2013•0 citations

IMPLEMENTASI TEKNOLOGI QUANTUM CRYPTOGRAPHY UNTUK MENINGKATKAN KEAMANAN DALAM JARINGAN KOMPUTER DAN KEAMANAN KOMPUTER

Chaidir Chalaf Islamy, Rahmadani Suryanto Dwi Putra

Perkembangan tekonologi komputasi kuantum membawa tantangan besar bagi sistem keamanan informasi konvensional yang selama ini mengandalkan kompleksitas matematis, seperti RSA dan ECC. Munculnya algoritma kuantum seperti Shor’s algorithm berpotensi mengancam eksistensi metode kriptografi klasik. Dalam konteks ini, kriptografi kuantum hadir sebagai solusi inovatif dengan memanfaatkan prinsip-prinsip mekanika kuantum untuk menjamin keamanan data secara teoritis, bahkan terhadap penyerang dengan daya komputasi tak terbatas. Penelitian ini membahas implementasi teknologi Quantum Cryptography, khususnya protokol BB84 yang telah ditingkatkan, sebagai metode distribusi kunci rahasia yang aman pada jaringan komputer. Fokus utama adalah pada keamanan pertukaran kunci Quantum Key Distribution (QKD) serta efisiensi algoritma dalam lingkungan jaringan dengan keterbatasan sumber daya. Selain itu, penelitian ini juga meninjau penerapan kriptografi kuantum dalam berbagai konteks jaringan masa depan, termasuk Wireless Body Sensor Networks (WBSN), jaringan 5G, dan post-quantum networks, serta potensi integrasinya dalam infrastruktur keamanan digital di masa depan. Hasil pengujian Avalanche Effect, Hash Generation Time, dan Hash Verification Time menunjukkan bahwa kriptografi kuantum mampu memberikan performa keamanan yang lebih baik dibandingkan dengan metode kriptografi populer seperti RSA dan AES

Jurnal Mnemonic•Mar 16, 2026•0 citations

EKSPLORASI KAPASITAS PENGKODEAN AMPLITUDO UNTUK MODEL QUANTUM MACHINE LEARNING

Rabiatul Adawiyah, Munifah Munifah

Komputasi kuantum melakukan perhitungan dengan menggunakan fenomena fisik dan prinsip mekanika kuantum untuk memecahkan masalah. Bentuk komputasi ini secara teoritis telah terbukti memberikan percepatan pada beberapa masalah pemrosesan modern. Perkembangan baru dalam teknologi kuantum mulai bermunculan, dan penerapan model pembelajaran untuk perangkat baru ini terus berkembang. Dengan banyak antisipasi pemanfaatan fenomena kuantum di bidang Machine Learning telah menjadi jelas. Penelitian ini mengembangkan model kerangka kerja perangkat lunak TensorFlow Quantum (TFQ) untuk tujuan machine learning. Kedua model yang dikembangkan memanfaatkan teknik pengkodean informasi dari pengkodean amplitudo untuk penyusunan keadaan dalam model pembelajaran kuantum. Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi kapasitas pengkodean amplitudo untuk menyediakan persiapan keadaan yang diperkaya dalam metode pembelajaran dan analisis mendalam tentang properti data yang memberikan wawasan tentang data pelatihan menggunakan Variational Quantum Classifier (VQC). Munculnya metode baru ini menimbulkan pertanyaan tentang cara terbaik menggunakan alat ini, tujuannya adalah untuk memberikan beberapa penjelasan ikhtisar untuk keadaan machine learning kuantum yang dapat diterapkan mengingat kendala perangkat yang sebenarnya. Hasil penelitian ini menunjukkan ada keuntungan yang jelas untuk menggunakan pengkodean amplitudo dibandingkan metode lain seperti ditunjukkan menggunakan jaringan saraf klasik kuantum hibrid di TFQ. Selain itu, ada beberapa langkah prapemrosesan yang dapat menghasilkan lebih banyak data kaya fitur saat menggunakan VQC, pada dasarnya teorema makan siang tidak gratis berlaku untuk metode pembelajaran kuantum seperti halnya dalam teknik klasik. Informasi meskipun dikodekan dalam bentuk kuantum tidak mengubah langkah-langkah penyiapan data tetapi melibatkan cara-cara baru untuk memahami dan mengapresiasi metode-metode baru ini. Pekerjaan masa depan di bidang ini akan membutuhkan perluasan ke dalam teknik klasifikasi multikelas yang cukup dikembangkan untuk dapat diterapkan dalam pekerjaan seperti ini.

Informatika Jurnal Teknik Informatika dan Multimedia•May 19, 2023•4 citations

KAJIAN TEORETIK KARAKTERISTIK KEADAAN SQUEEZED DAN APLIKASINYA PADA FENOMENA MODULASI AMPLITUDO CAHAYA

Chonnaniyah Chonnaniyah

Telah dijabarkan karakteristik dan sifat statistik keadaan squeezed dengan menggunakan konsep dasar mekanika kuantum. Keadaan squeezed merupakan keadaan kuantum dari kelas yang lebih umum dari keadaan koheren yang memiliki ketidakpastian posisi dan momentum minimum. Keadaan squeezed adalah swafungsi dari operator pemusnah semu bˆ dengan swanilai  . Bentuk operator pemusnah semu bˆ  aˆ aˆ† dengan coshr dan ei sinhr.     Operator yang juga digunakan untuk menghasilkan keadaan squeezed adalah operator evolusi waktu dengan Hamiltonan yang merupakan fungsi kuadratik operator kreasi dan pemusnah yang kemudian disebut operator squeezing. Bukti karakteristik penting keadaan squeezed, yaitu ternormalisasi, non-ortogonal dan sangat komplit (overcomplete) telah dibuktikan. Distribusi probabilitas keadaan squeezed vakum terhadap keadaan cacah berbentuk sub-Poisson dan hanya mendeteksi foton genap (2n), dan untuk distribusi probabilitas keadaan squeezed koheren terhadap keadaan cacah juga berbentuk sub-Poisson yang mendeteksi semua foton. Salah satu aplikasi keadaan squeezed adalah cahaya squeezed. Cahaya squeezed dapat digunakan pada beberapa bidang karena memungkinkan pengukuran secara presisi dengan mengurangi ketidakpastian derau kuantum. Salah satu contoh penggunaan cahaya squeezed dalam eksperimen adalah deteksi sinyal pada fenomena modulasi amplitudo dengan mengganti gelombang informasi menggunakan gelombang cahaya pada keadaan vakum koheren dan keadaan squeezed. Dengan adanya kombinasi keadaan squeezed, terbukti adanya peningkatan presisi yang melebihi batas yang ditetapkan oleh fluktuasi keadaan vakum atau titik nol medan elektromagnetik

•Jan 2, 2013•0 citations

DEKODING SINDROM KODE LINEAR GILBERT-VARSHAMOV BINER DENGAN JARAK MINIMUM 15

Asep Saepulrohman

Transmisi data merupakan proses untuk melakukan pengiriman data dari salah satu sumber data ke penerima menggunakan media tertentu. Dalam transimisi data, pesan dikirim melalui jaringan internet bisa terjadi perubahan yang mengakibatkan pesan tidak autentik. Pesan dalam bentuk kode linear biner dengan panjang yang merupakan subruang vektor yang merupakan kode biner. Kode tersebut dapat direpresentasikan dalam bentuk digital sebagai barisan simbol, umumnya digunakan blok simbol biner yang dikenal dengan bitstring. Kode linear biner didefinisikan sebagai operasi XOR (eXclusive OR) yang berguna untuk mendeteksi dan mengoreksi apabila terjadi kesalahan (error) informasi. Semakin besar sebuah data, semakin lama waktu yang diperlukan semakin besar kemungkinan data yang hilang. Oleh karena itu dibutuhkan cara metode untuk mengkontruksi sebuah kode yang lebih optimal tanpa merusak informasi. Metode yang digunakan menggunakan kode Gilbert-Vashamov biner yang merupakan salah satu cara penyandian (encoding) yang menggunakan tiga parameter yaitu, panjang kode, dimensi, jarak minimum. Mengkonstruksi suatu kode dengan panjang n yang berdimensi k dengan jarak dinyatakan sebagai kode yang memiliki beban komputasi cukup berat, dalam hal ini dekoder harus menyediakan memori untuk matrik berukuran . Untuk mengkontruksi kode optimal kuat dilakukan pemilihan kode dasar untuk submatriks generator atau cek paritas dengan menghapus beberapa matriks baris yang tidak sempurna dengan jarak minimum 15 dan dilakukan dengan digunakan paket program konstruksi dengan menggunakan software MAPLE.

Komputasi Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer dan Matematika•Oct 9, 2019•2 citations

Kajian Tentang Komputer Kuantum Sebagai Pengganti Komputer Konvensional Di Masa Depan

Herlambang Saputra

Peran teknologi dalam pengembangan teknologi informasi (IT,  information technology), sudah tidak diragukan lagi. Teknologi komputer merupakan salah satu teknologi yang paling cepat mengalami perkembangan dan kemajuan. Komputer yang nantinya layak untuk benar-benar disebut sebagai Komputer Super ini adalah Komputer Kuantum.  Quantum Computer atau komputer kuantum memanfaatkan fenomena ‘aneh’ yang disebut sebagai superposisi. Komputer kuantum tidak menggunakan Bits tetapi QUBITS (Quantum Bits) dan komputer digital melakukan perhitungan secara linier, sedangkan komputer kuantum melakukan semua perhitungan secarabersamaan (simultan). Pada komputer kuantum juga terdapat beberapa gate seperti yang terdapat pada komputer konvensional yang berfungsi dalam pengaturan  qubit. Saat ini perkembangan teknologi sudah menghasilkan komputer kuantum sampai 7 qubit, tetapi menurut penelitian dan analisa yang ada, dalam beberapa tahun mendatang teknologi komputer kuantum bisa mencapai 100 qubit.

•Nov 21, 2013•4 citations
Konsep mekanika kuantum telah mampu diaplikasikan dalam dunia informasi dan telah menciptakan sebuah teori informasi kuantum. Data dalam konsep informasi kuantum direpresentasikan dalam bentuk quantum bit (qubit). Kompresi data dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dalam transmisi data tanpa mengurangi kualitas data (lossless). Kompresi kuantum adalah metode kompresi dengan menyatakan data dalam qubit, selanjutnya jumlah qubit direduksi. Kompresi Schumacher merupakan salah satu contoh dari protokol kompresi kuantum. Parameter-parameter yang dianalisa dan dibandingkan untuk sisi pengirim adalah pada rasio dan waktu kompresi, sedangkan untuk sisi penerima adalah akurasi dan waktu dekompresinya. Kata Kunci: Kompresi. qubit, Kompresi Schumacher
Gelombang merupakan getaran yang merambat. Salah satu contoh gelombang adalah gelombang Schrodinger. Gelombang Schrodinger menggambarkan keberadaan elektron pada suatu posisi dan waktu.GelombangSchrodinger dapat dituliskan dalam suatu persamaan diferensial parsial yang dapat disebut dengan persamaan Schrodinger. Persamaan Schrodinger tersebut yang menyatakan pada suatu posisi satu dimensi disebut persamaan Schodinger satu dimensi.Pada persamaan Schrodinger satu dimensi dapat dibentuk menjadi Persamaan Schrodinger bebas waktu satu dimensi yang artinya persamaan Schrodinger tidak bergantung waktu. Untuk menentukan solusi persamaan Schrodinger satu dimensi, menggunakan separasi variabel atas variabel x dan t . Selanjutnya, masing-masing dari variabel akan dicari solusinya dengan persamaan diferensial biasa. Persamaan Schrodinger bebas waktu satu dimensi akan diaplikasikan ke dalam potensial undak dan potensial sumur. Potensial undak adalah kondisi dimana suatu partikel mengalami satu kali perubahan besar energi potensial, sedangkan potensial sumur adalah kondisi dimana suatu partikel mengalami dua kali perubahan besar energi potensial. Kata kunci:Persamaan Schrodinger, Potensial Undak, potensial Sumur, Separasi Variabel.
Perkembangan tekonologi komputasi kuantum membawa tantangan besar bagi sistem keamanan informasi konvensional yang selama ini mengandalkan kompleksitas matematis, seperti RSA dan ECC. Munculnya algoritma kuantum seperti Shor’s algorithm berpotensi mengancam eksistensi metode kriptografi klasik. Dalam konteks ini, kriptografi kuantum hadir sebagai solusi inovatif dengan memanfaatkan prinsip-prinsip mekanika kuantum untuk menjamin keamanan data secara teoritis, bahkan terhadap penyerang dengan daya komputasi tak terbatas. Penelitian ini membahas implementasi teknologi Quantum Cryptography, khususnya protokol BB84 yang telah ditingkatkan, sebagai metode distribusi kunci rahasia yang aman pada jaringan komputer. Fokus utama adalah pada keamanan pertukaran kunci Quantum Key Distribution (QKD) serta efisiensi algoritma dalam lingkungan jaringan dengan keterbatasan sumber daya. Selain itu, penelitian ini juga meninjau penerapan kriptografi kuantum dalam berbagai konteks jaringan masa depan, termasuk Wireless Body Sensor Networks (WBSN), jaringan 5G, dan post-quantum networks, serta potensi integrasinya dalam infrastruktur keamanan digital di masa depan. Hasil pengujian Avalanche Effect, Hash Generation Time, dan Hash Verification Time menunjukkan bahwa kriptografi kuantum mampu memberikan performa keamanan yang lebih baik dibandingkan dengan metode kriptografi populer seperti RSA dan AES
Komputasi kuantum melakukan perhitungan dengan menggunakan fenomena fisik dan prinsip mekanika kuantum untuk memecahkan masalah. Bentuk komputasi ini secara teoritis telah terbukti memberikan percepatan pada beberapa masalah pemrosesan modern. Perkembangan baru dalam teknologi kuantum mulai bermunculan, dan penerapan model pembelajaran untuk perangkat baru ini terus berkembang. Dengan banyak antisipasi pemanfaatan fenomena kuantum di bidang Machine Learning telah menjadi jelas. Penelitian ini mengembangkan model kerangka kerja perangkat lunak TensorFlow Quantum (TFQ) untuk tujuan machine learning. Kedua model yang dikembangkan memanfaatkan teknik pengkodean informasi dari pengkodean amplitudo untuk penyusunan keadaan dalam model pembelajaran kuantum. Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi kapasitas pengkodean amplitudo untuk menyediakan persiapan keadaan yang diperkaya dalam metode pembelajaran dan analisis mendalam tentang properti data yang memberikan wawasan tentang data pelatihan menggunakan Variational Quantum Classifier (VQC). Munculnya metode baru ini menimbulkan pertanyaan tentang cara terbaik menggunakan alat ini, tujuannya adalah untuk memberikan beberapa penjelasan ikhtisar untuk keadaan machine learning kuantum yang dapat diterapkan mengingat kendala perangkat yang sebenarnya. Hasil penelitian ini menunjukkan ada keuntungan yang jelas untuk menggunakan pengkodean amplitudo dibandingkan metode lain seperti ditunjukkan menggunakan jaringan saraf klasik kuantum hibrid di TFQ. Selain itu, ada beberapa langkah prapemrosesan yang dapat menghasilkan lebih banyak data kaya fitur saat menggunakan VQC, pada dasarnya teorema makan siang tidak gratis berlaku untuk metode pembelajaran kuantum seperti halnya dalam teknik klasik. Informasi meskipun dikodekan dalam bentuk kuantum tidak mengubah langkah-langkah penyiapan data tetapi melibatkan cara-cara baru untuk memahami dan mengapresiasi metode-metode baru ini. Pekerjaan masa depan di bidang ini akan membutuhkan perluasan ke dalam teknik klasifikasi multikelas yang cukup dikembangkan untuk dapat diterapkan dalam pekerjaan seperti ini.
Telah dijabarkan karakteristik dan sifat statistik keadaan squeezed dengan menggunakan konsep dasar mekanika kuantum. Keadaan squeezed merupakan keadaan kuantum dari kelas yang lebih umum dari keadaan koheren yang memiliki ketidakpastian posisi dan momentum minimum. Keadaan squeezed adalah swafungsi dari operator pemusnah semu bˆ dengan swanilai  . Bentuk operator pemusnah semu bˆ  aˆ aˆ† dengan coshr dan ei sinhr.     Operator yang juga digunakan untuk menghasilkan keadaan squeezed adalah operator evolusi waktu dengan Hamiltonan yang merupakan fungsi kuadratik operator kreasi dan pemusnah yang kemudian disebut operator squeezing. Bukti karakteristik penting keadaan squeezed, yaitu ternormalisasi, non-ortogonal dan sangat komplit (overcomplete) telah dibuktikan. Distribusi probabilitas keadaan squeezed vakum terhadap keadaan cacah berbentuk sub-Poisson dan hanya mendeteksi foton genap (2n), dan untuk distribusi probabilitas keadaan squeezed koheren terhadap keadaan cacah juga berbentuk sub-Poisson yang mendeteksi semua foton. Salah satu aplikasi keadaan squeezed adalah cahaya squeezed. Cahaya squeezed dapat digunakan pada beberapa bidang karena memungkinkan pengukuran secara presisi dengan mengurangi ketidakpastian derau kuantum. Salah satu contoh penggunaan cahaya squeezed dalam eksperimen adalah deteksi sinyal pada fenomena modulasi amplitudo dengan mengganti gelombang informasi menggunakan gelombang cahaya pada keadaan vakum koheren dan keadaan squeezed. Dengan adanya kombinasi keadaan squeezed, terbukti adanya peningkatan presisi yang melebihi batas yang ditetapkan oleh fluktuasi keadaan vakum atau titik nol medan elektromagnetik
Transmisi data merupakan proses untuk melakukan pengiriman data dari salah satu sumber data ke penerima menggunakan media tertentu. Dalam transimisi data, pesan dikirim melalui jaringan internet bisa terjadi perubahan yang mengakibatkan pesan tidak autentik. Pesan dalam bentuk kode linear biner dengan panjang yang merupakan subruang vektor yang merupakan kode biner. Kode tersebut dapat direpresentasikan dalam bentuk digital sebagai barisan simbol, umumnya digunakan blok simbol biner yang dikenal dengan bitstring. Kode linear biner didefinisikan sebagai operasi XOR (eXclusive OR) yang berguna untuk mendeteksi dan mengoreksi apabila terjadi kesalahan (error) informasi. Semakin besar sebuah data, semakin lama waktu yang diperlukan semakin besar kemungkinan data yang hilang. Oleh karena itu dibutuhkan cara metode untuk mengkontruksi sebuah kode yang lebih optimal tanpa merusak informasi. Metode yang digunakan menggunakan kode Gilbert-Vashamov biner yang merupakan salah satu cara penyandian (encoding) yang menggunakan tiga parameter yaitu, panjang kode, dimensi, jarak minimum. Mengkonstruksi suatu kode dengan panjang n yang berdimensi k dengan jarak dinyatakan sebagai kode yang memiliki beban komputasi cukup berat, dalam hal ini dekoder harus menyediakan memori untuk matrik berukuran . Untuk mengkontruksi kode optimal kuat dilakukan pemilihan kode dasar untuk submatriks generator atau cek paritas dengan menghapus beberapa matriks baris yang tidak sempurna dengan jarak minimum 15 dan dilakukan dengan digunakan paket program konstruksi dengan menggunakan software MAPLE.
Peran teknologi dalam pengembangan teknologi informasi (IT,  information technology), sudah tidak diragukan lagi. Teknologi komputer merupakan salah satu teknologi yang paling cepat mengalami perkembangan dan kemajuan. Komputer yang nantinya layak untuk benar-benar disebut sebagai Komputer Super ini adalah Komputer Kuantum.  Quantum Computer atau komputer kuantum memanfaatkan fenomena ‘aneh’ yang disebut sebagai superposisi. Komputer kuantum tidak menggunakan Bits tetapi QUBITS (Quantum Bits) dan komputer digital melakukan perhitungan secara linier, sedangkan komputer kuantum melakukan semua perhitungan secarabersamaan (simultan). Pada komputer kuantum juga terdapat beberapa gate seperti yang terdapat pada komputer konvensional yang berfungsi dalam pengaturan  qubit. Saat ini perkembangan teknologi sudah menghasilkan komputer kuantum sampai 7 qubit, tetapi menurut penelitian dan analisa yang ada, dalam beberapa tahun mendatang teknologi komputer kuantum bisa mencapai 100 qubit.